
"Aku harus memeriksa ibumu dulu sebelum memutuskan apakah bisa mengobatinya atau tidak," sahut Robert singkat. Malas meladeni Spencer, nanti malah jadi ribut.
"Huh, akan kubuktikan sendiri apa benar kau adalah Dokter Dewa itu. Dasar tolol! Sok berderma padahal diri sendiri pun hidup miskin." Spencer masih saja terus menghina Robert, sedangkan Robert terlihat acuh tak acuh.
Robert duduk di sisi kasur Nyonya Sandra dan mulai memeriksanya. Dimulai dari nadi, mata, lidah, dan terakhir di lutut kiri dan kaki secara keseluruhan. Robert diam sejenak setelah selesai memeriksa ibu mertuanya.
"Bagaimana, apa sudah selesai memeriksaku? Apa kau bisa mengobati cederaku?" tanya Nyonya Sandra harap-harap cemas.
Robert diam sebentar sebelum berbicara.
"Apa Ibu sering merasa kesakitan di area mata dan kepala belakangan ini?" tanya Robert pelan-pelan. Dia ingin membuktikan diagnosanya terlebih dahulu.
__ADS_1
"Hmm, iya. Belakangan ini aku sering pusing dan mataku menggelap. Ini sudah terjadi sebelum musibah tertimpa pagar. Bagaimana kau bisa tahu?" tanya Nyonya Sandra sambil mengerutkan kening. Dia curiga pada menantunya ini, apa Dokter Dewa atau gadungan?
"Oke. Aku bisa menangani cedera lutut Ibu, sehingga tidak perlu dioperasi. Tapi, aku mendapati ada kemungkinan penyakit lainnya di bagian pembuluh darah otak Ibu. Tapi, aku akan mencoba yang terbaik untuk mengobati Ibu. Untungnya ketahuan dari sekarang sehingga bisa cepat ditangani. Bila telat sebentar saja, Ibu bisa kena kanker otak atau stroke." Robert berusaha menjelaskan dengan baik sambil berharap keluarga istrinya tidak marah, apalagi memarahinya sebagai penipu.
Nyonya Sandra terdiam sejenak dan berusaha mencerna kata-kata Robert. Lalu, kemudian dia pun berteriak kesal.
"Hei dasar kau menantu tidak berguna, tukang tipu! Sejak kapan aku kanker otak?! Aku ini sehat walafiat selama ini. Pasti kau ingin menipuku dan mengambil, uangku 'kan?" ujar Nyonya Sandra penuh amarah.
"Kau adik ipar tidak tahu diri! Huh, sok mengaku Dokter Dewa, tapi nyatanya miskin dan mau menipu ibuku!" seru Spencer sambil mengcengkeram kerah kemeja Robert.
"Tidak spa-apa bila Ibu tidak percaya pada Spencer, tapi aku sarankan berobat ke rumah sakit saja Bu. Tapi, harus siapkan biaya yang besar dan waktu untuk antar jemput dan menunggu di rumah sakit nanti. Ayo, Rob, kita pulang saja." Anne sudah tidak mau pusing lagi dengan penyakit ibunya.
__ADS_1
"Tunggu. Tolong obati aku. Aku takut sekali dengan pisau operasi. Bisakah kau mengobatiku?" tanya Nyonya Sandra putus asa dan terasa sekali masih gengsi.
Robert dan Anne berbalik dan menatap Nyonya Sandra dengan terkejut.
"Apa Ibu tidak takut akan terluka karena pengobatan dari Robert?" tanya Anne curiga.
"Tidak. Aku percaya Robert memang Dokter Dewa yang sebenarnya dan tidak akan memerasku," ujar Nyonya Sandra. Dia sudah tidak ada pilihan lain lagi selain mempercayai menantunya itu.
***
Yuk dukung terus karya author dengan klik like, vote, favorit ya.
__ADS_1
Slow update dikarenakan kesibukan di real life bersama keluarga dan anak-anak saya yang masih kecil.
Thanks untuk pengertiannya ya 🙂🙏.