Suamiku Perhitungan

Suamiku Perhitungan
Eps 16


__ADS_3

" Zahra sudah ku katakan restoranmu itu tidak akan berhasil, jadi tinggalkan saja dan tetap dia di rumah." ucapnya pada sang istri yang sedang berkutat dengan skincare di meja rias.


" Kau mendengarku ?." suara Arkhan bahkan sudah naik satu oktaf.


" Denger mas." Jawab Zahra sekena nya.


" Kau sudah berani melawanku Fathimah Az-Zahra ?." Bentak Arkhan sambil mencengkram kuat dagu istrinya itu.


Rahangnya mergemeletuk, wajah memerah dan mata melotot sempurna tanda ia siap meledak.


Dan benar saja, Belum sempat Zahra mengeluarkan kata, Lengan wanita cantik itu Arkhan tarik paksa, Mereka berdua menuruni tangga bukan, bahkan Arkhan menuruni tangga sambil menyeret lengan Zahra kuat.


" Ah, Sasakit mas le - Lepas." Zahra terus meringis saat lengan nya di cengkraman kuat juga kakinya yang terseret akibat langkar Arkhan yang terlalu cepat.


Sampai di depan pintu kamar mandi ruang tamu, Arkhan memukulkan kepala Zahra pada Pintu kamar mandi yang terbuat dari kayu jati tua itu hingga menimbulkan suara yang sangat nyaring.


Bugg..


" Sshhtt..." Hanya ringisan yang keluar dari mulut Zahra.


" Wanita murahan, Beraninya kau bersikap tidak sopan padaku ?." Bentaknya sambil menarik rambut panjang Zahra masuk kedalam kamar mandi.


" Hiks.. aw sakit mas, ampun." Berusaha terus meraih rambutnya yang terua di Jambak Arkhan.


Bugg..

__ADS_1


bugg...


bugg..


Lagi dan lagi gagang shower itu terus ia hantaman pada Lengan, kaki, bahkan dada Zahra.


" Aaa... Ampun mas, ampun." Zahra terus memohon agar penyiksaannya selesai, tapi setan dalam tubuh Arkhan seolah menutup kuping juga hati Arkhan, Amarahnya memuncak terlebih saat ia kembali mengingat bagaimana pandangan seorang Arfan oada istrinya.


" Hiks... hiks.. ampun mas, Sakit." rintih demi rintih ia kelu kan agar Arkhan merasa iba.


" Dengarkan baik baik, mulai besok istri sirihku akan tinggal dirumah ini, dan kau." Sambil menunjuk pada wajah Zahra yang sudah penuh lebam " Harus bersikap baik padanya, Mengerti ?." Bentaknya lagi.


Zahea hanya mampu mengangguk lesu, sampai akhirnyat ia kehilangan kesadaran.


" Cih dasar wanita lemah." Ucap Arkhan sambil berjalan keluar kamar mandi lalu menguncinya tak lupa ia membuang kunci itu kesembarang arah.


Semua kejadian itu di saksikan secara langsung oleh asisten rumah tangga mereka, Bi jina, Ia bersembunyi di balik shofa sambil terus menahan tangis, ia merasa kasihan pad Zahra majikannya itu di perlakukan kasar oleh suaminya.


tok..


tok..


tok..


" Nya, nyonya?." Panggil Bi jina setelah merasa majikan laki lakinya itu sudah keluar rumah.

__ADS_1


" Nyonya,, Nyonya Zahra ." Bi jina mulai panik pasalnya di dalam sana ia tidak mendapatkan jawaban.


Setelah cukup lama, akhirnya bi jina menemukan kunci cadangan yang selalu ia bawa, bersatu engan kunci kunci lainnya.


cklek...


" Astagfirullah, Nyonya." pekik bi jina.


ya dan, Wanita tua itulah yang mengurus Zahra dengan mengobati luka lukanya.


Di rumah orang tua Zahra, Umi tidak sengaja menjatuhkan cangkir kopi yang ia seduh untuk suaminya.


prangggg....


" Astagfirullah,, Ya Allah Zahra." ikatan batin yang membuat uminya itu merasa ada sesuatu yang terjadi pada anak bungsunya.


" Umi, Ada apa ?." Dari arah depan abi juga mulai terlihat panik.


" Abi, Zahra bi, Zahra.." ucapnya sambil menggenggam tangan suaminya.


" Iya, Zahra kenapa mi ?."


" Umi juga gak tahu bi, tapi perasaan umi gak enak, Ya Allah ada apa ini ?, Dada umi terasa sesak bi saat mengingat anak bungsu kita." Ucap umi sambil menitikkan air mata.


" Umi, Zahra tidak apa apa, sekarang umi tenang ya, besok kita berkunjung ke rumah Zahra ya."

__ADS_1


Umi hanya mengangguk sambil membalas pelukan sang suami.


__ADS_2