Suamiku Perhitungan

Suamiku Perhitungan
Eps 38


__ADS_3

Arkhan dengan banyak Lawyer nya tetap berusaha mempertahankan rumah tangga nya, tapi tidak dengan Zahra, wanita yang terlihatblemah lembut nan kalem itu diam diam sudah menyiapkan bukti agar proses persidangannya cepat selesai.


" Kau, benar benar ingin bercerai ?." Tanya Arkhan setelah hakim keluar ruang persidangan, Zahra mengangguk.


" Kau tau siapa aku ? Bagaimana kedudukanku?." Zahra diam sambil meremas jari jarinya, ia berusaha terlihat tenang.


" Bahkan kau tahu aku bisa menghancurkan bisnismu juga keluargamu sekalian."


Deg


Zahra menoleh, menatap Arkhan yang menyeringai sambil menatap lurus kedepan, Zahra menggeleng sambil berlinang air mata.


" Aku tidak sedikitpun menuntut harta gono gini, jadi aku mohon jangan ganggu keluargaku." Ucapnya pelan nan lirih tapi mampu di dengar Arkhan.


Arkhan berbalik sambil tetap tersenyum devil " batalkan perceraian ini." Zahra terdiam mereka saling menatap cukup lama.


Tapi tidak, apapun yang terjadi berpisah adalah jalan terbaik untuknya, ia sudah mengantongi izin orang tuanya, ia cukup yakin bisa melanjutkan hidup dengan baik setelah berpisah dari Arkhan.

__ADS_1


Setelah melewati beberapa kali mediasi, persidangan akhirnya putusan hakimpun kelaur, Permohonan berpisah itu di kabukan hakim.


Zahra berucqp syukur, tapi tak di pungkiri sedikit.ruang di hatinya nyeri, rumah tangga yang ia bina dan ia jaga sepenuh hati harus berakhir seperti ini.


Di luar ruangan Zahra menunggu Arkhan, Dengan wajah merah padam menahan kesal Arkhan, pria dewasa yang kelakuannya seperti iblis itu keluar.


" Ekhem.. " Zahra berdehem setelahnya tersenyum manis, Arkhan terdiam sesat menatap senyum manis mantan istrinya.


" Mas, terimakasih untuk semua kebaikanmu selama ini, maaf jika selama aku menjadi isterimu aku kurang baik." Meraih telapak tangan Arkhan mengembalikan cicin berlian indah yang selama ini tersemat di jari manis Zahra.


" Assalamualaikum." Zahra, Ummi dan abbi pergi meninggalkan Arkhan yang masih berdiri sambil menggenggam cincin pernikahan mereka.


Bisa jadi, perpisahan ini adalah awal kebahagiaan yang hakiki untuk Zahra.


Di sudut ruang persidangan tadi ada seseorang yang rela meninggalkan rapat pentingnya yang bernilai ratusan juta hanya demi menyaksikan pujaan hatinya mennjanda.


Ia tersenyum senyum sendiri sambil berkata Yes dengan pelan, ya dia cukup waras untuk ta berdiri lalu meloncat loncat saking gembiranya.

__ADS_1


" Akhirnya, pujaanku tercinta resmi menjanda."


Ajudan pribadi yang sedari tadi duduk di sampingnya merasa kesal sendiri dengan sikap atasannya itu,pasalnya setelah ini ia yang akan di repotkan dengan berkas berkas dan telpon dari beberapa petinggi perusahaan lainnya.


" Aaggrrrhhh boss kau membuatku gila."Keluhnya dalam hati.


Secara diam diam pria itu mengutus seseorang untuk mencari tahu beberapa hal tentang pujaan nya alias yang dulunya masih bersetatus istri orang itu.


Sebenarnya bukan hanya ia yang merasa senang dengan status baru yang di miliki Zahra, di sudut lain ada Rama yang juga tersenyum manis sambil menatap punggung kecil Zahra, ia berbahagia dengan putusan hakim, tapi memang ada maksud lain dari senyum manis itu.


" Boss, Ternyata tidak hanya anda yang menunggu nona Zahra menjanda." ucap Tobby sambil melirik Rama.


Jangan macam macam dengan ajudan plus asisten Arfan, jika Tobby sudah di perintahkan untuk mencari informasi seseorang intel pun kalah dengan kekuatan dan kelejitan seorang Tobby.


" Siapa dia ?."


" Mantan asisten Pak Arkhan." Arfan hanya mengangguk sambil tersenyum sinis.

__ADS_1


" Tobby, tugasmu bertambah pastikan cecunguk itu tidak mendekati calon istriku."


Tobby hanya menghela nafas lelah ingin rasanya ia berkata " Woyy, itu perempuan belom sehari jadi jandanya juga." tapi hanya bisa Tobby telan, ia tak cukup berani mengatakan itu di dalam petsidangan, bisa bisa boss nya itu mengamuk dan meraung bak harimau.


__ADS_2