
Malam Minggu.
Setibanya di rumah, keduanya mandi dan bersih-bersih. Untuk mengambil hati istrinya, Robert memasak ala-ala teppanyaki dan sliced beef goreng mentega, lengkap dengan salad selada sayur.
Sepertinya mood Anne sudah balik membaik sekarang. Sambil makan, keduanya mengobrol bersama.
"Rob, coba ceritakan padaku tentang masa kecilmu dan orang tuamu dong. Kamu tahu segalanya tentang aku, tapi aku belum tahu banyak hal tentang kamu," ujar Anne serius.
"Apa lagi yang mau kamu tahu tentang aku, Sayang? Kamu 'kan sudah tahu luar dalamnya aku hehehe," ujar Robert cekikikan.
"Hei, bukan 'itu' yang kumaksud ya, dasar mesum. Maksudku adalah ceritakan tentang dirimu, orang tuamu, masa kecilmu, sekolahmu dulu apa, hobimu, dan seterusnya. Ayo, cepat cerita, aku penasaran sekali," sahut Anne sebal.
"Tidak ada yang spesial dari diriku. Aku 'kan menantu yang tidak dianggap oleh keluargamu." Robert merajuk, dia ingin tahu seberapa besar usaha Anne untuk merayu dirinya agar mau bercerita tentang masa kecilnya.
"Ih kok kamu begitu sih? Awas ya, kalau tidak mau cerita, malam ini tidur di kamarmu sendiri, tidak ada jatah," ancam Anne kesal. Moodnya gampang berubah-ubah belakangan ini dan yang jadi sasaran kekesalannya adalah suaminya.
__ADS_1
"Aku tidak mau cerita ah kalau kamu marah-marah, ya sudah aku tidur dulu," ujar Anne ketus sambil beranjak pergi dari kursi makan.
"Hei, jangan marah-marah ah, sini dulu, kiss dulu baru aku cerita semuanya," kata Robert sambil menarik tangan Anne dan menariknya ke pangkuannya.
"Tidak mau ah, kalau sudah kiss pasti bablas ke kasur," ujar Anne seraya mencoba kabur dari lilitan tangan suaminya. Dia sudah tahu kebiasaan mereka selama ini, yang ujung-ujungnya pasti gulat di kasur setiap malam, tidak pernah absen.
Robert makin mengencangkan pelukannya dan segera melalap bibir manis istrinya, satu tangannya memegang leher istrinya agar tidak menghindar.
"Hmppph aku tidak mau ah," ujar Anne terengah-engah. Tangannya memukul dan meronta-ronta.
Anne pun tersulut gairah saat suaminya melucuti lingerie renda tipisnya dengan paksa. Robert sudah melempar ****** ******** ke sudut kamar. Matanya melotot melihat makhluk cantik tanpa sehelai benang pun tengah berbaring telentang, dan dia amat tergoda mencicipi bakpao putih besar berpucuk kismis itu. Seluruh tegangan dalam dirinya terpusat pada bagian bawah tubuhnya yang sudah tegak berdiri.
"Bersiaplah Sayang, sosis datang," seru Robert yang hendak naik kasur.
Anne malam ini ingin jadi pasif saja, dia sedang tidak terlalu mood, walaupun sesungguhnya dia menikmati pelayanan intim dari suaminya malam ini. Anne segera telungkup di kasur.
__ADS_1
"Gaya kodok saja, Rob," ujar Anne sambil telungkup.
"Auhh Sayang, kalau gaya kodok, sosisku terlalu kejepit di punyamu, jadi aku cepat muncrat," ujar Robert dengan nada protes. Tak bisa dia pungkiri, lubang inti istrinya betul-betul sempit dan menjepit miliknya dengan kencang. Namun, mau tak mau dia menuruti keinginan istrinya dan segera menyatukan kedua miliknya dan bergoyang penuh irama. Betul-betul persis seperti sepasang kodok di kolam. Tangan Robert mendekap dan memerah dua semangka jumbo kesayangannya sambil mencium bibir istrinya dari samping.
"Ahhh Anne, ahhh enakkkk ouhhhh ouhhh aku mau keluar," seru Robert keras.
Keduanya saling berpelukan erat dan berciuman mesra saat pelepasan itu tercapai.
"Robbbbb, ahhhh aku getar, Sayang ohh enakkkk Sayanggg," jerit Anne tak kuasa menahan getaran nikmat di area intinya yang basah kuyup oleh lahar putih pandan lengket.
"Anne ahhhhh ohhhhh pahaku lemas, Sayang ohhhh," ujar Robert sambil menindih Anne saat pelepasan itu selesai. Memang hanya milik istrinya yang sanggup memuaskannya. Lalu, dia berbalik badan dan berbaring di sisi istrinya, dan langsung menghirup sepasang kantong minuman favoritnya.
"Aku sudah memberimu kenikmatan, Sayang. Ayo tepati janjimu untuk bercerita tentangmu," ujar Anne pada bayi besarnya itu. Sang bayi masih asyik minum susu dengan khusyuk.
***
__ADS_1
Yuk dukung terus karya author dengan klik like, vote dan favorit dan bagi koinnya jika kamu suka ya. Terima kasih.