Suami Yang Tak Biasa

Suami Yang Tak Biasa
Part 67


__ADS_3

Sudah tiga hari berlalu sejak pemeriksaan hasil MRI dengan dr. Harris Lauw. Kondisi Nyonya Sandra kian memburuk saja.


"Spencer bagaimana menurutmu, apa Ibu harus dioperasi?" tanya Nyonya Sandra pada Spencer yang sedang berkunjung ke rukonya.


"Yah terserah Ibu saja. Tapi, kalau hanya dengan operasi itu Ibu akan sembuh, ya aku mendukung saja Bu. Jangan ditunda-tunda lagi. Demi kesembuhan Ibu. Kalau Ibu pertimbangan masalah biaya, jangan takut Bu. Utamakan kesehatan Ibu dulu daripada uang." Spencer mencoba membujuk ibunya agar mau dioperasi agar lekas pulih. Semakin ditunda, semakin parah saja sakitnya.


"Permisi, saya mau belanja," tukas Nyonya Mary di depan ruko. Dia celingak celinguk karena ruang toko tampak kosong.


Tuan Ridhan pun segera berlari untuk melayani tamu.


"Halo, Nyonya Mary. Maaf menunggu lama, saya sedang di ruang tengah menemani istri saya yang sakit. Nyonya mau beli apa?" tanya Tuan Ridhan cepat.

__ADS_1


"Oh saya mau beli pasir satu mobil dan sementara lima sak karena saya lagi membangun tembok belakang rumah saya. Tuan Ridhan, tolong orderan saya segera dikirim ya karena ditunggu mandor dan tukang saya sekarang. Berapa jumlah yang harus saya bayar, tolong WhatsApp saya ya, saya transfer sekarang." Nyonya Mary tampak terburu-buru juga. Kemudian, dia membuka ponselnya dan sekalian mengirimkan chat WhatsApp kepada Robert.


Nyonya Mary: [ Tuan Robert, saya sedang berada di ruko Perusahaan Matrial Halinger sekarang. Benar kata Anda, Nyonya Sandra masih sakit. Suaminya pun tampak kerepotan melayani tamu. Apa yang mesti saya lakukan, Tuan? ]


Robert: [ Nyonya Mary, tolong tanyakan kabar Ibu mertuaku, lalu katakan padanya untuk coba berobat pada Dokter Dewa saja. Katakan padanya bahwa Anda punya teman bernama Tuan Keith Batra yang sembuh setelah berobat padanya. Saya akan bicara pada Tuan Keith juga untuk memberi testimoni setelah berobat padaku. Saya juga akan memberikan nomor WhatsApp Tuan Keith kepadamu, tolong hubungi dia dan berkenalan dengannya. Saya percayakan semuanya pada Anda, Nyonya Mary. Saya yakin Anda bisa paham maksud saya dan alur semua ini, oke? ]


Nyonya Mary: [ Baik, Tuan Robert, saya paham maksud Anda. Saya akan kerjakan dan lapor lagi pada Anda nanti. Terima kasih. ]


***


"Halo Pak Keith, apa kabar? Bagaimana kondisi kaki dan sakit kepala Bapak, apa sudah sembuh kah?" tanya Robert ramah.

__ADS_1


"Ya, Nak Robert. Bapak sudah lebih sehat sekarang. Bagaimana, apa yang bisa Bapak bantu?" tanya Tuan Keith sopan.


"Ya ada Pak. Saya membutuhkan bantuan Bapak. Saya akan kenalkan Bapak kepada Nyonya Mary. Tolong ceritakan tentang Dokter Dewa kepada Nyonya Mary. Bila waktunya tiba nanti, Nyonya Mary akan mengenalkan Bapak kepada Nyonya Sandra dan Tuan Ridhan, mereka akan banyak bertanya kepada Bapak mengenai penyakit yang Bapak alami dan tentunya tentang Dokter Dewa. Kira-kira seperti itu Pak. Bapak boleh ceritakan kepada mereka semua tentang Dokter Dewa, intinya begitu. Terima kasih ya Pak," tutur Robert panjang lebar.


"Baik Nak Robert. Pasti ada sesuatu yang penting sekali sehingga Nak Robert akhirnya bersedia menceritakan jati diri Nak Robert sebagai Dokter Dewa. Bapak tidak akan bertanya lebih lanjut, tentunya Bapak akan sangat senang sekali bila Nak Robert suatu saat menceritakan detail persoalan yang Nak Robert hadapi hehehe," sahut Tuan Keith ceria.


Setelah berpikir sejenak, Robert pun menceritakan tentang garis besar masalahnya dengan mertuanya kepada Tuan Keith. Lalu, Tuan Keith pun paham apa yang sebenarnya terjadi dan langkah yang harus dia ambil berikutnya.


"Baiklah Nak. Bapak sudah paham apa yang terjadi. Bapak akan lakukan yang terbaik dalam hal ini dan semoga saja kedua mertuamu sadar dan bertobat, syukur bila mau minta maaf kepada Nak Anne," ujar Tuan Keith mantap.


"Oke Pak. Saya akan kontak Nyonya Mary agar segera menghubungi Bapak ya, terima kasih ya Pak." Robert pun mengakhiri percakapan itu.

__ADS_1


***


Yuk dukung karyaku dengan klik like, vote dan favorit ya teman-teman. Terima kasih.


__ADS_2