Suami Yang Tak Biasa

Suami Yang Tak Biasa
Part 71


__ADS_3

Akhirnya Robert dan Anne tiba juga di lokasi yang disebutkan oleh Pak Keith. Tidak lain tidak bukan adalah ruko Perusahaan Matrial Halinger.


"Lho kok kita malah ke ruko orang tuaku, Sayang? Apa kamu tidak salah baca alamat dari Pak Keith? Coba dicek lagi?" tanya Anne kebingungan.


"Iya betul kok, Sayang. Apa jangan-jangan Pak Keith kenal dengan orang tuamu? Dunia benar-benar sempit ya kalau benar begitu," sahut Robert dengan muka polos. Dia berusaha agar Anne tidak curiga padanya.


Anne dan Robert pun segera keluar dari mobil dan menuju ruang tengah tempat ibunya berbaring.


"Halo, Ayah, Ibu, Spencer," sapa Anne yang disambut anggukan kepala oleh keluarganya.


"Lho, Pak Keith ada di sini?" tanya Robert kepada Pak Keith.

__ADS_1


"Dokter Dewa, apa kabar? Anda mengenal Keluarga Halinger kah?" tanya Tuan Keith sambil mendekati Robert dan menjabat tangannya.


Sontak seketika Keluarga Halinger terkejut mendengar sapaan Tuan Keith kepada Robert, menantu yang tak dianggap.


"Tuan Keith, apa maksud Anda, Dokter Dewa itu adalah Robert ini? Apa Anda tidak salah orang?" tanya Tuan Ridhan dengan muka terkejut.


"Tidak, Tuan Ridhan. Dokter Dewa adalah Tuan Robert ini. Saya tidak berbohong," tegas Tuan Keith.


"Hei, Spencer. Hati-hati bila bicara. Suamiku bukan penipu. Aku tidak tahu bahwa dia adalah Dokter Dewa yang terkenal itu karena dia tidak pernah pamer kepadaku. Tapi, dia memang


bisa melakukan terapi akupunktur dan pijat. Dialah yang selama ini merawatku ketika sakit saraf kejepit dan back pain-ku kambuh," ujar Anne panjang lebar. Dia ingin membela suaminya bahwa tidak ada kebohongan sedikit pun dalam kemampuan suaminya.

__ADS_1


"Anne, kamu diam saja. Kalau memang benar dia Dokter Dewa, kenapa selama ini tidak pernah cerita kepada kami?" ujar Nyonya Sandra kesal.


"Bu, Robert tidak suka pamer. Lagi pula, bila kalian semua tahu dia adalah Dokter Dewa, apa kalian akan memperlakukannya dengan lebih baik dan ramah? Toh, dia pun tidak pernah mengambil uang dari pasiennya, semua gratis. Keuangan kami tetap sama saja, 'kan?" sahut Anne lagi. Hatinya kesal sekali mendengar keluarganya sendiri meragukan Robert.


"Ehem ehem. Jadi, bagaimana Tuan Ridhan dan Nyonya Sandra. Bila kalian tidak memercayai saya dan Dokter Dewa, apalagi ternyata Dokter Dewa adalah menantu kalian sendiri, maka lebih baik kami pulang saja. Nyonya Sandra, saya sarankan Anda segera putuskan untukk berobat agar lutut kiri Anda lekas sembuh. Permisi, saya pulang dulu," ujar Tuan Keith tegas. Dia sangat kesal dengan sikap Keluarga Halinger yang sangat merendahkan Robert sangat Dokter Dewa. Kalau saja bukan karena Robert, sudah keluar kata-katanya mengomeli Keluarga Halinger. Lalu, dia pun segera melangkahkan kakinya keluar dari ruko tersebut.


Robert masih diam saja menyaksikan semua itu. Sebenarnya dia pun ingin membantu ibu mertuanya agar lekas sehat, tetapi ada sesuatu yang harus dia bereskan dulu sebelum mengobati ibu mertuanya itu. Dia ingin mereka minta maaf dengan tulus kepada Anne dan membagi hartanya dengan adil kepada Anne. Namun, dia pun tidak yakin mereka akan mau mengabulkannya. Entahlah. Dia tidak tahu bagaimana kelanjutan setelah ini.


"Kalau kau memang benar Dokter Dewa, segera obati ibuku. Tapi, kau harus menjamin bahwa kau akan berhasil mengobatinya dan tidak ada efek samping apapun." Spencer menantang Robert dengan congkak.


***

__ADS_1


Yuk dukung terus karya author dengan klik like, vote, dan favorit ya. Terima kasih.


__ADS_2