Suamiku Perhitungan

Suamiku Perhitungan
Eps 37


__ADS_3

Dengan semua kejadian yang menimpa dirinya, ia yakin, ia bisa dan mampu meninggalkan Arkhan meski harus siap melawan pengacara kondang nan handal sekalipun.


Fisiknya mungkin masih terlihat kuat tapi luka batinnya? Sudahlah tak perlu di bicarakan.


Zahra tau, bahwa perceraian suatu tindakan yang tidak disukai Tuhannya, tapi ia hanya wanita biasa yang punya batas sabar, wanita biasa yang batin nya bisa terluka, wanita yang pura pura kuat meski fisiknya sakit di setiap titik nya.


Hari ini, Kurir datang menghantarkan berkas ke depan rumah Arkhan, Seorang asisten rumah tangga yang menerimanya lalu menyimpannya di meja tepat di samping ruang kerjanya.


Zahra, wanita itu sudah boleh pulang setelah rawat inap nyaa selesai, Ia pulang ke rumah orang tuanya dengan banyak tanda tanya di benak kedua orangtunya bahkan Zeline pun sama penasarannya.


Di ruang keluarga ini, Umi dan Abbi sedang bercengkrama sambil meminum teh hangat mereka, Zahra menarik nafas dalam sambil menyiapkan mentalnya, Ia berjalan sambil membawa berkas dan duduk di samping umi nya.


Tersenyum hangat sambil memeluk lengan umii nya, Bersikap manja dengan mata berkaca kaca.


Kedua orang tuanya hanya bisa menebak dengan apa yang terjadi di kehidupan rumah tangga putri bungsu mereka, Garis besarnya sudah ada di benak mereka hanya tinggal menunggu sang putri bercerita secara rinci.


" Ummi, Abbi neng boleh minta waktunya ?."


" .... "

__ADS_1


" Ada hal yang ingin neng sampaikan Ummi,Abbi." Sambil menatap mereka bergantian.


Ummi dan Abbi hanya mengangguk sambil tersenyum ramah.


" Neng kenapa ? Ada apa ?."


Lagi dan lagi pertanyaan Kenapa? Hanya itu yang lagi lagi membuat tubuhnya gemetar, air matanya sudah tumpah ruah sambil sesenggukan ia memeluk ummi sambil berucap maaf berulang kali.


" hiks.. Ummii maaaf.. Hiks.." Ummi hanya diam sambil mengelus punggung kecil nan rapuh itu.


" Ummi, Mas Arkhan hiks... Neng gak sanggup lagi."


Tangisan wanita muda itu semakin menjadi, Rasa sesaknya yang selama ini terpendam perlahan lahan bisa tersalurkan pada pelukan sang ummi tercinta, ia yakin ia bisa mencurahkan semuanya tapi apa ? Sebatas ini saja rasanya sudah tak sanggup.


" Ummi gak tau neng punya masalah apa, tapi Ummi cuma mau bilang neng gak sendiri, masih ada Ummi, abbi, dan teh Zizah."


Tidak ada jawaban, hanya isak tangis yang semakin kencang.


" ada kami, neng bisa pulang lagi kesini hemm." Zahra semakin terisak.

__ADS_1


Pada akhirnya ia hanya bicara tentang Arkhan yang menikah lagi dengan sekretarisnya tanpa menyertakan penyiksaan yang ia terima oleh iblis seperti Arkhan.


Sebatas itu saja ummi nya terisak sangat pilu, ia mengasihani tubuh putrinya yang pasti rapuh, hatinya yang jelas sakit.


" Ya Allah Kasihan sekali putri cantik ummi... Hiks.."


" Abbi, Ummi Zahra minta maaf tidak bisa menjadi putri yang baik, Zahra juga tidak cukup baik untuk jadi seorang istri hiks.."


" anak cantik abbi." Abi berkaca kaca sambil memeluk putrinya.


" Abbi, maaf izinkan neng berpisah dengan mas Arkhan, Neng benar benar udah gak kuat."


Abbi dan Ummi saling pandang lalu setelahnya mengangguk bersama.


Di pikiran mereka hanya kebahagiaan putrinya. Mereka berpelukan bersama sambik terus terisak.


" Maaf ." Lagi dan lagi Zahra hanya mampu berucap maaf.


" Neng Zahra putri abbi yang cantik."

__ADS_1


Dear readers


Di mohon jangan baca cerita aku yang ini duluu, nanti aja yaa nunggu tamat, soalnya aku moodyan nulisnyaa😭 Abis capture yang ini gak tau deh lanjutinnya kapan lagi🙏🙏


__ADS_2