
"Nona Denise adalah putri dari CEO DD Group. Beliau dan Nona Trecua akan bertanggung jawab atas orderan dari DD Group ke Perusahaan Era Mas," tandas Tuan Andres.
"Alamak, aku harus berhubungan dengan dia terus dong, oh my God," keluh Anne dalam hatinya. Wajahnya tetap diam tanpa ekspresi, tapi hatinya gondok sekali.
"Ha ha ha, aku yakin dia kesal setengah mati di dalam hatinya sekarang," batin Denise senang.
Anne dan teman-temannya diam saja, tapi mereka akan lanjut bergibah di group WhatsApp chat nanti. Mulai dari bergosip tentang penampilan Denise sampai tentang orderan nanti.
"Makan siang sudah siap, Tuan Andres," ujar Dila mengagetkan mereka semua, ternyata sudah pukul 12.00 siang.
Anne dan teman-temannya sudah siap beranjak ke luar ruang meeting, tapi tiba-tiba Tuan Andres berkata, "Dila dan Asha sudah memesan nasi kotak juga untuk tim sales support."
"Wah, terima kasih Tuan Andres," ujar Amy dan diikuti juga oleh Lisa, Anne, Rey, Deasy dan Leny. Mereka makan di meja masing-masing, sedangkan para petinggi itu akan makan di ruang meeting.
Menu makan siang ini ada nasi kuning, irisan telur dadar, ayam goreng serundeng, kentang balado, empal, kerupuk, sayur asem, lalap timun, kol, daun kemangi, dan sambal terasi.
__ADS_1
"Menu nasi kotak ini selalu the best. Dila dan Asha memang pintar mencari restoran yang enak-enak deh," puji Leny.
"Guys, lihat group sekarang ya," ujar Deasy cepat. Semua bergegas melihat ponselnya masing-masing.
Deasy: [ Anne, kamu kenal si Denise di Bali? Baik kah orangnya?" ]
Anne: [ Hmm, susah mengatakannya, tapi dia berusaha mengajak suamiku berkenalan padahal sudah menikah. Suamiku tentu tidak mau berurusan dengannya, centil sekali dia, huh. ]
Amy: [ Ya, ampun Anne. Hati-hati sama Denise, punya bakat alami pelakor ternyata. Dia memang cantik sih, orang kaya pula karena pewaris DD Group, tapi kok begitu sikapnya yah? ]
Rey: [ Apa sih Leny, ih aku tidak tertarik sama Denise. ]
Lisa: [ Hati-hati saja Rey. Buktinya dia mau berkenalan dengan suami Anne. Berarti dia sukanya sama cowok yang sudah menikah karena lebih menantang untuk mendapatkannya. Kalau dia sih bukan masalah uang ya, secara dia orang kaya. Tapi, lebih ke tantangannya itu lho bisa memenangkan pria beristri, sepertinya begitu ya. ]
Anne: [ Feeling-ku bilang dia akan mempersulitku di orderan ke Amerika Latin nanti. Sudah regionnya ribet, eh customernya dia pula. Semoga saja feelingku salah kali ini, aku ingin sekali punya customer yang benar kelakuannya, tapi jarang sekali aku punya customer yang benar deh. Hampir semuanya bermasalah. ]
__ADS_1
Deasy: [ Semoga aku bisa bersabar saat menghadapi PO DD Group nanti. ]
Amy: [ Iya, sama aku juga jadi takut sama dia. Mana regionku ribet semua, rata-rata maunya FOB semua, harus atur tarik container. Mostly forwardernya bermasalah semua dan resek pula T_T ]
Percakapan terputus ketika Dila dan Asha datang.
"Hei, ayo makan, kok pada kompak lihat ponsel semua sih?" tanya Asha bingung.
"Enak 'kan makanannya, ayo cepat dimakan ya," ujar Dila ramah.
Ya duo sekretaris ini memang yang paling baik dan tidak pelit pada grup sales support. Bahkan bila ada sisa makanan dari ruang meeting bos-bos pun, dibagi ke grup sales support juga.
"Iya, enak sekali menunya, terima kasih ya Dila, Asha, top sekali!" puji Anne tulus, diikuti pujian dari anggota sales support lainnya. Lalu, akhirnya mereka makan bersama.
***
__ADS_1
Yuk dukung terus karya author dengan klik like, vote, favorit dan bagi koinnya yaa. Thanks