Suami Yang Tak Biasa

Suami Yang Tak Biasa
Part 60


__ADS_3

Jam dinding menunjukkan pukul sepuluh pagi. Tuan Andres dan Tuan Heinzel sudah stand by di ruang meeting lantai 3. Tiba-tiba terdengar suara langkah sepatu masuk ke ruangan lantai 3 itu.


"Tap, tap."


Semua staf sedang fokus bekerja, tapi grup Anne masih menyempatkan diri untuk mencuri lihat tampang petinggi DD Group. Betapa terkejutnya Anne saat melihat siapa yang datang, ternyata si Denise!


"Oh my God, dunia ini sempit sekali," keluh Anne dalam hatinya. Matanya menyipit saat melihat penampilan Denise dengan rambut blondenya, dan baju dress kerja. Pakaiannya jauh lebih tertutup dan sopan karena dia datang untuk meeting di kantor Era Mas. Sementara asistennya memakai setelan blazer dan celana panjang hitam.


"Selamat datang di Perusahaan Era Mas Nona Denise Denziman dan Nona Trecia Galdi," sapa Tuan Andres ramah sambil memberikan tangannya untuk berjabat tangan.


Denise dan asistennya menyambut uluran tangan Tuan Andres serta juga berjabat tangan dengan Tuan Heinzel.


"Mari kita bicara di ruang meeting saja," kata Tuan Heinzel sambil menunjukkan ruang meeting di lantai 3.

__ADS_1


Tak lama kemudian terdengar suara tawa riuh dari ruang meeting. Asha dan Dila bolak-balik keluar masuk ruang meeting untuk menyuguhkan minuman dan camilan kue-kue dan aneka gorengan, seperti risol dan pastel.


"Heboh sekali Tuan Andres saat tertawa ya, semoga negonya berhasil ya," ucap Rey Ho penuh harap.


"Amin, biar kita ada kerjaan ya, tidak gaji buta ha ha ha upsss," ucap Deasy keceplosan sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"Huss, dinding bertelinga di sini, jangan banyak komentar, open group WA saja he he he," ujar Amy berbisik-bisik.


"Hmm, bisa repot urusannya nih bila si Denise jadi buka PO, semoga saja bukan regionku lah," gumam Anne dalam benaknya.


"Oke," sahut Anne, Amy, Lisa, Deasy, Rey, dan Leny kompak.


Setibanya grup sales support di ruangan meeting, Tuan Andres segera berbicara, "Halo semua, perkenalkan mereka adalah Nona Denise dan Nona Trecia dari DD Group. Mereka akan menjadi customer kita mulai bulan depan, untuk region Amerika Latin, Eropa, Afrika India. Tim sales support yang akan membantu DD group adalah Anne, Amy, dan Deasy. Kalian saling bekerja samalah yang baik ya demi new customer kita, DD Group," tukas Tuan Andres lugas.

__ADS_1


Mata Anne bersirobok dengan mata Denise. Keduanya saling mengenali dan kemudian Denise berinisiatif menjabat tangan Anne.


"Halo, kita ketemu lagi, Anne." Denise tersenyum smirk yang terlihat amat menyebalkan bagi Anne.


"Halo, Nona Denise," sapa Anne berusaha sopan dan ramah.


"Apakah kalian saling mengenal sebelumnya?" tanya Tuan Andres ingin tahu.


"Ya, kami bertemu dan berkenalan di Bali saat liburan bulan lalu," sahut Denise cepat-cepat seakan-akan tidak mau kalah dari Anne.


"Senang akhirnya kita bisa bertemu lagi dan bekerja sama Anne," ujar Denise misterius.


Anne mencium aroma tidak baik dari perkataan Anne tadi. Dia harus super ekstra hati-hati saat mengurus orderan DD Group nanti, apalagi region yang ditujunya adalah Amerika Latin yang penuh dengan politik dan birokrasi yang ribet. Tiba-tiba saja Anne merasa seluruh kebahagiaannya hari ini buyar karena ketemu dengan si Denise. Sepertinya Denise mau balas dendam karena Robert tidak mau berteman dengannya di Bali.

__ADS_1


***


Yuk dukung terus karya author dengan klik like, vote, favorit dan bagi koinnya jika kamu suka ya. Terima kasih.


__ADS_2