
Ibunda Arkhan sangat bersusah hati mengetahui perceraian anaknya tapi mau bagaimana lagi ? Mau sekuat apapun ia mencoba Zahra tetaplah Zahra, ia yang tau sakitnya bagaimana, ia yang tahu sampai kapan ia harus bertahan.
" Setelah ini jangan sungkan ya cantik dengan mamah, Neng Zahra tetap putri mamah yang cantik." Ucapnya sambil memeluk sayang mantan menantunya.
" Makasih ya mah."
Di lain tempat, Dewi bersorak gembira sambil terduduk di shofa mpuk dengan wine di tangannya.
" Ah .. Akhirnya hanya aku satu satunya nyonya di rumah ini hahahaha." Menatap seisi rumah sambil menyeringai, ia bersuka hati.
Tapi di dalam ruang kerja, Arkhan membanting apapun yang menurutnya bisa melampiaskan amarahnya.
Brakkk..
Bruukkk...
" Sial... Aaaggrrthhh.." Ruangan kedap suara itu sekrang sudah porak poranda oleh amukan Arkhan.
Pria itu menatap bingkai foto pernikahan mereka, meremasnya kuat hingga pecah, air matanya menetes.
__ADS_1
" Az Zahra." Ucapnya lirih sambil tetap meremas serpihan kaca, dengan mata memerah dan amarah yang meletup ia berjanji " Az Zahra jika aku tak bisa memilikimu, orang lain pun tak akan bisa."
❤️🩹❤️🩹❤️🩹
pagi ini Zahra tak keluar rumah seperti biasanya untuk bekerja, wanita cantik itu menjalankan hak nya setelah bercerai ya itu massa iddah.
Untuk waktu Masa Iddah Wanita yang Cerai Hidup seperti ini, Waktu tunggu harus dijalani olehnya adalah tiga kali Quru' atau masa suci.
Iddah merupakan waktu tertentu yang ditetapkan bagi wanita untuk berada di rumahnya. Masa iddah yang harus dijalani wanita yang ditinggal cerai maupun meninggal dunia adalah 40 hari. Selama itu, wanita benar-benar terlarang keluar rumah.
Jika pun memang harus keluar rumah pada massa iddah itupun di perbolehkan jika memang urusanya sangat penting dan jelas tujuannya.
" Tidak apa apa neng, sudah kewajiban abbi untuk menjaga anak anaknya." Zahra tersenyum.
" Terima kasih abbi."
Hari ini dan selama masa iddah berlangsung abbi akan turun tangan mengelola restoran milik putrinya, Toko buku miliknya biarlah ada ummi yang bisa berjaga beberapa hari ini.
" Abbi nanti ada Zeline juga yaa yang bantuin di sana."
__ADS_1
" Alhamdullah, iya neng."
Malam sebelumnya Zahra sudah meminta bantuan Zeline beberapa hari ini untuk membantu pekerjaan abbi, bagaimana pun Zahra merasa bersalah selalu merepotkan kedua orang tua nya.
Tapi Abbi mau pun ummi tidak pernah menyalahkan dirinya prihal perceraian ini, pasalnya dari awal sebelum menikah ia yang memohon agar kedua orang tuanya dapat menerima Arkhan tapi pada akhirnya malah seperti ini.
Abbi dan juga Ummi nya sudah tidak ada di rumah mereka masing masing harus bekerja, tinggallah Zahra seorang diri.
Beberapa saat kemudian ponselnya berdering menampilkan nama teh Zizah di sana, ia memanggil panggilan video.
" Assalamualaikum teteh."Menampilkan senyum semanis mungkin.
" Waalaikumsalam." lirih sambil menatap Zahra iba, bahkan Zizah sudah terisak.
" astagfirullah, teteh kenapa ?." Zahra panik melihat kakaknya menangis.
" hiks.. Hiks.. Yang sabar ya neng, Allah tau yang terbaik buat neng Zahra adik teteh yang paling baik hiks.." Zahra tersenyum lalu ikut menangis online bersama kakkanya.
Setelah cukup lama mengobrol dan Zizah yang terus teruusan meminta maaf karna tidak ada saat adinya sedang terpuruk pun terputus, Rasa syukurnya pada sang pencipta makin bertambah.
__ADS_1
Ia sadar, ia tak sendiri, keluarga adalah rumahnyaa, keluarga adalah tempatnya untuk pulang, keluarga tempatnya bersandar.