Suami Yang Tak Biasa

Suami Yang Tak Biasa
Part 40


__ADS_3

At the swimming pool.


Anne memakai bikini two piece warna jingga muda berbahan lace terawang. Belahan tubuh depan dan belakangnya terpapar sempurna. Tampaknya bikini itu memperlihatkan seluruh tubuhnya dengan jelas dan hanya menutupi bagian yang esensial saja.


Bikini itu membuat Anne tampak seperti wanita penggoda sekarang, dan Robert suka itu! Sesuatu dari bagian bawahnya langsung mengeras.


Yah Anne memang suka menjadi penggoda untuk suaminya. Dia harus menjaga Robert lebih ketat sekarang dari wanita lain, seperti wanita yang tadi tidak sengaja menubruknya di lorong kamar hotel.


Robert menepuk bahu belakang Anne yang dan mengajaknya menuju swimming pool. Anne balas mengelus belakang lengan Robert juga.


Gairah keduanya sudah meletup sejak makan malam mereka di private room tadi. Mereka saling merangkul dengan antusias.


Swimming pool itu tdk terlalu besar, dan di sisi kanannya terdapat rumah paviliun kecil. Di sisi kiri terdapat beberapa kursi kayu panjang, meja makan dan tenda agar tidak kehujanan.


Anne terkikik geli membayangkan ronde gulat di dalam kolam, kursi kayu panjang dan paviliun itu. Stamina Robert memang patut diacungi jempol, sungguh tak kenal lelah. Anne cukup bersantai ria saja nanti.


Robert memeluk Anne dari belakang dan bertanya, "Mau coba yang mana dulu Sayang? Pasti kita akan berakhir dengan gulat juga kok di semua area ini haha."


Sekarang Anne menggandeng Robert ke arah kursi kayu panjang, dan berkata dengan nada genit, "Bukannya kamu minta aku pijit? Sini aku pijitin dulu sebentar Sayang."


"Oke Sayang," sahut Robert sambil telungkup di kursi kayu panjang itu.


Anne segera mengambil minyak zaitun dari nampan dan mengoleskan di jarinya dan di punggung Robert. Anne duduk di atas paha Robert dan dengan telaten dipijitnya leher, bahu, tangan, dan punggung suaminya. Sesekali dia juga memeluk Robert dan mengusapnya penuh sayang. Kemudian dia menekan punggung Robert agar pegalnya hilang.


"Ini ceritanya, pijat enak ala istri tersayang, enak 'kan? Nikmati saja, Sayang," ujar Anne menjelaskan tingkah absurd-nya itu.

__ADS_1


Berikutnya Anne pindah duduk ke sela-sela kaki Robert dan mulai memijat area belakang, paha, betis, dan kaki. Tangan putih halusnya terasa hangat di permukaan kulit pantat Robert.


Anne segera membuka celana Robert dan perlahan tangannya memijat ke bagian depan dan belakangnya, dan tak lama kemudian keduanya menyatu di sana. Berikutnya mereka melanjutkan sesi hiburan selanjutnya di kolam renang, lalu terakhir membersihkan diri di paviliun kecil dan melanjutkan istirahat malam di sana sambil memandang keindahan bintang di langit.


***


Hari-hari liburan sudah berlalu dengan cepat. Liburan sekaligus bulan madu telah usai. Tak terasa sudah hari Jumat. Siang ini mereka akan flight kembali ke Jakarta. Saatnya kembali ke rutinitas hidup sehari-hari.


Oleh-oleh makanan dan barang lainnya sudah dibungkus rapi. Besok Anne berencana untuk membawa semua barang oleh-oleh itu ke rumah orang tuanya, sekaligus menengok Oma Tinka.


Saat ini mereka sedang menikmati makan pagi di restoran lobby hotel. Tiba-tiba saja Denise datang dan menyapa Robert di meja makannya.


"Hai, masih ingat denganku? Kenalkan, namaku Denise Medison," ujar Denise antusias sambil menyodorkan tangannya untuk bersalaman.


"Aku Robert dan ini istriku Anne," ujar Robert dengan tatapan tanpa ekspresi. Dia tidak menyambut uluran tangan Denise. Tatapan Denise seperti ingin melahap Robert saja. Jadi, Robert menekankan bahwa dia sudah menikah.


"Bolehkah aku dan ibuku duduk makan bersama kalian di sini?" tanya Denise lagi, mencoba mencari kesempatan lagi.


"Tidak bisa, kami sudah selesai. Yuk, kami permisi dulu ya," sela Anne yang langsung berdiri menggandeng Robert pergi.


Denise sebal sekali melihat keduanya pergi. Ibunya datang dan mengajaknya duduk di meja lain.


"Robert, semoga suatu saat kita bisa ketemu lagi ya dan berkencan," batin Denise.


***

__ADS_1


"Ih, dasar ulat bulu, maunya nempel-nempel dengan laki ganteng. Sayang, awas ya kalau kamu ketemu dia lagi, langsung pergi saja, tak usah sapa-sapa. Jangan kecentilan yah, awas kamu kalau berani selingkuh. Jangan kasih nomor ponsel kamu ke dia," ujar Anne berapi-api.


"Sayang, kamu cemburu ya?" tanya Robert sambil mencubit hidung Anne. Hatinya senang karena Anne cemburu. Anne dulu adalah sosok yang pendiam dan cuek terhadapnya, tidak pernah menunjukkan perasaannya secara terbuka.


"Kamu jawab iya atau tidak? Atau nanti malam, besok dan seterusnya kamu balik tidur sendiri di kamarmu, tidak ada jatah!" ancam sang nyonya.


"Oke, iya aku ikut semua aturan dan perintah Anda, Nyonya Besar," kata Robert dengan gaya hormat kepada Anne.


"Siapa lebih cantik, aku atau ulat bulu itu, jawab jujur!" seru Anne.


"Sayang, tentu saja kamu adalah yang tercantik di hotel ini," jawab Robert mencari aman.


"Hanya sehotel ini saja?" tanya Anne dongkol.


"Kamu tercantik sedunia, Sayang." Robert sudah ketar-ketir takut diusir balik ke kamarnya. Bisa bahaya ini, dunia percangkulan bisa vakum, dia takut cangkulnya bisa patah bila kelamaan tidak bertani di kamar istrinya.


Anne langsung tersenyum puas dan mengajak Robert turun ke lobby untuk check out. Mereka sudah memesan taksi online menuju ke Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Pesawat akan berangkat dua jam lagi. Liburan telah usai.


"Semoga dia lekas tumbuh ya," ujar Robert seraya mengelus perut rata istrinya.


"Amin, semoga ya Sayang," ujar Anne senang. Ya semoga kerja keras mereka bertani segera berhasil dan Robert junior segera launching.


***


Yuk dukung terus karyaku dan klik like, vote, favorit dan bagi koinnya jika kamu berkenan ya. Thank you

__ADS_1


__ADS_2