Suami Yang Tak Biasa

Suami Yang Tak Biasa
Part 36


__ADS_3

"Rob, bangunkan aku, aku mau duduk di atasmu. Gaya kuda, Sayang. Aku yang genjot, kamu nikmati saja," ujar Anne genit.


Robert segera menarik bantal dari bawah bokong Anne dan menarik tangannya untuk membangunkannya, tanpa melepas penyatuannya. Posisi Anne sekarang duduk di atas paha Robert dan mendekap lehernya erat. Lalu, pantat Anne mulai menggenjot suaminya seperti kuda dengan kecepatan penuh. Saat dia lelah, kecepatan genjotannya pun ikut turun, dan dia menggilas sosis jumbo itu pelan-pelan seperti orang yang sedang menggilas baju pakai tangan. Dia bisa merasakan area intinya basah dan si sosis jumbo itu juga melelehkan cairan pelumas.


Robert mendekap punggung Anne erat, sembari menyantap lahap daging putih kenyal plus cantolan kismis cokelatnya. Keduanya menggila di atas ranjang, saling berciuman, berpelukan, bercumbu, bergoyang bareng, lalu menjalari tubuh pasangannya dan bersatu penuh nikmat.


Anne mencapai pelepasannya yang pertama kali dengan gaya kuda ini. Sela-sela area intinya gemetaran nikmat tiada tara, tubuhnya menggelepar lemas di dalam dekapan Robert. Seketika raungannya menggema keras di kamar.


"Sayanggggggg, ahhhhh ahhhh aku getarrrrrrr," teriak Anne keras sambil menahan nikmat getaran surga di area intinya. Tangannya meremas kepala Robert dan menjambaknya untuk melampiaskan kenikmatan di **** *************. Dadanya bergemuruh hebat.


Robert yang tengah asyik menyedot susu pun ikut menjerit senang, "Ouhhh hmmmphh Sayang, kamu getar yaahhh, ohhh cairanmu banjirrr Sayang."


Robert melepaskan dekapannya, lalu berbaring telentang. Salah satu impian liarnya adalah melihat dan merasakan istrinya yang aktif menggenjotnya, sedangkan dia menjadi Tuan Besar yang dilayani budak seksnya. Dia ingin menikmati goyangan setiap bagian tubuh istrinya terutama dribble-an dua semangka besar itu, lalu dia ingin menyatu dan melepas kenikmatan bersama istrinya yang horny itu.


Pandangan kedua netranya terpaku pada gerakan sensual istrinya. Akhirnya dia bisa, mewujudkan fantasi liarnya dari hasil menonton video dewasa dulu. Anne betul-betul tampak menghayati setiap gayanya menggoyang hot si sosis jumbo.


Rambut Anne terurai berantakan di punggungnya. Matanya merem melek dan bibirnya sedikit terbuka, pertanda sedang fully on, mirip pecandu sabu yang sedang fly. Kedua tangannya bertumpu di perut Robert saat asyik mengulek sosis jumbo maju mundur. Sesaat kemudian, goyangannya berganti menjadi celup atas bawah atau seperti orang memukul paku. Peluh bercucuran di dahinya. Ranjang bergetar hebat karena goyangan mantap-mantap Anne.


Sesekali Robert ikut menghentak pantat Anne ke atas bawah, sembari aktif meremas dua bukit Anne yang berloncatan ke sana ke sini seperti bola basket yang di-dribble. Anne balas meremas dua bola bakso dan menjambak lembut rambut lebat di sekitar pangkal sosis jumbo itu.


"Wuuuh Anne, Sayang auwww kamu sudah seperti aktris film panassss, auhhhh ohhhh enakkkk, lagi Anne, genjot aku terus, sosisku sedikit lagi mau muncrattt," ujar Robert terengah-engah. Dia merasa pangkal sosisnya mulai cegukan dan sebentar lagi akan mencapai puncak kenikmatan, dan dia sudah bersiap-siap untuk pelepasan.

__ADS_1


"Auhhh iyaaa Sayang, aku juga mau getar lagi nihhh," desah Anne penuh nikmat dan kecanduan. Muka keduanya sudah seperti orang *****.


Lalu, tibalah pelepasan itu, mereka saling meneriakkan nama pasangannya dengan penuh cinta.


"Robbb, Sayanggggg."


"Anne, auhhh Sayangggggg."


Anne lemas seketika dan menelungkupkan tubuhnya ke dada Robert, tanpa mencabut batang sosis itu. Lelehan hangat berbau pandan kuat mengalir di inti Anne dan selangkangannya. Robert memeluk mesra Anne dan mengecup pucuk kepala Anne, kemudian mengelus pantat Anne yang kencang. Perlahan dia mencabut sosisnya dan membaringkan Anne di sisinya.


"Terima kasih Sayang, kamu sungguh aduhai, goyanganmu membuatku fly. Aku senang bisa mempraktikkan gaya-gaya dari film dewasa yang sering kutonton," tandas Robert puas sambil menyeka keringat di dahi Anne.


Anne terlalu lelah dan lemas untuk menjawab, lalu merespons ucapan Robert dengan mengulum mesra bibir tebalnya.


Anne segera menaikkan badannya ke atas sedikit lalu memasukkan pabrik susunya untuk menyumpal mulut Robert.


Robert segera menyontok gundukan putih kenyal itu dengan cepat dan lahap. Dia sudah paham bahwa istrinya suka bila kedua bukitnya dihisap, diremas, ditekan, diraba, dan dimainkan olehnya. Size bukit kembar Anne memang besar sekali sehingga bisa memuaskan dahaga suaminya. Setiap suami pasti suka bila punya istri dengan dada besar dan montok, 'kan? Begitu juga dengan Anne. Salah satu impian Anne di diary-nya adalah bisa bercinta dengan suaminya seperti di novel romantis dan film dewasa yang pernah ditontonnya, dan memuaskan suaminya dengan dua bukit besarnya.


Anne mengusap lembut wajah dan rambut Robert yang tengah asik menghisap kismisnya. Tangan Robert pun ikut meremas bagian putih kenyal nya, dia mirip bayi rakus yang sedang minum ASI dengan lahap, kemudian dia pindah ke bukit sebelahnya dan melanjutkan sedotannya. Setelah puas menyusu, Robert pun melepas mulutnya dari kismis dan memeluk Anne. Lalu, keduanya tidur bersama tanpa sehelai benang pun hingga fajar pagi.


***

__ADS_1


Keesokan harinya, Robert membangunkan Anne untuk bersiap mandi dan sarapan pagi di restoran lobby. Dia segera menyiapkan bak mandi air hangat dan tetesan aroma terapi di dalamnya.


Keduanya melakukan ritual mandi bersama dan bercumbu. Karena ingin mengejar jam sarapan pagi, penyatuan dan pelepasan kilat mereka lakukan.


Setelah berpakaian, keduanya turun ke lobby. Robert meminta manajer hotel untuk mengatur pelayan membersihkan kamar mereka dan mengganti seprei.


Pagi ini Anne memakai dress selutut warna peach, dan Robert memakai kaos santai dan celana pendek. Timbul ide nakal di kepala Robert untuk menjahili istrinya nanti. Kali ini Robert meminta manajer hotel menyiapkan private room untuk mereka dan juga menyuruh manajer hotel mengatakan pada Anne bahwa ini adalah surprise hadiah dari pihak hotel.


Sesampainya di depan restoran, sudah ada manajer hotel dan dua orang staff restoran menyambut.


"Selamat pagi, Tuan Robert dan Nyonya Anne. Hari ini Hotel Diamond Park memberikan hadiah untuk tamu hotel yang pertama kali menginap di hotel kami. Sarapan pagi istimewa di private room kami. Selain itu, berbagai voucher gratis untuk menikmati fasilitas hotel kami. Mari saya antar ke private room," ujar Tuan Alan Fieri, manajer hotel.


"Terima kasih Tuan Alan, saya dan istri saya sungguh senang menginap di hotel ini. Kami akan memberikan testimoni positif di web Hotel Diamond Parkir," sahur Robert sebang, sebelah matanya mengedipkan kode pada Tuan Alan.


"Wah, terima kasih Tuan Alan," ucap Anne senang.


Tentu saja ini semua ide cemerlang Robert agar Anne menikmati liburan mereka tanpa takut masalah biaya.


***


Yuk, dukung terus karya author dengan klik like, vote, favorit dan bagi koinnya jika berkenan ya. Terima kasih.

__ADS_1


IG @cindy.winarto


__ADS_2