
" Sa.. Saakiittt..."
Hiks... Hiks .... Hiks ....
Arkhan bukan manusia dia monster tak berperikemanusiaan, dia iblis terjahat. Dia hanya mementingkan dirinya sendiri.
Zahra terus menangis di tengah gempuran yang sudah berjam jam ia terima, setiap permohonan untuk berhenti disitu Arkhan akan semakin kasar.
" Hiks... Ku mohon berhenti." Suaranya serak, hampir habis.
" Sssshhh aahh kau selalu nikmat sayang." Racaunya, Arkhan terus mencari kepuasannya sendiri.
Arkhan membalik tubuh Zahra, Ia melakukan dengan membelakangi tubuh Zahra.
Arkhan akui, Istri sahnya itu sangat candu setiap sudut tubuhnya sangat cantik.
" aaaahhh Ka ... Kamuu jahat."
" .... "
" SAAKIIT, BERHENTII.."
Plakk
Arkhan menampar bulatan kembar besar yng ia lihat dengan sangat kesar, ia tak suka di bentak apalgi saat bercinta.
" Ahh.." Zahra meringis, rasanya sangat ngilu dan pasti perih.
" ssssttt... BIADAB, BERHENTI BRENGSEK." sabar pun ada batasnya, Seumur hidupnya ia tidak pernah mengumpat, ini pertama kalinya bagi Zahra berbicara sekasar itu.
__ADS_1
Deg
Arkhan terdiam sejenak, ia shyok dengan apa yang ia dengar.
" KAU KEPARAT." Zahra terus memberintak dalam kukungan Arkhan.
Arkhan tidak suka di bentak, Dia menarik kuat rambut panjang Zahra hingga Zahra mendongak dan meringis.
Arkhan dengan jelas melihat sekujur tubuh istrinya yang penuh bercak merah ya, karyanya dan mata indah yang sudah membengkak hidung yang memerah jangan lupakan bekas telapak tangan di kedua bola kembarnya.
Arkhan mendekat, menjilat daun telinga Zahra dengan sensual " Kau candu sayangku."
" Aaahhh..." Suara itu, suara laknat penuh gairah keluar tak sengaja dari bibir Zahra, yang sedang Arkhan permainan adalah salah satu titik sensitifnya.
" Waw, apa aku tak salah dengar ?."
" .... "
" TIDAK, LEPASKAN AKU, KAU BINATANG." zahra terus berontak meski tenanganya hampir habis, ia sungguh tak meridhoi perbuatan Arkhan padanya, ia tak iklhas meskipun Arkhan suami sah nya.
Bugghh
Arkhan membalik tubuh Zahra, hingga terlentang lalu memukul bahu terbuka Zahra.
Ia marah, Emosinya sudah tidak bisa ia tahan lagi, giginya saling mergesekaan denga wajah mengerikan, Arkhan melakukannya lagi dan lagi sambil sesekali memberikan pukulan pada Zahra.
Zahra tk sanggup akhirnya pun ia tumbang, Zahra pingsan dan bajingan Arkhan tidk perduali hatinya sudah diliputi amarah yang menggebu.
Setelah mendapat pelepasan, Arkhan tumbang di samping Zahra ia melirik nakas yang terdapat jam kecil di sana, ia tersenyum merasa bangga, ia mampu bertahan selama tujuh jam lamanya.
__ADS_1
Arkhan melirik Zahra, ia mengusap rambut berantakan itu dengan lembut.
" Neng candu, mas sayang sama neng tapi neng gak menurut pada mas."
" .... " Tidak ada jawaban hanya dengkuran halus yang terdengar.
Arkhan memeluk tubuh babakbelur Zahra dengan erat, Seoalah ia tidak mau kehilangan.
Mengecupnya sayang beberapa kali, hingga Akhirnya ia pun ikut terlelap menyusul Zahra.
Wanita cantik itu meneteskan air mata dalam diamnya, ia mendengar semua ucapan Arkhan, ia sudah terbangun tapi enggan membuka mata saat Arkhan masih saja memandanginya.
Dengan perlahan, ia bangkit dari tempat tidur, berjalan tertatih, meringis membersihkan diri di kamar mandi sambil terus menangis, rasa lelah dan sakit di sekujur tubuhnya tak nampu menandingi rasa sakit hatinya.
Ia merasa kotor, ia sudah benar benar lelah dengan Arkhan.
" Assalamualaikum hikss..."
" .... "
" Zee, boleh minta tolong ?." hiks...Suara Zahra beegetar ia menahan sakit juga sesak bersamaan.
" ..."
" Jemput yaa di rumah."
" ... "
" assalamualaikum." Jam menunjukan pukul empat subuh, Tubuh kelah dan ringkih itu berjalan keluar ruangan dengan pakaian lengkap juga masker untuk meenutupi lukanya.
__ADS_1
Zahra menunggu Zeline dengan waswas, takut takut Arkhan menyuruh orang atau Arkhan sendiri yang kembali menagkapnya.