Suamiku Perhitungan

Suamiku Perhitungan
Eps 41


__ADS_3

Har ini eestoran kedapatan pesanan ketring dalam jumblah banyak, dari pagi buta Zahra dan para koki di sana sibuk berlalu lalang, Zahra juga sampai turun tangan nemasak beberapa menu.


Jangan tanya Zeline di mana, ia sudah di angakt menjadi aaisten meneger dan berada di cabang restoran yang lain, ya sesekali Zahra mengontrol kinerja para staf nya.


" Aduh bagaimana ini, Pak Burhan tiba tiba tidak bisa hadir, katanya isti beliau melahirkan." Ucap staf wanita bernama Nita.


" Loh teru ini gimana dong, siapa yang hantar ?."


" iya, apa lagi ini sudah selesai." Keluh yang lain.


" Biar saya saja yang antar, kebetulan saya bawa mobil." Ucapnya sambik tersenyum.


" Ta tapi bu,, ini banyak, nanti bu Zahra repot." Nita memberi kekhawatirannya.


" Hmm kalau begitu, saya minta tolong pada dua staf laki laki untuk mengikuti saya menggunakan motor, bagimna ?."


" Baik bu."


Zahra tersenyum, ia pun pamit untuk bersiap teelebih dahulu.


Sesampainya di depan pintu kaca besar perusahan, menenteng beberapa box di ikuti dua staf laki laki.


Berjalan menuju resepsionis sambil tersenyum ramah

__ADS_1


" Permisi saya dari pihak kettring."


beberapa OB membantu saat hendak kembali ke restoran tak sengaja ia melihat beberapa orang berbondong bondong berdiri di depan pintu masuk.


Saat mobil sport berwarna biru nevy berhenti, salah satu dari mereka membukakan pintu, Di dalam mobil keluar seorang pria dewasa memakai setelan jaz dan kacamata hitam bertengker di hidung mancungnya.


Seluruh staf yang tadi menunggu pun menunduk memberi hormat yang di anggukinnya.


" Ck, lain kali tidak usah seperti ini." Ucapnya pada Tobby yang hanya ia angguki.


Pasalnya setiap hari ia selalu memerintahkan hal yang sama tapi para orang orang berkedudukan tinggi di perusahaan itu selalu melakukan hal yang sama.


Zahra terdiam menunggu grombolan itu berlalu sambil sesekali membenahi pashmina shofpink nya.


Di ikuti yang lain, mereka sampai saling tabrak karna boss di depan nya itu berhenti tiba tiba dari langkah lebarnya.


Ia menoleh detik berikutnya ia tersenyum, melangkah lebar sambil melepas kacamatanya di ikuti orang orang tadi.


" Raa.. " Zahra mendongak sambil memasang ekpresi terkejut, ia sampai melebarkan bola matanya apa lagi sekarang ia di hadapkan dengan begitu banyak orang yang memperhatikannya tepat di belakang Arfan.


" Raa.. Are you ok hemm ?." Zahra menggeleng pelan sambil menunduk, ia cukup malu di tatap beberapa masang mata.


Seolah menyadari apa yang Zahra alamai. Arfan berbalik " ck. Tidak usah ikuti saya, kembali bekerja." tapi mereka hanya diam sambil menunduk, serbasalah.

__ADS_1


" Tobby.. " Panggilnya, tidak ada percakapan apapun hanya tatapn yang seolah menyuruh mereka untuk pergi.


Tobby berhasil membubarkan orang orang yang notabennya hanya sekedar cari muka pada atasannya.


Tidak dengan Tobby ia masih berdiri agak jauh dari Arfan, bagimna pun ia asisten sekaligus ajudan pribadinya.


" Maaf, kaget yaa." Zahra hanya tersenyum sambil menggeleng kecil.


" Kamu ada perlu apa dateng ke sini ?."


" Anterin kattring." Arfan hanya mengangguk, beberapa saat hanya ada keheningan di antara mereka berdua.


" Kamuu... " Ucapnya berbarengan, Arfan tersenyum " Kamu duluan."


" Kamu kalau sibuk lanjut aja, aku juga mau balik ke restoran." Rada kecewa si tapi memang benar pagi ini ada rapat penting yang harus ia hadiri.


" Aku anter yaa ..."


" Makasih, tapi aku bawa mobil,.. Hmm kalau gitu aku pamit yaa, Asaalamualaikum."


" Waalaikumsalam hhati hati." Di balas senyuman manis dari Zahra.


Setelah Zahra menghilang di depan pintu masuk, Arfan langsung memegang jantungnya yang berdetak kencang setelah melihat senyuman janda manisnyaa.

__ADS_1


" Aaaaa senyuman janda begitu menggoda."


__ADS_2