Suami Yang Tak Biasa

Suami Yang Tak Biasa
Part 31


__ADS_3

Sore itu setelah usai bergulat dengan suaminya, Anne ingin menikmati pemandangan matahari terbenam dari balkon. Dia bangun dari karpet bulu putih, meninggalkan suaminya yang masih terlelap. Wajah suaminya tampak tidur tenang.


Kaki Anne bergerak ke lemari baju dan mengambil kimono handuk. Sejenak netranya terpana melihat keadaan tubuhnya saat ini di depan cermin lemari baju. Kiss mark bertebaran di seluruh kulit putih mulusnya. Bibirnya memerah bengkak, dan area intinya terasa perih akibat ulah suaminya.


Pipinya bersemu merah saat mengingat dirinya begitu tak terkendali saat bersatu dengan pujaan hatinya tadi. Dia pun harus mengakui pesona suaminya betul-betul mantap. Geloranya, cengkeramannya, pelukannya, ciumannya, belaiannya, hentakannya, goyangannya, penyatuannya, pelepasannya, dan semuanya. Satu kata saja untuk Robert: Ganas!


Anne mengikat tali kimononya. Rambutnya masih terurai berantakan, dibiarkannya saja begitu. Perlahan dia berjalan menuju balkon itu, dan mulai menikmati pemandangan sore hari ini, sambil meminum jus jeruk kaleng. Pikirannya mulai berkelana ke bermacam hal.


- Keluarga Halinger. Anne tidak bilang pada mereka bahwa dia liburan ke Bali. Tabiat mereka yang suka iri, dengki, sirik, menyebabkan Anne tidak mau cerita. Nanti dia akan beli oleh-oleh camilan dan aksesoris saja untuk orang tuanya, Oma Tinka, Kakek Thomas, Spencer.


- Pekerjaan yang ditinggalkannya selama cuti ini, semoga semuanya lancar karena dibantu Rey dan Lisa. Besok saja dia buka ponsel bila Robert sedang mandi. Robert bisa marah bila urusan pekerjaan malah mengacaukan liburannya.


- Resign? Ya, Anne lelah fisik dan mentalnya. Dia sudah pikir, percintaan panasnya tentu akan membuahkan hasil suatu saat, alias hamil. Dia ingin fokus mengurus anaknya nanti. Cicilan rumah dan motornya akan lunas dua bulan lagi. Dia tahu pekerjaan Robert tidak menentu gajinya, tapi dia percaya pada Robert yang begitu mengasihinya dan bekerja keras. Anne yakin Robert akan maju dan sukses bila didukung dan disemangati. Lagi pula, tidak ada orang tua dan mertua yang akan membantu mengawasi anaknya walaupun misalnya dia punya pembantu pun. Anne mau turun tangan sendiri mengurus buah hatinya kelak. Masalah rezeki diserahkannya kepada Tuhan yang akan memberkati orang yang mau bekerja.


- Kegiatan liburan di sini. Anne ingin shopping dan jalan-jalan. Masalahnya adalah sangat suami begitu posesif dan hanya ingin di kamar saja. Ya dia harus segera cari cara untuk keluar dari kamar dan menikmati liburan, misalnya spa, makan enak-enak di restoran buffet hotel, mau ke Kuta, ke toko oleh-oleh Krisna, dll.


Tengah dia asyik melamun, sepasang tangan memeluknya dari belakang. Robert menopang dagunya di bahu Anne.


"Sayang, kamu sudah bangun?" tanya Anne sembari mengelus jari suaminya. Matanya melihat intens otot six pack suaminya dan celana boxer ketatnya.

__ADS_1


"Huum, aku kangen kamu Anne, sini lihat aku," sahut Robert dengan suara parau khas orang bangun tidur.


Anne berbalik dan mengalungkan lengannya di leher suaminya. Tangan Robert segera membuka tali ikatan kimono handuk itu. Dua gundukan bulat besar menyembul indah, area ibukota istrinya pun terpapar jelas. Robert menyibak kimono itu sedikit lagi, lalu dia maju dan memeluk pinggang istrinya sambil menyandarkan tubuh Anne di balkon kayu itu. Kimono itu tetap menutupi punggung Anne, kalaupun ada orang yang lewat mereka tidak akan bisa melihat tubuh naked istrinya.


Anne mengecup bibir Robert secepat kilat. Pipinya memerah karena tindakan suaminya barusan. Robert tidak melepaskan tautan bibir itu, dia balas melahap bibir Anne. Perlahan dia menciumi leher istrinya, kedua tangannya menarik pantat Anne ke atas sehingga Anne jadi berjinjit sekarang. Dia menekan sosisnya ke area ibukota istrinya sambil bergoyang atas bawah dan bergesekan kiri kanan.


Bibirnya secara naluriah menemukan sepasang daging kenyal besar dengan pucuk kismis cokelat manis di ujungnya. Pelan tapi pasti, dia menduselkan wajahnya tenggelam di sana. Anne memegang daging kenyal sebelah kanan dan mengarahkannya ke mulut Robert bak ibu yang menyusui bayinya. Yah, Robert adalah bayi besarnya. Sudah umur 30 tahun, tapi sukanya menyusu setiap hari pada dada istrinya. Anne bersyukur punya dada yang berukuran besar karena bagian itu amat menyenangkan dan memuaskan suaminya.


"Sayang, ayo hisap ahhh ahhh," ujar Anne terengah-engah sambil membuka mulut Robert, posisi kismis yang kanan sudah di depan mulutnya. Robert menangkupnya lalu mulai menghisap rakus. Dia pun beralih ke kismis sebelah kiri dan mulai memerah daging sebelah kanan bergantian.


"Ahhhh, ahhhh, Rob, Sayang, akuuuu ohhhhh," ujar Anne terputus-putus. Pikirannya sudah tidak fokus lagi. Dia terbang ke langit ketujuh bersama remasan dari suaminya.


"Sayang, sosis kamu sudah basahhh nih. Kita lanjut di ranjang yuk, jangan di sini, takut ada yang lihat ahhh ahhh," bisik Anne sambil mendesah.


Anne pun mendorong tubuh Robert ke dalam kamar, dan menutup tirai kaca balkon. Kemudian, dia segera mendorong tubuh Robert di atas ranjang itu. Anne menindih sosis itu dan mulai me-rolling sosis itu dengan area intinya, bergesekan dan bergoyang atas bawah.


"Wow, Sayang, kamu yang pimpin yah sekarang, please," kata Robert dengan tatapan mesum.


Lalu, Anne memasukkan sosis jumbo itu ke arah intinya. Posisi di atas ini membuatnya mudah melihat ekspresi suaminya. Perlahan dia mulai bergerak naik turun, setelah mulai terbiasa, dia menambah ritmenya lebih cepat. Matanya terpejam, mulutnya membentuk huruf O, tanda dia sedang fully on.

__ADS_1


Robert yang sedang menunggu di bawahnya, terpana melihat tarian indah Anne. Sesekali dia ikut menghentak pinggulnya ke atas sehingga penyatuan itu makin intens.


Dua daging kenyal beserta gantungan kismis cokelat berlompatan ke segala arah. Saat Anne kelelahan, dia menelungkup ke dada Robert tanpa melepas penyatuan mereka. Mulut Robert menangkap daging kenyal itu dengan tangkas. Dihisapnya kiri kanan bergantian, sedangkan tangannya asyik mengelus bokong Anne.


"Aku siap bangun lagi, Sayang," kata Anne sambil tegak lagi. Dicopotnya kismis dari rongga mulut suaminya bagai seorang ibu yang menyetop bayinya menyusu. Anne bergerak lagi seperti orang sedang mengendarai kuda. Robert makin mencapai puncaknya, dan tak lama kemudian keduanya mencapai pelepasan bersama.


"Ahhhhhhh ahhhhhhhhh," lenguh Anne dan Robert berbarengan. Mereka berpelukan mesra.


Matahari terbenam menjadi saksi bisu bersatunya dua sejoli ini. Sejenak mereka melupakan masalah kantor dan keluarga. Keduanya disegarkan dengan liburan ini, hasrat terpendam sudah tersalurkan.


Keduanya memutuskan untuk mandi dan berendam bareng karena badan mereka sudah berkeringat lengket semua, bahkan aroma pandan tercium kuat di paha dan bokong Anne.


"Rob, katakan jujur padaku. Selama kita bersama 3 tahun ini, apakah kamu pernah terangsang padaku, misalnya saat melihatku pakai piama, atau baju tank top dan hot pants, atau saat aku keluar dari kamar mandi di dapur dengan handuk saja?" tanya Anne penasaran saat mereka sedang main busa bareng.


Robert terdiam sejenak sebelum dia menjawab pertanyaan spontan istrinya.


***


Halo, dukung terus karya pertama author dengan klik like, vote, dan favorit, serta bagi koinnya jika berkenan ya. Thank you.

__ADS_1


IG @cindy.winarto


__ADS_2