
Tidak ada lagi sapaan sayang dan kecupan mesra saat bangun tidur, ya sudah terima saja toh memang wanita itu yang Arkhan mau bukan dirinya ? Zahra hanya bisa menerima kenyataan lalu memulai hari seperti biasa, itu si yang saat ini ia yakini entahlah untuk nanti.
Setelah membersihkan diri dan sholat dua rakaat, Wanita cantik yang lagi dan lagi bersetelan gamis dan hijab hitam itu memulai harinya dengan bismillah dan berjalan ke dapur hendak membuat sarapan.
" Loh nyonya sedang apa ?." Tanya Bi Jina.
" Eh bibi, ngagetin deh, ini loh bi lagi buat sarapan tuh liat Zahra mau bikin nasi goreng." Ucapnya sumringah.
" Biar bibi aja yang lanjutin ya, Nyonya diam saja suduk di meja makan."
" gak usah bi, Zahra bisa kok."
" Duh, nanti bibi di marahi tuan, kalau biarin nyonya masuk dapur."
Zahra tersenyum getir lalu tetap melanjutkan acara masaknya tanpa menoleh pada Bi Jina " Gak akan bi, Semuanya udah beda."
Bi Jina yang merasa bersalah hanya mampu menunduk sambil berucap " maaf." Dengan sangat lirih.
Zahra membalas dengan elusan hangat pada punggung tangan wanita paruh baya itu.
Saat di rasa sudah cukup, Zahra menyajikan nya di atas meja makan sambil tersenyum melihat hasil karyanya.
Tak lama pasangan yang jelas jelas orang ketiga pun turun dari tangga dengan si laki laki yang sudah berpakaian lengkap dan dengan pedenya wanita yang sekarang di sampingnya itu hanya menggenakan lingerie pendek tapi tak menerawang turun ke meja makan, jangan lupakan bekas merah yang banyak di atas dadanya yang menyembul itu.
" Selamat pagi mas." Sapa Zahra sambil tersenyum.
" Pagi." Balas Arkhan sambil mengusap kepalanya, Apakah kaian fikir ada desiran hangat yang di rasakan Zahra pad hatinya jawabnya tentu ya, meski rasa aneh lebih mendominasi.
Dengan cekatan Zahra menyendok nasi pada piring Arkhan, Tampak Dewi sedang menunggu giliranya tapi hingga Zahra kembali ketempat ia tidak menerima sendokan nasi tersebut.
__ADS_1
" Ck." Wanita **** itu berdecak sebal lalu meliat kedua tanganya.
" Ada apa sayang ?." Tanya Arkhan kelewat romantis sambil mengusap pahanya yang terekspos.
Dewi hanya menggeleng sambil merengut. Arkhan yang paham pun melirik Zahra yang sedang anteng menikmati sarapannya.
" Zahra."
" Iya mas."
Arkhan memberi perintah lewat ekor matanya. Zahra yang mengerti hanya menghela nafas lalu menatap Dewi lekat " Bukankah kedua tanganmu masih berfungsi ISTRI SIRIH mas Arkhan ?."
Dewi membelakan matanya, ia melotot hamoir saja bola mata nya ikut terlepas dengan penuturan halus namun menyakitkan padanya.
Wanita itu tidak membalas ia malah merengek sambil bersikap manja pada Arkhan yang sedang memakan sarapannya.
" Ihh mas, itu aku kan sakit, aku gak bisa ambil makanan sendiri." Ucapnyay manja yang sangat kentara di buat buat.
" Mas suapin aja ya ?." Tawarnya yang di angguki Dewi.
Zahra yang menyaksikan tingkah kedua makhluk itu hanya mampu beristighfar dalam hati sambil menggeleng kecil.
Selesai sarapan, Zahra mengantarkan suaminya kedepan seperti biasa sudah di tunggu Rama asisten tuan Arkhan terbossy tersebut.
Kemanakah Dewi ? Ia tidak ikut antar alasannya ia masih ingin makan karna tenaga terkuras habis semalam.
" Selamat pagi nyonya Zahra dan tuan." Sapa Rama.
" Pagi." Balas Zahra tersenyum.
__ADS_1
" Kenapa kau tersenyum padanya ?." Tanya Arkhan.
" Tidak apa apa, memangnya kenapa ?."
" Senyummu sungguh jelek." Ucapnya asal.
" Bilang saja mas cemburu iya kan ? tuding Zahra.
" Tidak usah mimpi." Balasnya ketus.
" Ya maaf." Menunduk sambil membereskan hijabnya yang sedikit berantakan.
" Ya sudah aku berangkat, kau yang akur dengan Dewi, Dengar ?." Di balas anggukan singkat dari sang empu.
Rama yang mendengar nama Dewi sontak tersentak ia mengetahui fakta baru jika majikanya ini sudah membawa Istri sirihnya kedalam rumah bakan lihatlah raut wajah yang kelewat santai itu dari Zahra menambah beban otaknya saja, Ia ingin tahu ada apa dengan istri majikannya yang serupa bidadari itu taoi ia sadar posisi siapa dia akhirnya ia hanya bisa terdiam.
🍍🍍🍍🍍🍍
Di dalam kamar bekas tempat terprivasi seorang Zahra, Wanita **** itu sedang menutupi bercak merah di dadanya dengan fondition setelah di rasa cukup ia pun memotretnya dan mengirimkan pada seseorang.
My Boo❤️
Send a picture
Kangen banget pengen naikin kamu by
^^^uuh gemes banget sih, kan jadi pengen,, duh aku masih di luar kota sayang😭^^^
Cepat pulang ya, Udah gak tahan🥵
__ADS_1
^^^Tiga hari lagi aku pulang sayangkuh, persiapkan dirimu ya nanti aku transfer biar kamu bisa perawatan.^^^
ok, everything is for you my dear ❤️