
Setelah beberapa saat diperiksa oleh suster dan dokter jaga, mereka memutuskan untuk merujuk Nyonya Sandra ke dokter spesialis bedah ortopedi untuk pemeriksaan lebih lanjut.
"Mohon ceritakan kronologis kejadian Anda sakit ya Nyonya," ujar dokter Harris Lauw.
"Sekitar dua minggu yang lalu saya jatuh tertimpa pagar besi, dokter, kena ke lutut kiri saya. Saya tidak berobat ke rumah sakit saat kejadian itu, saya hanya kompres pakai arak gosok saja. Lalu, karena sakitnya tidak hilang-hilang, kemaren saya minta tolong suami saya pijat lutut kiri saya, lalu dia pijat keras-keras, akibatnya malah makin sakit dan saya makin tidak bisa berjalan. Jadi, akhirnya hari ini saya ke rumah sakit untuk berobat." Nyonya Sandra coba menjelaskan garis besar penyakitnya kepada Dokter Harris.
"Baik, Nyonya. Coba berbaring di kasur itu ya, saya mau periksa kondisi Nyonya. Jalan pelan-pelan saja," ujar dokter Harris.
"Aduh sakit sekali, saya susah jalan, dokter. Hiks hiks," ujar Nyonya Sandra seraya bangun dari kursi rodanya tertatih-tatih.
Akhirnya, Nyonya Sandra bisa berbaring telentang juga di kasur.
__ADS_1
"Saya coba gerakkan kaki Anda ya. Kalau begini sakit kah Nyonya?" tanya dokter Harris sambil menggerakkan kaki kanan dan kiri Nyonya Sandra.
"Aduuuhhh, sakit sekali dokter, yang kaki kiri dan lutut kiri saya, huuuu huuu," tangis Nyonya Sandra keras-keras. Sang dokter masih terus menggerakkan kaki Nyonya Sandra untuk memeriksa lebih lanjut.
"Baik, sekarang coba tengkurap ya, Nyonya," ucap dokter Harris sabar. Dia paham rasa sakit yang dialami Nyonya Sandra dan sebelum memutuskan apa penyakitnya.
"Aduhhh sakit dokter, saya tidak bisa bergerak miring, mungkin agak lama saya sampai bisa tengkurap, dokter huuu huuu," tangis Nyonya Sandra stres.
"Nyonya, saya buatkan surat pengantar untuk MRI ya. Tampaknya sakit Anda amat serius. Kaki masih bisa bergerak, memar pun tidak ada, lecet pun sudah hampir hilang, tapi anehnya kaki Anda masih nyeri. Saya harus memeriksa saraf dan otot lutut dan kaki Anda secara menyeluruh agar ketahuan jelas penyebab sakitnya," jelas dokter Harris.
"Oke, dokter. Saya akan coba tanya ke bagian radiologi apakah bisa MRI sekarang juga," ujar Tuan Ridhan. Dalam hatinya dia juga takut karena biaya MRI itu sangat mahal. Namun, karena keadaan istrinya sudah sangat kesakitan, jadi mau tidak mau dia harus menuruti saran dokter untuk MRI.
__ADS_1
***
Sementara itu, di kantor Anne.
"Aduh, pusing aku dengan PO si DD Group ini. Tapi, aku coba tanya saja dulu ke tim logistik apa mungkin bisa dapat 1 container per minggu dengan 1 week shipment gap. Lalu, coba kutanya dulu ke tim dokumen untuk permintaan dokumen dari DD Group ini." Anne sudah menceritakan semuanya kepada teman sesama sales support.
"Coba kamu email ke sj Denise dan propose standard spec snack untuk area Amerika Latin, siapa tahu dia setuju saja, sabar ga, Anne," ucap Deasy sabar. Tumben sekali Deasy bisa memberi ide cemerlang nan bijaksana.
"Oke baiklah, aku akan coba email ke si Denise. Sekalian aku mau tulis juga tentang pengiriman dan dokumen. Baiknya langsung 4 container per minggu untuk hemat ongkos kirim. Dokumen ekspor akan langsung diurus, dan butuh waktu kurang lebih 2 minggu karena harus legalisir ke kantor pemerintah dan sebagainya," ucap Anne sambil meminta pelipisnya. Pusing meladeni permintaan Denise yang aneh-aneh. Anne pun segera mengetik email itu untuk Denise.
***
__ADS_1
Yuk, dukung terus karya author dengan klik like, vote, dan favorit ya. Terima kasih.