Suamiku Perhitungan

Suamiku Perhitungan
Eps 31


__ADS_3

Send a picture


📷


Arkhan menggeram marah, Sekujur tubuhya terasa terbakar melihat pesan yang baru saja ia terima dari nomer yang entahlah Ia tak kenal.


Tapi pokok masalahnya bukan nomer asing itu tapi foto dari nomer itu, Arkhan kesal, ia marah, ia tak terima.


Wanitanya, Zahra masih istri sahnya, mereka belum bercerai meski Zahra sudah meminta.


Harga dirinya sebagai laki laki merasa terhina, ia tidak suka berbagi, apalagi yang masih menjadi milikinya secara mutlak.


Arkhan keluar ruangan dengan tergesa, ia memasang mimik penuh permusuhan.


Wajahnya memerah menahan amaraah yang bergejolak dalam dirinya.


" Pak.." panggil salah satu staff yang kelimpungan saat sekretaris juga ajudan pribadi Arkhan tak menampakkan diri di kantor.


Arkhan mengabaikan panggilan itu, ia terus berjalan melewatinya begitu saja.


" Ih, gak bos gak bawahannya ngeselin semua, aarrrgghhhh GUE MAU RESIGN AJA." Sepertinya ia mulai lelah dengan atasanya yang semena mena itu.


Langkah lebarnya memasuki restoran, pangdanganya menajam mencari sosok yang ia targetkan.


Target itu sedang tersenyum ramah pada pelanggan.


Deg


Arkhan tertegun sejenak, ia merasa sesak melihat senyum cantik Zahra, Sudut hatinya terluka tapi akalnya terlalu egois.


Arkhan menggeleng pelan, ia tidak boleh kalah dari hatinya, Ia kembali menatap tajam lalu berdiri di hadapan Zahra.

__ADS_1


Deg


" M mas Arkhan." Mata bening itu bertemu dengan mata setajam elang, Seketika rasa takut kembali hadir, Zahra reflek mundur saat Arkhan semakin maju, dadanya naik turun nafasnya tak beraturan ia sungguh takut saat ini.


Arkhan berjalan memutar, ia memutari meja kasir untuk bisa menggapai lengan mungil Zahra.


Grep


Lengan itu berhasil di genggam, Arkhan sampai merasakan getaran dari tubuh Zahra.


" Aampunn.." Zahra berjongkok berusaha melindungi tubuhnya di balik meja kasir, para konsumen tidak bisa melihat adegan ini hanya beberapa karyawan yang lalu lalang itupun hanya curi curi pandang, Mereka cukup di buat tak berkutik karna tatapan Arkhan.


" Bangun." Ucapnya pelan, Zahra menggeleng ia takut, telapak tanganya mulai berkeringat.


Arkhan geram, ia berjongkok lalu menggendong Zahra ala bridal style, Zahra meronta minta di turunkan.


" turunin aku." Zahra terus bergerak, Membuat Arkhan kesusahan, lalu Arkhan berhenti tepat di depan pintu restoran sambil berbisik " Diam, atau ku permalukan di sini." Dengan suara berat penuh intimidasi.


Zahra duduk tegang dengan diam di dalam mobil yang di kendarai Arkhan dengan kecepatan di atas rata rata, dalam hati ia selalu melafalkan takbir juga istighfar.


Ingin melarang tapi tak mampu, ingin bicara tapi takut, jadi Zahra hanya memejamkan mata dengan tangan yang menggenggam erat sabuk pengaman.


Ciiittttt...


Mobil terparkir asal depan rumahnya, Ia turun tergesa lalu buru buru membuka pintu untuk Zahra, menggendongnya menuju kamar.


Braaakkk....


Arkhan menendang pintu lalu melempar Zahra ke atas kasur dengan kasar.


" Aw.."

__ADS_1


Klik (Anggap suara kunci pintu)


Arkhan berjalan perlahan dengan kedua tangan yang terkepal kuat, menatap Zahra dengan penuh gairah juga emosi.


" M m maas ..." Perlahan lahan mundur sampai membentur kepala kasur.


" Kau membuatku kesal." Suara berat dan dingin itu terkesan sangat menakutkan.


" ... "


Arkhan menarik kaki Zahra hingga ia terlentang


" Aaa..."


Mengunci pergerakan Zahra dengan kedua kakinya, Lengan Zahra ia ikat di atas kepala menggunakan dasi.


Zahra terus menangis, sambil memohon ampun pada Arkhan " hiks.. Hiks.. Aampuun mass."


Ssttttthhh... sambil menaruh telunjuk tepat di bibir bergetar milik Zahra.


" Kau masih miliki."


Breettt...


Setelah mengatakan itu, Arkhan merobek pakaian Zahra bagian dada, lalu membuka paksa phasminanya.


" Hiks... Hiks . Jaa jangan."


Arkhan seolah tuli, ia menjelajahi tiap jengkal tubuh Zahra dengan brutal, tak ada kelembutan sedikitpun.


Zahra terus menangis, meminta ampun, Meminta Arkhan untuk berhenti menyetubuhinya.

__ADS_1


" Akh aampun mas hiks...."


__ADS_2