Suamiku Perhitungan

Suamiku Perhitungan
Eps 06


__ADS_3

Matahari sudah sangat tinggi, sinarnya menerobot masuk di sela sela gorden yang panjang menjuntai, hingga membangunkan dua insan yang kelelahan akibat pergulatan mereka tadi malam hingga menjelang pagi, Sinar matahari itu mengenai wajah cantik nan mulus Zahra, Zahra yang merasa silauan cahaya mengganggu tidurnya pun terbangin.


" Hoam..." Zahra membuka mata dan dia terkejut melihat matahari sudah sangat tinggi Astagfirullah jam berapa ini ?. Zahra meraih jam kecil di atas nakas " Hah jam Sepuluh ?." Zahra panik lalu dia berlari ke kamar mandi bergegas mandi dan memakai dress muslimah seperti biasa.


" Mas bangun, udah siang."


"...."


" Mas bangun, udah jam sepuluh, Kamu udah bener bener telat ke kantor mas."


"...."


Arkhan malah mempererat pelukan pada bantal gulingny.


" Mas, ikh.. kesel deh, mas ayo dong bangun." Sambil mengguncang pelan lengan suaminya.


" hmmm, aku masih mengantuk." Ucap Arkhan parau khas orang masih belum sadar sepenuhnya dari tidur.


" Nanti mas telat ngantor, aku deh yang di salahin, ayo dong mas bangun."


Arkhan mulai risih dengan rengekan Zahra, Diapun terduduk lalu menatap istrinya dengan tajam. Zahra yang di tatap seperti itu menunduk tak berani memandang sorot mata Arkhan, Arkhan meraih kalender mini di atas nakas dan menunjukkannya pada Zahra " Lihat ! tanggal ini merahkan?."


Zahra mengangkat kepalanya dan melirik kalender yang sedang di pegang Arkhan, Lalu Zahra pun tersenyum canggung sekaligus malu " Maaf mas" setelah mengatakan itu, Zahra langsung lari keluar kamar sambil tersenyum menahan malu.


Astagfirullah, Aku sampe lupa hari ini hari libur😂, Apa karna semalam aku terlalu menikmati permainan kita ya. Fikir Zahra sambil terus tersenyum sambil menuruni tangga.


" Bi Ani, Tumben hari libur ada di sini ?."


Pembantu rumah tangga Arkhan, yang sudah mengikutinya sejak lama pun menoleh pada Zahra, Karna dia sedang mengelap shofa " Selamat siang nyonya."


" Siang bi, jadi gimna ?."


" Eh maaf nyonya, Tadi pagi pagi sekali tuan menelpon saya, Agar hari ini menyiapkan segala sesuatunya untuk tuan dan nyonya."


" ya udah bi, di lanjut aja ya." Ucap Zahra sambil tersenyum.


Oh jadi tadi pagi mas Akhan sudah bangun, sweet banget sih suamiku, masa dia gak mau aku capek sedikitpun. Zahra merona dan terseyum manis.


Zahra berjalan menuju dapur hendak membuat makanan, Karna perut Zahra sudah sangat lapar, cacing cacing di perut sudah meraung meninta jatah.


Sesampainya di dapur sudah ada dua pelayan yang sedang memasak yah telat deh, padahal aku pengen bikin sambel kangkung. Batin Zahra.


Akhirnya Zahra memutuskan untuk membuka kulkas hendak meminum susu dingin yang biasa dia minum, Susu itu selain bisa mengganjal perut juga bisa menambah kemulusan kulit Zahra, Susu itu dia dapatkan dari dokter pribadi keluarga Arkhan, Arkhan sendiri yang memintanya pada sang dokter.

__ADS_1


Dua pelayan itu terkejut dengan kedatangan Zahra yang tiba tiba " Oh, Nyonya." Ucap salah satu pelayan dengan menunduk.


" Eh maaf, Apa aku mengangetkan kalian ?."


" Tidak nyonya, Maafkan kami yang tidak tau nyonya ada di sini."


" Sudahlah tak apa, silahkan lanjutkan, Aku cuman mau ambil susu kok."


" Baik nyonya, nyonya silahkan duduk, biar saya yang menyiapkan susu."


" Tidak perlu, saya bisa sendiri."


Zahra berlalu dan menuangkan susu kedalam gelas lalu membawanya pergi kehalaman belakang. Sebenarnya dia merasa suntuk tidak ada pekerjaan di rumah ini, Arkhan melarangnya untuk pergi ke restoran bila Arkhan libur kerja, Aku, Mau ngapain ya ?."


Saat Zahra sedang membuang daun kering dan rumput liar di antara bunga bunga kesayangannya, Salah satu pelayan datang menghampirinya.


" Permisi nonya." Zahra menoleh.


" Iya, Ada apa ?."


" Nyonya di dalam ada tuan Rama."


Pak Rama ? Ada apa ya ? Tumben hari libur kesini.


" Baiklah, sampaikan pada Pak Rama untuk menunggu sebentar,." Ucap Zahra sambil tersenyum.


Zahra menemu Rama sambil tersenyum di ruang tamu " Eh Pak Rama, Ada apa ya ? mau ketemu Mas Akhan ya. "


" Selamat siang nyonya" Ucap Rama sambil berdiri dan menunduk. " Selamat siang pak, Silahkan duduk pak."


" Maaf nyonya saya ada perlu dengan tuan."


" ah, tunggu sebentar ya pak, mas Akhan masih tidur, biar saya bangunkan dulu."


Zahra berlalu menaiki tangga menuju kamar Arkhan dan Zahra tentunya.


Sesampainya di kamar, Zahra melihat Arkhan sudah bertelanjang dada sedang tidur memeluk guling kesayangannya,Zahra mendekati Akhan " Mas, bangun yuk, Ada pak Rama di bawah mas." Dengan lembut Zahra mengusap pipi suaminya.


Arkhan pun membuka mata dan langsung menggenggam tangan Zahra " Hmmm, tapi ada syaratnya." Ucap Arkhan sambil tersenyum samar.


" Bangunin mas ajah, harus ada syarat ?."


" Iya dong , mau gak ? kalau gak mau mas gk mau bangun." Rajuk Arkhan.

__ADS_1


" he he he iya, memang apa syaratnya ?."


" Mau lagi kayak tadi malem."


blesss pipi Zahra langsung bersemu merah sudah semerah stowbery segar " ikh mas, nanti malam aja ya, Kasian pak Rama sudah menunggu loh."


Arkhan pun manyun " Baiklah, Padahal mas suka liat istri mas di atas menari nari dengan indah." Arkhan masih berusaha menggoda Zahra " Nanti malem, Aku pasti di atas lagi, oke tapi sekarang mandi dulu ya."


" Baik nyonya. " Cupp mengecup bibir Zahra sekilas lalu pergi ke kamar mandi, Zahra menyiapakan pakaian Arkhan yang biasa tapi terlihat sangat keren.


Zahra dan Arkhan turun tangga dan menemui Rama, Arkhan sudah duduk di shofa " Ada apa ram ?."


" Anak cabang perusahaan di kota C bermasalah."


" Parah kah ?."


" Silahkan tuan, saya sudah mengumpulkan data-data perusaan cabang itu.


Arkhan memperhatikan dan mempelajari setiap data yang di berikan Rama " Rupanya ada yang bermain-main denganku, Baiklah lusa kita berangkat ke kota C, Siapkan segala sesuatu nya."


" Baik tuan, Ada satu lagi tuan, yang harus saya laporkan."


" Katakan." Sambil membelai wajah Zahra.


" mobil terbaru yang anda inginkan, Akan di kirim hari ini, menurut jadwal akan tiba di sini sekitar jam tiga sore tuan."


" Akhirnya, hmm baiklah, kamu boleh pulang."


" Baik tuan. Permisi saya pamit." Ucap Rama yang di balas Senyuman oleh Zahra.


Setelah kepulangan Rama, Zahra mengajak suaminya untuk makan " Mas makan dulu yuk, aku laper banget."


" Loh, Kamu belum makan sayang ?."


" Belum, aku mau makan bareng sama mas."


Arkhan tersenyum lalu berjalan beriringan menuju meja makan, Sesampainya di meja makan Zahra terkejut karna begitu banyk makanan kesukaannya tertata cantik di atas meja makan. Wah, ada cah kangkung dan sambal terasi. Batin Zahra.


Zahra menyendokan makanan untuk Arkhan, Zahra sudah bertanya sebelumnya Arkhan hendak memakan apa, Zahra asyik makan dengan cah kangkung, sambal terasi, dengan lalapan selada yang sangat menggugah selera itu.


" Sayang, kamu gak mau ayam goreng atau rendang ini ?."


" Gak mas, aku cuman mau ini, ini rasanya luar biasa."

__ADS_1


" Dasar, kamu itu aneh aneh saja."


Zahra hanya tesenyum dan melanjutkan makannya."


__ADS_2