
jam menunjukkan pukul 07.00 pagi waktu Paris , Andra dan Reyna pergi meninggalkan bandara Paris menggunakan taksi , mereka akan menuju hotel yg sudah di pesankan jeon untuk mereka menginap selama disana
" ya ampun kak , Paris bagus banget ya " Reyna melihat ke indahan kota Paris lewat jendela mobil
" nanti aku akan mengajak kamu jalan2 ke tempat yg lebih bagus lagi " kata Andra
sepanjang perjalanan menuju hotel Reyna tidak berhenti takjub melihat ke indahan kota Paris , setelah beberapa menit perjalanan mereka akhirnya sampai di hotel yg mereka tuju , Andra dan Reyna keluar dari mobil
( anggap aja bicara pakai bahasa Inggris ya😁)
" pak " panggil Andra pada laki2 yg sepertinya petugas hotel
" iya ada apa tuan ?" laki2 itu mendekat
" tolong bawain barang2 saya ya " Andra dan Reyna masuk ke dalam hotel , petugas itu dan beberapa rekannya mengikuti Andra dengan membawa barang2 milik mereka , setelah berbicara pada resepsionis hotel dan mengambil kunci kamar , mereka langsung menuju kamar yg berada di lantai 10 yaitu kamar VVIP , setelah sampai di kamar petugas itu masuk dan menaruh barang2 Andra dan Reyna , Andra memberikan uang tips pada mereka setelah itu mereka pergi dari sana , Reyna berjalan jalan melihat seisi ruangan dia masuk ke kamar dan melihat kasur dengan tidak sabarnya dia langsung naik ke atas ranjang dan tiduran , Andra yg kembali dari menutup pintu langsung menggelengkan kepala
" emang kurang ya kemarin tidur di pesawat , lihat kasur udah langsung tidur aja " kata Andra
" kakak kan tau kalau tidur di pesawat itu beda sama tidur di kasur , karena tidur di pesawat badanku jadi pegal2 kak "
" alasan aja kamu , udah sekarang kamu mandi dan siap2 sebentar lagi aku akan mengajak kamu jalan2 "
" siap bos , tunggu sekitar 15 menit ya " Reyna berdiri dan pergi ke kamar mandi untuk mandi karena badan terasa lengket semuanya, setelah beberapa menit Reyna selesai mandi ,
karena tadi waktu masuk ke kamar mandi Reyna tidak bawa baju ganti jadi dia keluar menggunakan handuk yg ada di dalam kamar mandi , Reyna keluar dari kamar mandi dengan mengeringkan rambutnya
" aaaaaaaaaaahhhhh " teriak Reyna yg melihat Andra sedang tiduran di atas ranjang sambil memainkan handphonenya
" ngapain sih kamu itu teriak2 kayak lihat hantu aja " kata Andra tanpa menoleh
" kakak ngapain disini ?" tanya Reyna sambil menyilangkan kedua tangannya di dada
Andra menaruh handphonenya dan berdiri menghampiri Reyna dia berdiri tepat di depannya
" mangkanya lain kali itu kalau mau mandi bawa baju ganti sekalian " Andra menjitak kepala Reyna dan Reyna mengadu kesakitan
tapi Andra tidak menghiraukan dia berjalan keluar dari kamar , Andra berjalan menuju ruang tengah dia duduk di sofa
" sialan , kok tiba2 badanku jadi panas dingin gini ya " Andra berbicara sendiri
" ini jantung juga kenapa lagi , apa jangan2 ini gejala aku akan kena serangan jantung ya kok rasanya jantungku berdetak lebih kencang dari biasanya " lanjut Andra
" kakak kenapa ? kok aku lihatin kakak kayak bicara sendiri " kata Reyna
Andra menoleh ke sumber suara
" ooh enggak , nggak kenapa2 " Andra gugup
" udah selesai ya , ya udah ayo kita turun untuk sarapan dulu " Andra berjalan mendahului Reyna
" kak Andra kenapa sih kok aneh banget " Reyna berbicara sendiri sambil mengikuti Andra dari belakang
mereka turun ke lantai 1 untuk sarapan , karena ini sudah agak siangan untuk sarapan tempat itu sudah agak sepi mungkin karena penghuni hotel itu banyak yg sudah pergi untuk jalan2
setelah selesai makan , Andra mengajak Reyna jalan2 mereka pergi menggunakan taksi
" kita mau jalan2 kemana ini kak ?" tanya Reyna
" terserah , kamu maunya kemana ?"
" gimana kalau ke menara Eiffel dulu aja kak , dari dulu aku pengen banget ke sana "
" iya udah kita ke sana , pak kita ke menara Eiffel ya " kata Andra kepada supir taksi
" baik tuan "
__ADS_1
" ini ya kak namanya menara Eiffel ya ampun bagus banget ya kak " kata Reyna
" nggak usah katrok deh kamu "
" ya ampun kak ini kan memang Pertama kalinya aku kesini " kata Reyna
" kak ayo kesana , aku penasaran disana ada apa ya kok ramai banget " lanjut Reyna
" mungkin ada pertunjukan " kata Andra
tanpa basa basi Reyna menarik Andra mendekati segerumbulan orang yg melihat pertunjukan
Reyna merasa senang sekali sampai tidak terasa bahwa tangan Reyna sudah tidak menggandeng tangan Andra lagi dan tiba2 orang2 yg berada disana berdesakan untuk maju sampai Reyna ikutan kedesak maju dan menjauh dari Andra , Andra juga tidak menyadari bahwa Reyna sudah tidak ada di depannya , setelah pertunjukan selesai barulah Reyna sadar bahwa Andra tidak ada di samping nya
" kak , kak Andra " Reyna melihat kesana kemari mencari keberadaan Andra tapi tidak melihat Andra
" ya ampun jangan sampai aku tidak bertemu kak Andra , aku kan nggak tau jalanan disini " kata Reyna
Reyna pergi dari sana untuk mencari Andra
" apa kak Andra menunggu di menara tadi ya " Reyna pergi kembali ke menara tapi dia tidak menemukan Andra
sedangkan Andra yg juga tahu bahwa Reyna tidak ada di sekitarnya juga ikut mencari
" emang dasar ya tuh cewek nyusahin aja " kata Andra sambil mencari Reyna
" aduh kak , kakak kemana sih " Reyna duduk sambil menangis di sebuah bangku yg ada di pinggir jalan
" aku harus kemana lagi ini , aku juga nggak bisa ngehubungin kak Andra lagi soalnya hp ku kan ketinggalan di dalam koper " kata Reyna
sedangkan Andra mencari Reyna kesana kemari tapi tidak menemukannya
" jangan sampai Reyna benar2 hilang bisa2 aku di botakin nanti sama Joon " kata Andra
Andra mendekati beberapa orang yg berlalu lalang sambil menunjukkan foto Reyna siapa tau ada yg melihat Reyna dimana tapi tidak ada satu pun yg tau
" kamu kemana sih Rey "kata Andra frustasi , sekarang dia sedang duduk di kursi pinggir jalan dekat dengan menara Eiffel
" oh iya kalung ini , semoga saja kalung ini bisa membantuku " kata Andra
kalung yg di maksud Andra adalah kalung yg di beli Reyna waktu di pasar malam
" aku akan mencoba pergi ke arah sana saja " Andra berjalan sambil sesekali melihat kalung itu
setelah beberapa menit dia berjalan dia melihat bandul kalung yg di pakai Andra berubah menjadi warna emas
" kayaknya dia ada di sekitar sini , semoga saja benar " Andra tetap berjalan
" sepertinya ada orang duduk disana , apa jangan2 itu Reyna " Andra berlari mendekati wanita yg sedang duduk di kursi dengan kepala tertunduk
" Rey " panggil Andra
wanita yg ada di depan Andra langsung mendongak ketika merasa namanya di panggil
" kak andra " dia berdiri dan langsung memeluk Andra
" aku takut kak " kata Reyna sambil menangis di pelukan Andra
" udah sekarang kamu udah aman sama aku , udah jangan nangis lagi " Andra mengusap pipi Reyna
Andra dan Reyna pergi mencari taksi untuk kembali ke hotel , setelah menemukan taksi mereka pergi kembali menuju hotel
setelah sampai di depan kamar hotel Andra membuka pintu kamarnya
" kenapa ruangannya gelap , perasaan waktu kita berangkat tadi lampunya udah aku nyalain semuanya " kata Reyna
__ADS_1
" kamu lupa mungkin " kata Andra
" enggak kak beneran , tunggu bentar ya aku nyalain dulu lampunya " Reyna pergi mencari saklar lampu
setelah lampu menyala , Andra dan Reyna kaget melihat penampakan kamarnya karena banyak bunga mawar dilantai dan juga di kasur
" kak ini , kenapa banyak bunga ?" kata Reyna
" aku juga tidak tahu , tapi pasti ini kerjaannya Jeon " kata Andra
" emmmm kak aku pergi mandi dulu ya " kata Reyna
setelah Reyna selesai mandi gantian Andra yg mandi , setelah Andra keluar dari kamar mandi dia melihat Reyna duduk di atas ranjang sambil membungkus semua bandannya dengan selimut
" kamu kenapa , kedinginan ya ?" tanya Andra
" enggak kak "
" lalu kenapa kamu pakai selimutnya kayak gitu ?" tanya Andra
" heemmm ini karena kerjaannya kak Jeny sama kak jisoo " kata Reyna
" maksud kamu ?" tanya Andra
Reyna membuka selimutnya dan Andra membelalakkan matanya
" ke..kenapa kamu pakai baju kayak gitu " kata Andra
" semua baju piyamaku yg ada di koper di ganti sama kak jisoo sama kak Jeny jadi baju lingeria ini kak " kata Reyna
" tutup lagi pakai selimut " suruh Andra
Reyna langsung membungkus badannya lagi
" sialan memang mereka " kata Andra berbisik sampai Reyna pun tidak mendengarnya
" kakak nggak tidur " suara Reyna mengembalikan kesadaran Andra
" haaa iya .. iya ini aku mau tidur " Andra naik ke atas ranjang dan tidur di sebelah Reyna
" kak " panggil Reyna
" heeemm " saut Andra tanpa menoleh
" apa ya kak maksud mereka ngelakuin ini ke kita ?" tanya Reyna
" siapa yg kamu maksud "
" ya kak jeon dan yg lainnya " kata Reyna
Andra menoleh ke Reyna
" kita kan sudah menikah mungkin maksud mereka supaya kita bisa cepat punya anak " kata Andra
" heeeemmmm gitu ya kak " Reyna menatap langit2 kamar
" kamu nggak mau ya mengandung anak aku " kata Andra
Reyna menghadap Andra
" ya mau lah kak , itu adalah impian terbesarku mempunyai anak dengan kak Andra , orang yg aku cintai " Reyna memegang pipi Andra
" jadi kamu mau melakukan itu denganku ? " tanya Andra
" kapan saja kak Andra minta pasti aku akan menurutinya " kata Reyna tersenyum
__ADS_1
Andra memeluk dan mencium kening Reyna setelah itu Andra menatap Reyna dan Reyna menganggukkan kepalanya seperti mengerti apa yg di maksud Andra , setelah mencumbui Reyna beberapa menit Andra memulai aksinya , sekarang mereka berdua sudah benar2 menyatu baik hatinya maupun raganya