
Tersenyum di balik topeng menyedihkan sudah menjadi makanan sehari hari bagi Zahra, Ya sudah berlangsung cukup lama penyiksaan batin ini terus berlanjut, Menyisahkan tanda tanya besar dalam hatinya "kapan semua akan berakhir?. Kata itu terus berputar putar dalam benak Zahra, wanita penyabar yang selalu tersenyum.
"Terimakasih atas kunjungannya, jangan lupa balik lagi ya." Ucap Zahra pada pelanggannya yang selesai membayar.
Pelanggan itu hanya tersenyum ramah sambil mengangguk.
Sudah beberapa bulan ini, Restoran yang di kelola Zahra mengalami peningkatan pesat semua itu tak lepas dari ide ide para karyawan juga ilmu marketing yang Zahra pelajari.
Di tempat inilah seorang Zahra bisa mengesampingkan urusan hatinya yang selalu merasa hampa dan sesak saat memasuki rumah.
" Assalamualaikum ukhti." Sapa seorang laki laki yang Zahra kenal, Zahra membalikan tubuhnya lalu tersenyum " Waalikumsalam akhi."
" Duh manis banget gak kuat." Balasnya aga pelan berharap si empu yang ia puji tidak mendengar.
" Mau buat pesanan online lagi ya ?."
Arfan langsung menggeleng " gak kok, Udah lama kali gue gak ambil orderan lagi."
" Oh maaf ya gak tau."
" Sans aja." Tersenyum manis, Arfan memang masih sangat mengagumi sosok Zahra sedari dulu sampai sekarang, Bahkan ia tahu jika Zahra sudah menikah tapi entah sosoknya mampu merubah Arfan, bahkan wanita cantik itu tak memberi respon atau dukungan secara langsung untuk Arfan.
__ADS_1
" Jadi mau pesan apa? kamu kesini mau makan kan ?."
Tersadar dari lamunannya, Arfan mengerjapkan matanya dua kali " ah iya, tapi pesen minum dulu deh, lagi nunggu seseorang."
" oh ok, Silahkan tunggu sebentar." Tersenyum.
Tak lama, orang yang di tunggu Arfan pun datang dia adalah Arkhan suami Zahra di susul rama juga sekretaris nya Dewi.
" Permisi dengan Pak Arfan dari AF grup ?." Tanya Rama ramah.
" benar."
" Perkenalkan saya Rama asisten Tuan Arkhan lalu ini sekretarisnya Dewi."
" Silahkan duduk."
" Terimakasih."
Dewi yang duduk tepat sebelah kiri Arkhan pun mulai berbisik pada suami sirihnya itu.
" Mas, bukanya ini restoran istri kamh ya ?." Arkhan hanya menjawab dengan anggukan.
__ADS_1
Selang beberapa saat Zahra datang dengan beberapa minuman yang di pegang oleh karyawannya, Ia hanya memimpin sambil terus tersenyum ramah pada setiap tamu yang memberi senyuman padanya terlebih dahulu.
" Permisi, ini minumannya." Ucapnya setelah tepat berad di meja Arkhan, Arfan,Rama,Dewi.
" Makasih ra." Balas Arfan yang terus tersenyum manis pada Zahra, Zahra hanya mengangguk lalu menoleh sekilas pada Arkhan juga Dewi dengan tatapan datar.
Ya pesanan mereka sudah di di urus oleh asisten Arfan.
Nampaknya Arkhan melihat ketertarikan yang berbeda dari Arfan yang terang terangan terus menatap istrinya, Ada rada marah dan tak terima istrinya di tatap seperti itu oleh orang lain.
" Permisi, Anda kenal dengan istri saya ?."
" ya ?." Masih baru sadar dengan kekagumannya.
Arkhan melirik Zahra yang tersenyum di balik meja kasir setelah memberi kembalian pada konsumennya.
" Ah Zahra maksud anda ?." Arfan mengikuti arah pandang Zahra " Ya, saya tahu dia sudah menikah, tapi saya baru tahu jika dia istri anda." Ucapnya santai.
" sebaiknya jaga pandangan anda." Ucapnya geram.
Arfan hanya tersenyum kecil sambil mengangguk ya pembawaan laki laki itu kelewat santai.
__ADS_1
Bukan tanpa alasan ia seperti itu, ia tahu bahwa ada udang di balik bakwan dari semua ini.
Setelah bersitegang cukup lama akhirnya mereka oun membicarakan soal kerjasama, ya niat awal mereka.