
Dengan wajah datar juga kilat amarah, Arkhan masuk ke dalam rumah, Ia melirik sekitar dan tidak menemukan siapapun.
Biasanya wanita manis nan jelita itu sedang menunggunya pulang bahkan bisa sampai tidur di shofa ruang tv.
cklek
pintu kamar terbuka, pemandangan pertama yang ia lihat adalah istrinya yang sedang tidur meringkuk bergelung selimut tebal sampai menutupi sebagian wajahnya.
Di hampirinya Zahra seraya mengelus rambutnya dan mengecup pucuk kepalanya cukup lama, Arkhan tersenyum memandangi wajah cantik nan damai sang istri " Sayang." Panggilnya lirih, Kebutuhan biologisnya terus meronta hanya dengan memandang wajah juga rambut panjang sang istri.
" Sayang, Bangun yuk." Sambil mengusap pipi Zahra, dan hasilnya pun tidak sia sia, Wanita cantik itu terbangun sambil mengerjap ngerjapkan matanya berusaha sadar " Eh, mas udah pulang ?." Tanya Zahra sambil bangkit dari tidurnya.
Arkhan tersenyum " Mas ganggu ya sayang ?." Zahra hanya menggeleng sambil tersenyum.
" Hmm, aku siapin air hangat dulu ya buat mandi." Sambil beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi, Di dalam ia terus memantapkan hati, meyakinkan semuanya akan baik baik saja, memastikan bahwa dia kuat, dan penuh rasa sadar.
" Mas, airnya udah siap."
__ADS_1
" Iya makasih ya, mas mandi dulu." Zahra hanya mengangguk.
Masih menggunakan handuk yang melilit pinggangnya, Arkhan menghampiri Zahra yang masih asyik bermain ponsel sambil bersandar di kepala ranjang.
" I want you tonight honey." Ucapnya serak plus berat di samping telinga Zahra seraya mengecup singkat.
Zahra hanya mengangguk dan ya mulai memanjakan suaminya meski dengan hati yang sakit, tapi apa yang bisa ia perbuat ? hanya terdiam sambil sesekali meneteskan air mata, Sejujurnya ini berat untuknya dan untuk para wanita di luar sana.
Di paksa tersenyum dan liar di saat bersamaan dengan hati yang sakit karena sebuah penghianatan.
ingin menolak, apa Zahra sanggup ? Jawabannya tidak, kenapa ? ini tentang janji yang di ucapkannya dulu pada sang pencipta saat menetapkan hatinya pada laki laki yang sedang menggaulinya saat ini, Tentang cinta, iya dia sudah terlanjur jatuh terlalu, dalam perangkap manis yang Arkhan berikan.
Hari hari seperti biasa, Zahra dengan topeng manisnya masih melayani Arkhan bagaimana semestinya.
Arkhan sudah menuruni tangga dan menghampiri Zahra yang sedang menata beberapa piring berisi sarapan untuknya.
Arkhan hendak mencium pucuk kepala istrinya namun dengan gerakan cepat Zahra menghindar, ia mundur beberapa langkah menyisahkan tanda tanya pada Arkhan.
__ADS_1
" Maaf mas, belum keramas." jawab Zahra beralasan.
Arkhan tidak ambil pusing dengan penuturan istrinya itu, ia hanya makan dengan diam sambil sesekali melirik Zahra yang tampak berbeda beberapa hari ini.
Seperti saat ini, Wanita cantik itu pada dasarnya tidak menyukai warna gelap, ia lebih menyukai warna cerah namun terkesan kalem tapi kali ini Zahra memakai pakaian berwarna hitam, Sudah beberapa hari belakangan Zahra selalu memakai gamis yang memiliki warna sama meski model dan pernak perniknya beda.
" Hmmm sayang ?."
" .... " Zahra hanya mendongak dan bermuka datar.
" Mau ikut mas ke kantor ?." Ajak Arkhan ragu.
Zahra hanya menggeleng pelan lalu melanjutkan sarapanya.
" Mas berangkat ya." Tidak ada jawaban, Zahra langsung meraih tangan Arkhan lalu menyalaminya, Belum juga Arkhan masuk mobil wanita itu sudah lebih dulu kembali masuk ke dalam rumah.
Sepanjang jalan Arkhan terus memikirkan perubahan sikap istrinya, Kenapa? ada apa?, Kata itu selalu berputar putar dalam kepalanya.
__ADS_1
Diam dan terus bersabar, hanya dua kata sifat itu yang selalu Zahra terapkan, Doa sepanjang malam tak pernah putus, ia yakin Allah maha membolak-balikkan hati setiap hamba-Nya, Zahra selalu berdoa agar rumah tangganya senan tiasa di lindungi dan selalu minta di perlapangkan lagi ikhlas dalam hatinya.