
helikopter yg membawa Reyna mendarat di pulau terpencil tepatnya di tengah hutan , disana cuma terdapat 1 rumah yg sangat besar Reyna melihat ada dua laki2 berbadan kekar berjaga di depan rumah itu , Reyna di seret keluar dari helikopter setelah turun mata Reyna di tutup dengan kain , mereka membawa Reyna masuk ke dalam rumah itu , Reyna mendengar suara seorang perempuan sedang berbicara dengan orang yg membawanya
" kerja kalian sangat bagus , taruh wanita itu di tempat yg sudah aku sediakan " kata wanita itu
" baik bos "
mereka membawa Reyna masuk ke sebuah ruangan , entah ruangan apa itu Reyna pun tidak tau dia tidak bisa melihat karena matanya di tutup oleh kain tapi Indra penciuman Reyna masih tajam , dia mencium bau anyir yg sangat menyengat dari ruangan itu , saking menyengatnya sampai Reyna rasanya ingin muntah
" mau apa kalian , lepaskan aku " Reyna di dudukkan di kursi , tangan dan kakinya di ikat
" kamu akan kami lepaskan kalau nyawamu sudah tidak ada hahahaha " kata laki2 itu
" apa maksud kalian , apa kalian akan membunuhku ?" tanya Reyna
" kita lihat saja , jika bos masih berbaik hati padamu pasti kamu akan di biarkan hidup tapi entah itu tangan atau kakimu yg akan lepas dari tubuh mu hahahaha " suara mereka tertawa lepas
" kak Andra kak Joon aku takut , aku yakin kalian pasti akan menolongku dari tempat ini , tapi kenapa di sini baunya anyir sekali " kata Reyna dalam hati
kain yg menutupi mata Reyna di buka dan betapa terkejutnya Reyna saat melihat di depannya banyak sekali potong2an tubuh , Reyna yg baru pertama melihat kejadian seperti itu langsung menjerit dan pingsan
" hahahaha lihat betapa cupunya dia , melihat hal seperti itu saja sudah pingsan , Andra.. Andra.. wanita gak berguna kayak dia kok bisa sih jadi istrimu " wanita yg di panggil bos tadi masuk ke ruangan Reyna di sekap
" kalian pergi , aku ingin berdua saja dengan dia " wanita itu menyuruh anak buahnya untuk meninggalkan ruangan itu ,
dia menyiram Reyna dengan air sampai Reyna terbangun
" haaaii " sapa wanita itu sambil tersenyum
" kamu , siapa ?" tanya Reyna
" aku junghyo, aku adik dari seseorang yg sudah Andra bunuh " katanya
" apa maksudmu G-Dragon " tanya Reyna
" iya aku adik G-Dragon " dia tersenyum tapi entah mengapa Reyna merasa takut melihat senyumannya itu
" lepaskan aku , aku mohon padamu lepaskan aku " kata Reyna
" seekor ikan yg sudah aku tangkap tidak akan mudah untuk aku lepaskan " kata junghyo
" kenapa di sini banyak sekali potongan tubuh apa kamu seorang pembunuh " tanya Reyna
__ADS_1
" hahahaha asal kamu tau itu adalah potongan tubuh dari boneka2 ku " junghyo mengambil kursi dan duduk di sebelah Reyna
" tapi kenapa seperti potongan tubuh manusia , baunya juga anyir sekali kaya bau darah " kata Reyna
" hahahaha kamu itu memang bodoh atau pura2 bodoh sih , oke aku akan kasih tau kamu boneka apa yg aku maksud " junghyo berdiri dari duduknya dia mengambil beberapa senjata dari dalam lemari seperti pistol ,gergaji dan pisau , setelah itu dia memanggil salah satu anak buahnya
" kamu berdiri di sana " suruh junghyo kepada anak buahnya
" tapi bos "
" cepat " teriak junghyo
anak buah junghyo langsung mengikuti apa yg tadi di suruh olehnya , dia berdiri di dekat Reyna sedangkan junghyo berdiri di depan pintu , setelah beberapa detik junghyo langsung menembakkan peluru tepat di dada anak buahnya setelah itu dia melempar pisau tepat mengenai dada yg tertembak tadi , Reyna yg melihat itu langsung menjerit dia terkena cipratan darah tepat di wajahnya , karena ini baru pertama kalinya dia melihat semua ini tepat di depan matanya Reyna langsung pingsan , junghyo langsung tertawa lepas melihat Reyna yg sudah tidak sadarkan diri
" baru juga lihat seperti itu , belum lihat waktu gue gergaji sudah pingsan duluan hahahaha "
junghyo pergi dari ruangan itu dan menyuruh anak buahnya yg lain untuk membawa pergi anak buahnya yg sudah tidak bernyawa tadi .
di tempat lain Andra dan yg lainnya sedang dalam perjalanan menuju tempat Reyna di sekap , sekarang yg menyetir mobil adalah Tae karena Andra sedang dalam keadaan kacau dia benar2 kepikiran tentang keadaan Reyna dia takut Reyna kenapa2 karena Andra tau wanita seperti apa junghyo itu
" apa ini masih jauh " kata Andra
" kamu benar2 tidak menipu kita kan ?" tanya Tae
" tenang saja aku tidak akan menipu kalian , ha itu dermaganya mobilnya diparkirkan disana saja " Jeny menunjuk tempat yg bertuliskan parkir mobil
Tae mengikuti arahan Jeny dia memarkirkan mobilnya disana setelah itu mereka semua turun dari mobil
" kalian tunggu di sini bentar aku akan menemui laki2 itu untuk menanyakan keberangkatan kapal " kata Jeny
" aku ikut , karena aku belum sepenuhnya percaya dengan mu " kata Joon
" baiklah , ayo " kata Jeny
Jeny dan Joon pergi menemui laki2 yg berdiri di dekat pos penjagaan
" pak apa kita bisa menyewa kapal untuk pergi ke pulau yg ada di sebelah Utara sana " kata Jeny
" untuk berapa orang ?" tanya laki2 itu
" ada 7 orang pak " kata Joon
__ADS_1
" kalian ke sana dulu untuk bayar sewanya , setelah itu kembali ke sini lagi nanti saya antar menuju kapalnya "
" iya pak "
Jeny dan Joon pergi untuk membayar sewa kapal , setelah selesai mereka kembali ke pos penjagaan dan mereka di antar oleh penjaga tadi menuju kapal , sebelum ke kapal mereka mengambil senjata mereka di dalam mobil dan menyembunyikannya di balik jaket mereka masing2 , di kapal sudah ada orang yg akan mengemudikan kapalnya , mereka semua naik ke kapal dan kapal itu menjauh dari dermaga , kapal itu menuju tempat mereka selanjutnya yaitu pulau tempat Reyna di sekap .
setelah perjalanan kurang lebih 1 jam kini sekarang mereka sampai ke tempat tujuan , mereka semua turun dari kapal
" pak tunggu di sini sampai kita kembali , jangan pergi kemana mana ya " kata Andra
" tapi den penyewaan kapalnya kan cuma 2 jam jadi sekarang saya sudah harus kembali " kata laki2 yg mengemudi kapal
" saya akan kasih bapak uang lebih dan untuk masalah penyewaan kapalnya nanti saya yg akan urus , tolong bapak tunggu di sini sampai kita kembali , mengerti " kata Andra
" iya baiklah den "
mereka berjalan meninggalkan kapal
" sayang kamu jangan ikut kesana ya , kamu dan Jeny tunggu di sini saja " kata jeon
" enggak , aku ingin lihat keadaan Reyna " kata jisoo
" ayolah jisoo kamu jangan keras kepala , aku tidak ingin kamu kenapa2 " kata jeon lagi
" aku nggak akan kenapa2 jeon , aku bisa melindungi diriku sendiri " kata jisoo
" sudah biarin dia ikut , ini ambil " Andra memberikan pistol ke Jeny dan jisoo
" kalian bisa menggunakannya kan ?" tanya Andra
" bisa kok " saut jeny
" tentu bisa lah " kata jisoo
" apa ini masih jauh ?" tanya Tae
" kita akan masuk ke hutan sana , karena rumah itu ada di dalam hutan sana " kata Jeny
" baiklah , ayo cepat " kata Andra
mereka berjalan masuk ke dalam hutan
__ADS_1