Suamiku Perhitungan

Suamiku Perhitungan
Eps 27


__ADS_3

Arfan si CEO gabut gak ada kerjaan yang pernah beralih profesi jadi kang ojol itu sekarang sedang melamun di ruang kerja megahnya.


Fikiranya di penuhi Zahra,Zahra, dan Zahra apalagi melihat secara langsung bagaimana Zahra melindungi, menenangkan Lala anak panti, yng notabenya entahlah dia anak siapa.


Sifat keibuanya, kelembutanya yang semakin membuat Arfan tertarik.


Cantik, mandiri, baik, tutur katanya lembut, senyumnya manis, keibuan, Kesederhanaannya dan entahlah apa lagi intinya Arfan sudah jatuh sejatuh jatuhnya pada pesona Zahra istri orang lain.


Ada niat hati menikung tapi ini kan bukan pacaran, mereka berdua sudah terikat janji di hadapan sang pencipta.


" Zahra, Ku tunggu jandamu." Sambil memandangi foto Zahra yang tersenyum di balik meja kasir, yaa diam diam Arfan mempotretnya.


padahal hari masih pagi belum menunjukkan jam makan siang tapi CEO gabut itu meninggalkan kantor tanpa berpesan apapun pada Sekretarisnya.


jam masih menunjukkan pukul sepuluh pagi tapi mobil Arfan sudah terparkir rapih di depan restoran milik Zahra.


Melangkah dengan riang masuk kedalam yang di sambut beberapa pelayan resto.


Arfan sudah duduk, tapi matanya masih bergulir ke kanan kekiri mencari sosok yang ia rindukan.


" Hmm permisi."


" ah iya.."


" Mau pesan apa pak ?."


" Orange juice."

__ADS_1


" Ada lagi ?."


" Hmmm Zahra kemana ya ?."


" Ibu hari ini tidak masuk, katanya sedang tidak enak badan pak."


Hah gimana gak enak badan? Zahranya ? Cintanya sakit ? Arfan gelisah, ia cemas.


" Boleh saya minta nomer Zahra?."


" Hmm, gimana ya pak saya takut ibu marah."


" Saya teman sekolah SMA nya dulu."


Dengan penuh pertimbangan, akhirnya pelayanan itu pun memberi nomer Zahra.


Lihat, CEO gabut itu sedang mesem mesem tak jelas, memandangi sederet angka.


Tapi detik berikutnya wajah yang tadinya ceria penuh kasmaran mendadak murung saat teringat bahwa wanita pujaannya milik orang lain yang kesal dan sialnya rekan bisnisnya sendiri.


Drt... Drtt... Drtt...


" .... "


" Hmm."


" .... "

__ADS_1


" Iya, saya balik." Tutt, Sabungan terputus


Dia adalah Tobby, Sekretaris sekaligus ajudan pribadinya yang memang sudah sejak dahulu kala ikut dengan Arfan


Singkat cerita tentang Tobby, Laki laki itu Arfan temukan di jalanan sedang mengorek tong sampah mencari sesuatu untuk dimakan.


Saat itu Tobby sangat tak terawat, kurus kering bahkan memiliki jamur di sekitar tubuh tertentunya.


Arfan yang melihat pun merasa iba, ia menolongnya membawanya ke rumah sakit di berikan perawatan terbaik, di berikan makanan enak dan yaa mulai saat itulah Tobby menjadi seseorang yang selalu patuh pada Arfan sebagai bentuk balas jasa atas apa yang telah Arfan perbuat.


Setelah bertahun tahun lamanya, Arfan dan Tobby menjadi dekat seperti saudara makanya tak jarang mereka saling ledek.


" Ck, ganggu." Gerutunya sambil berlalu dari restoran dengan hasil cukup memuaskan.


Sesampainya di kantor, Tobby sudah berdiri di depan meja kerja Arfan sambil membawa tablet dan map yang isinya tentulah tentang pekerjaan.


" Wah lihat, bos gabut ini entah darimana di saat jam kantor masih berlanjut."


" ... " Arfan tak berminat, ia masih memikirkan Zahra yang katanya sakit tidak enak badan.


" Apa pak boss ini tidak tahu bahwa sebentar lagi ada meeting penting." Tobby berusaha tetap sabar.


" Ck, Bodo." Singkat tapi membuat Tobby menganga.


" I.. Ini meeting dengan Pak Arkhan." Ragu, karna merasa aura sekitar yang mendadak suram.


Mendengar kata Arkhan, Arfan langsung berdiri dan menepuk pundak Tobby " Ayo." Setelahnya berlalu.

__ADS_1


Arfan merasa ini kesempatan bagus, Entah setan apa yang ada pada dirinya, Intinya saat ini Arfan ingin sekali menjatuhkan Arkhan dengan fakta di hadapan Zahra, apa tujuannya? Ya memikat si calon janda itu.


Tobby terdiam, ia masih shyok dengan Arfan yang tiba tiba itu, Seketika semangat setelah mendengar nama Arkhan? Apa dia pelangi. Tobby bergidik ngeri dengan isi fikiranya sendiri.


__ADS_2