
Tuan Ridhan segera menyuruh sopir dan kenek untuk mengirim orderan ke rumah Nyonya Mary. Sementara itu, Nyonya Mary masih berada di ruko tersebut untuk menjalankan misi dari Robert.
"Oh ya, istri Anda sakit apa Tuan Ridhan?" tanya Nyonya Mary pura-pura tidak tahu.
"Dia jatuh tertimpa pagar besi depan dan cedera lutut kiri Bu, lalu kemaren sempat jatuh lagi saat mau ke kamar mandi. Dokter spesialis bedah ortopedi bilang harus operasi untuk jahit ligamen lututnya itu. Tapi, dia takut dengan pisau operasi karena faktor umur dan biaya." Tuan Ridhan menjelaskan garis besarnya kepada Nyonya Mary sang pelanggan setia.
"Oh, begitu. Apa Tuan Ridhan pernah dengar tentang Dokter Dewa? Dia bisa mengakupunktur dan memijat sehingga cedera luar maupun luka dalam bisa sembuh tanpa pisau operasi. Bahkan dia tidak memungut biaya dan sering mengobati pasien jompo dan ekonomi terbatas dengan gratis pula. Kalau tertarik, saya bisa kenalkan dengan teman saya, namanya Tuan Keith Batra. Tempo hari dia jatuh dan kakinya terkilir, lalu dia diterapi akupunktur dan dipijat juga, sekarang sudah sembuh, sehat bugar pula. Mungkin teman saya itu bisa mengenalkan Anda secara langsung pada Dokter Dewa," ujar Nyonya Mary perlahan agar Tuan Ridhan tidak curiga.
"Oh, begitu. Ya, saya pernah dengar juga berita tentang Dokter Dewa itu. Tapi, dengar-dengar sosoknya sangat tertutup, dia tidak suka publikasi, dan bahkan nama dan fotonya saja tidak ada yang tahu. Maukah Nyonya Mary menceritakan hal ini pada istri saya di dalam?" tanya Tuan Ridhan.
__ADS_1
"Oh, boleh. Sekalian saya mau menengok Nyonya Sandra, tapi maaf saya tidak bawa buah sekarang ya," ujar Nyonya Mary sambil tersenyum.
"Tidak apa-apa Nyonya Mary. Istri saya pasti senang sekali ditengok oleh Anda, mari silakan lewat sini," kata Tuan Ridhan ramah. Dia berharap dalam hatinya agar istrinya bisa terbuka hatinya dan mau coba berobat ke Dokter Dewa itu, sekalipun sulit untuk menghubungi Dokter Dewa itu, tapi layak dicoba, bukan?
Nyonya Mary melihat sekeliling ruang tengah itu dengan ekor matanya dengan terkejut.
"Halo, Nyonya Sandra, bagaimana lututnya? Semoga lekas sembuh ya. Oh ya, tadi saya sudah cerita ke suami Anda tentang Dokter Dewa. Saya kenal seorang teman yang tempo hari diobati oleh Dokter Dewa. Teman saya itu masih kontak dengan Dokter Dewa sampai sekarang. Jadi, dia bisa bantu mengenalkan Anda pada Dokter Dewa itu. Tidak usah takut tentang biaya karena saya dan teman saya menolong dengan ikhlas, alias kami tidak akan meminta uang dari Anda," jelas Nyonya Mary sopan.
"Iya, Nyonya Mary, terus terang saya tertarik saat mendengar cerita Nyonya Mary tadi. Boleh tolong kenalkan saya dengan teman Nyonya Mary itu? Saya mau tanya tentang Dokter Dewa." Nyonya Sandra tampak antusias saat berbicara.
__ADS_1
"Oke, saya telepon teman saya dulu ya yaitu Tuan Keith Batra," ujar Nyonya Mary sambil mengambil ponselnya.
"Halo, Tuan Keith apa kabar? Saya mau minta bantuan Anda tentang Dokter Mary. Seorang kenalan saya sedang cedera parah. Bisakah Anda datang ke sini sekarang? Ini alamatnya di ruko Perusahaan Matrial Halinger," ujar Nyonya Mary.
Sebenarnya Tuan Keith sudah stand by di rumah Nyonya Mary dari tadi pagi. Sopir kantor Black Diamond Group sudah menjemputnya dan mengantarnya ke rumah Nyonya Mary untuk menjalankan rencana Robert.
***
Yuk dukung terus karya author dengan klik like, vote, dan favorit ya. Terima kasih.
__ADS_1