Suamiku Si Mafia

Suamiku Si Mafia
episode 29


__ADS_3

Andra dan yg lain mengendap endap mendekati rumah besar itu


" bagaimana kita bisa masuk , di luar ada penjaga " kata Tae


" Joon buatlah rencana , cepat " kata Andra


" iya ini juga aku lagi berfikir " kata Joon


" begini saja , biar aku yg mendekati penjaga itu dan aku akan memberikan mereka makanan ini setelah memakan ini mereka akan tertidur dan dengan begitu kalian bisa menyelinap masuk " Jeny mengangkat roti yg di kemas di dalam plastik


" tapi Jen , kamu dapat roti itu dari mana?"


" kamu mencuri dari lemari koleksiku ya ?" tanya Andra


" maaf ya ndra aku tadi tidak sengaja melihatnya waktu kamu mengambil senjata mu " kata Andra


" kamu tahu dari mana kalau roti itu ada obat tidurnya ?" tanya Joon


" dulu Andra pernah cerita sama aku tentang roti ini , tadi aku merasa bahwa aku akan membutuhkan roti itu jadi aku mengambilnya diam2 " kata Jeny


" ya sudah Jen , tapi mereka tidak akan curiga kan ?" kata jisoo


" tenanglah , mereka tahunya aku itu ada di pihak mereka jadi mereka tidak akan curiga padaku " kata Jeny


" baiklah , tapi kamu berhati hati ya " kata jisoo


Jeny berjalan mendekati penjaga itu , Andra dan yg lain melihat jeny dari kejauhan , mereka melihat Jeny sedang mengobrol dengan penjaga itu tapi entah apa yg mereka bicarakan karena mereka sama sekali tidak mendengarnya , setelah memakan roti itu penjaga itu langsung tertidur , Jeny mengkode supaya mereka keluar dari persembunyian dan segera masuk ke dalam .


mereka semua berjalan mendekat dan masuk ke dalam rumah itu , di dalam sangat sepi mereka tidak melihat penjaga atau satu orang pun disana


" kenapa sepi sekali , apa kita tidak salah tempat ?" tanya Tae


" tidak , aku yakin ini adalah tempatnya " kata Jeny


" kita berpencar saja , aku Andra dan Jeny ke arah sana dan kalian berempat


ke sana " kata Joon


" baiklah " kata Jay

__ADS_1


setelah itu mereka berpencar .


Andra mendengar ada orang berjalan ke arah mereka , Andra segera memberitahu Joon dan Jeny untuk sembunyi ,setelah seorang penjaga lewat tiba2 sirine dari dalam rumah itu berbunyi


" sial , kita ketahuan " kata Joon


sirine itu memberitahukan bahwa ada penyusup yg masuk


" kita harus berhati hati " kata Andra ,


mereka berjalan menaiki tangga tiba2 beberapa anak buah junghyo turun dan menyerang mereka , Andra mengeluarkan katananya dia berlari menghindar dan menyerang begitu juga Joon dia menggunakan double stik untuk melawan mereka sedangkan Jeny mencari cela di antara Joon dan Andra untuk bisa menembak anak buahnya junghyo , di lain tempat jeon dan yg lainnya juga di serang oleh anak buah junghyo , Tae mengeluarkan sarung tangan cakarnya untuk menyerang dan merusak wajah mereka , jeon dan jisoo mengeluarkan kemampuan menembaknya sedangkan Jay dengan bela dirinya , setelah berhasil mengalahkan anak buah junghyo mereka bertemu di lorong


" kalian tidak ada yg luka kan ?" tanya Joon


" tenang saja Joon , selama ada aku mereka semua tidak akan ada yg terluka " cengir Tae


" bisa2 nya di keadaan kayak gini kamu masih bisa ngelawak " kata jisoo


" hehehe , ya biar kalian tidak terlalu tegang begitu " kata Tae


" sepertinya aku tahu diruangan mana Reyna di sekap " kata Jeny


" ayo kalian ikuti aku " Jeny berada di depan menunjukkan jalan sedangkan yg lainnya mengikuti dari belakang ,


mereka melihat ada anak buah junghyo mereka langsung menyerangnya hingga tidak ada yg bernyawa , setelah menghabisi anak buah junghyo kini mereka melanjutkan mencari keberadaan Reyna


" eh kayaknya itu deh ruangannya " kata Jeny


" yg bener kamu" kata Andra


" iya ..iya aku yakin itu ruangannya " kata Jeny


Andra langsung berlari menuju ruangan itu dan di ikuti oleh yg lain , Andra membuka ruangan itu dan terkejut melihat Reyna yg pingsan dgn tali dan kaki terikat belum lagi Andra melihat wajah Reyna penuh dgn darah , sedangkan potong2an tubuh yg ada disana sudah di bersihkan oleh anak buah junghyo


" Reyna .." teriak Andra


Andra menghampiri Reyna dan melihat wajah Reyna yg penuh darah , Andra merasa lega karena darah itu bukan dari wajah atau tubuh Reyna , Andra melepas ikatan tangan dan kaki Reyna , Andra menepuk nepuk pipi Reyna agar dia sadar dan selang beberapa menit Reyna sadar dari pingsannya


" kak Andra ... aku takut kak " Reyna memeluk Andra dan menangis di pelukan Andra

__ADS_1


" kamu tenang ya , ini kenapa di wajah kamu bisa ada bekas darah , bekas darah siapa ini " Andra membersihkan wajah Reyna yg penuh darah dengan lengan bajunya


" kak dia .. dia seorang pembunuh kak , dia sangat kejam aku takut kak " tangis Reyna pecah lagi


" udah ndra , Reyna jangan di tanya2 dulu mungkin dia masih syok " kata Joon


" tapi kamu ngga apa2 kan " Joon menghampiri Reyna dan memeluknya , Reyna menjawab pertanyaan Joon dengan menggelengkan kepala


" wah wah wah ternyata si penyelamat sudah datang ya " mereka semua menoleh ke sumber suara dan mereka melihat junghyo berdiri di depan pintu


" kamu jika punya masalah denganku maka balas dendam lah ke aku tapi jangan coba2 ganggu istriku " kata Andra


" hahahaha memang itu tujuanku balas dendam denganmu dengan menyakiti orang yg kamu sayang dan dengan begitu kamu juga pasti akan sakit " kata junghyo


" kamu keterlaluan junghyo " kata Jeny


" kamu , dasar penghianat " kata junghyo kepada Jeny


" jadi ini alasan kamu tidak menjalankan apa yg sudah aku perintahkan " kata junghyo lagi


" maafkan aku , tapi aku sudah sadar bahwa mereka semua ini orang baik jadi aku tidak mau menyakiti mereka " kata Jeny


" baik katamu , dia sudah membunuh Kakak aku dan dia juga sudah menaruhmu di tempat lokalisasi " kata junghyo marah


" itu adalah balasan yg setimpal untuk orang jahat seperti kakakmu dan untuk masalah aku di tempat lokalisasi itu seokjin tidak menjual aku dia hanya menyuruhku untuk bekerja di bagian bersih2 " kata Jeny


" sialan " junghyo marah dan langsung menyerang Jeny , Jeny yg tidak bisa bela diri langsung tersungkur , jisoo yg melihat itu tidak tinggal diam dia langsung menyerang balik junghyo , junghyo yg merasa kalah dengan jisoo langsung mengeluarkan pisau dan menyerang jisoo menggunakan pisau , jisoo terjatuh karena dia di tendang dan lengannya tergores pisau , Reyna yg berdiri di sebelah jisoo mencoba menolong jisoo untuk berdiri


" kamu akan mati " junghyo berlari ke arah Reyna yg berada di depan jisoo dan membelakangi junghyo , Jeny yg melihat itu langsung berlari dan menghadang junghyo , pisau yg ditujukan untuk Reyna malah menusuk Jeny , Joon yg melihat itu langsung menjerit memanggil nama Jeny , Jeny langsung terjatuh ke lantai , Joon langsung berlari menghampiri Jeny dan mencabut pisau yg masih menancap di perut Jeny , sedangkan Andra, jeon dan jay langsung menyerang junghyo , junghyo yg kewalahan langsung bisa di kalahkan oleh mereka


" bagaimana ini Jeny kena tusuk " kata Joon panik


" ayo kita kembali ke kapal dan cepat2 membawa Jeny ke rumah sakit sebelum terlambat" kata jeon


Joon melepas bajunya dan menyumpal luka jeny agar darahnya tidak keluar terus dan dengan segera Joon menggendong Jeny , mereka keluar dari rumah itu dan berjalan menuju kapal


Jeny membuka matanya samar2 melihat wajah Joon yg menggendongnya sangat panik


" kamu harus bisa bertahan karena aku tidak mau kehilangan kamu " kata Joon

__ADS_1


Jeny yg mendengar ucapan Joon itu pun tersenyum tapi setelah itu dia sudah tidak sadarkan diri lagi


__ADS_2