Suamiku Perhitungan

Suamiku Perhitungan
Eps 29


__ADS_3

Di awali dengan bismilah setelah cukup lama menenangkan diri sambil curhat pada sang pencipta akhirnya Zahra merasa lebih baik, luka yang ia terima pun sudah mulai memudar, masih bisa ia tutupi dengan foundetion.


Pagi ini seperti biasa Zahra akan mengunjungi restorannya, Dengan memakai gamis polos berwarna coklat muda di padukan tas bahu berwarna hitam, Auura kecantikan alami jelas terpancar darinya.


Drtt... Drtt... Drtt...


" Assalamualaikum."


" .... "


" Iya, umi."


" .... "


" Iya, neng mau ke restoran."


" .... "


" Insyaallah, siang ini neng mampir yaa."


" .... "


" Waalikumsalam."


Zahra tersenyum, Siang nanti ia akan mencurahkan keinginannya juga keluh kesahnya pada sang ibunda, Zahra rasa apa yang di lakukan Arkhan sudah sangat tidak tertolong.


Zahra sudah memikirkannya dengan seksama, Ia tetap akan berpisah dengan suaminya.


" Bismillahirrahmanirrahim, Ayo Zahra, kamu kuat, kamu berhak bahagia." semangatnya pada diri sendiri sambil terus berjalan keluar hotel.

__ADS_1


Brukk...


" Astaghfirullah..." Sambil memegangi bahunya yang terasa ngilu, ia masih menunduk meringis.


" Maaf saya tidak sengaja, saya terburu buru."


" Iya, tidak apa-apa." Zahra masih meringis suaranya agak parau.


" Apakah kita perlu ke rumah sakit ? Apa bahumu cidera?."


Zahra mendongak seketika itu pun matanya bersitatap dengan sepasang mata yang memandangnya teduh dan penuh cinta.


" Zahra ?."


" Arfan ?."


Panggilnya berbarengan, Keduanya sama sama terkejut atas pertemuan yang tiba tiba.


" Aku ada meeting deket deket sini, kamu ?."


Padahal pertanyaannya sederhana tapi entahlah rasanya seperti ia salah, hhmm seperti terpergok berselingkuh.


" Oh ahh iyaa, akuu nginep di sini." Ucapnya pelan, sambil curi curi pandang pada Arfan yang memasang wajah datar.


Tampaknya jawaban Zahra berpengaruh pada mood Arfan pagi ini.


" Oh yaa tentu, kalian butuh suasana baru."


" Hah ?." Zahra melongo, ia belum paham dengan kata *kita* pada pertanyataan Arfan.

__ADS_1


" Kalau gitu aku duluan yaa, Assalamualaikum."


" Waalikumsalam."


Arfan berlalu dengan perasaan cemburu, ia tak suka dengan kata * Iya, aku menginap di sini* Arfan berfikir Zahra bersama suaminya dan membutuhkan suasana baru.


Sungguh mood pagi ini kacau, Entahlah harus bagaimana nanti ia bersikap di hadapan investor.


Sedangkan di tempat semula, Zahra masih memandang punggung tegap Arfan yang mulai menghilang di balik kerumunan orang berlalu lalang


" Dia kenapa yaa ?."


Mereka tidak tahu, di sudut lobby hotel ada yang mempotret mereka, bahkan adegan di mana mereka saling menatap cukup lama itu menjadi kunci utama untuk membuat cerita yang menarik.


" your history is over Zahra."


Tidak, seseorang itu bukan sendang menguntit Zahra tapi ia hanya kebetulan berada di situ, ia sedang menunggu kekasih nya yang sedang cek in di hotel ini.


Bukankah kebetulan yang sangat menguntungkan bagi ular berbisa sepertinya bukan ?


" Sayang, ayo ." Menunjukan kunci kamar hotelnya, yang di balas senyuman manis.


" Kangen banget tau sama kamu." Rengeknya sambil bergelayut manja pada lengan kekar sang lelaki.


" Sama, aku juga, kangeun pake banget."


Cup


Mengecup bibirnya singkat saat sedang menunggu lift terbuka.

__ADS_1


Sesampainya di kamar hotel, tanpa ada obrolan romantis terlebih dahulu sang pria menerjang tubuh seksi kekasihnya dengan penuh gairah, meluapkan rasa rindu yang sudah berminggu minggu tidak tersalurkan.


Pagi tadi Dewi bukanya pergi ke kantor, ia malah menjemput kekasihnya yang berkata sudah berada di bandara, Dewi senang atas kepulangan pira yang ia cintai itu.


__ADS_2