Suamiku Si Mafia

Suamiku Si Mafia
episode 39


__ADS_3

Andra baru saja sampai di kantor pada jam makan siang karena hari ini jadwal meeting nya di luar sangat padat , semenjak usia kandungan Reyna sudah mencapai 3 bulan Andra sudah berani untuk meninggalkan Reyna ke kantor , sekarang Andra masuk ke dalam ruangannya


" sayang " sapa wanita yg sedang duduk di kursi kerja Andra


" kok kamu di sini " kata Andra


" aku bawain makan siang "


" aku kan udah bilang nggak usah nyusul ke sini ,terus kamu ke sini di antar siapa ?"


" naik taksi "


" ya ampun , kalau sampai di jalan kamu sama anak kita kenapa2 gimana ?"


" aku kan cuma mau bawain makan siang , salah ya " Reyna memanyunkan bibirnya


" heemmm , enggak enggak salah kok udah bawa ke meja sini makanannya " Andra mengalah dia mengajak Reyna untuk duduk di sofa


" oh ya kak Jay kemana ?" tanya Reyna


" dia lagi makan siang sama rose " kata Andra


" oooh " Reyna membuka bekal makannya dan menatanya di meja


Andra makan dengan lahap tapi tidak lupa juga dia menyuapi istrinya karena dia tidak mau kalau anaknya yg ada di perut istrinya itu kelaparan


" kak aku mau ngomong kalau habis ini kak Joon mau nyusul aku ke sini " kata Reyna


" emangnya mau ngapain pakai mau nyusul ke sini segala ?"


" kak Joon sama kak Jeny mau ziarah ke makam mama , jadi aku mau ikut "


" ya udah kalau gitu aku juga ikut " kata Andra


" loh emangnya kakak nggak sibuk ?"


" kalau buat kamu nggak ada kata sibuk " Andra senyum


Andra sudah selesai makan , sekarang Reyna sedang istirahat di sofa , tidak lupa dia membawa buah yg jadi kesukaannya di beberapa bulan kehamilannya ini yaitu mangga mudah , Andra dengan telaten mengupaskan mangga itu dan Andra juga sudah mewanti wanti Reyna agar tidak mengupasnya lagi pakai gigi , Reyna dengan lahap memakan mangga itu , pintu terbuka dari luar masuklah Joon dan Jeny


" gue masuk ya " kata Joon masuk ke dalam ruangan Andra


" gimana Rey kamu udah ngomong sama andra ?" tanya Joon


" udah kak dan kak Andra juga mau ikut " kata Reyna


" ya sudah kalau gitu gimana kalau kita berangkat sekarang aja " kata Joon


" bentar aku mau ngasih tau Jay dulu " Andra mengirim pesan pada Jay


" udah ayo " ajak Andra


mereka pergi dari kantor menuju makam mama Reyna ,makam mama Reyna tidak berada di Jakarta makam itu berada di wilayah Bandung , setelah beberapa lama perjalanan mereka sampai di pemakaman umum , mereka semua turun dari mobil berjalan menuju makam yg di nisannya bertuliskan Risma Aditama


" ini makam mama kak ?" tanya Reyna dan Joon hanya menganggukkan kepalanya


Reyna memegang batu nisan itu sambil menitikkan air mata


" kenapa di saat aku bertemu sama mama dalam kondisi aku sudah tidak bisa melihat dan memeluk mama lagi " kata Reyna menangis


" maafin anakmu ini yg menganggap bahwa mama itu jahat karena pergi ninggalin Reyna dan tak pernah mau tahu keadaan Reyna " Reyna menangis sambil merangkul nisan mamanya


" udah ya kamu nggak usah nangis mama juga pasti udah maafin kamu " kata Joon


" kak setelah ini bagaimana kalau kita juga temuin ayah , aku kangen banget sama ayah kak " kata Reyna

__ADS_1


" iya , setelah dari makam mama kita akan pergi menemui ayah " kata Joon


" ayo kita kembali ke mobil dulu , biarin Joon dan Jeny disini dulu " kata Andra dan Reyna menurut dia menggandeng Andra pergi dari sana


" kamu harus bisa mengontrol emosi kamu ya sayang , karena kalau terlalu sedih itu tidak baik buat kondisi kamu dan bayinya ya " Andra mengelus punggung Reyna


" iya kak "


Andra dan Reyna masuk ke dalam mobil untuk istirahat sambil menunggu Joon dan Jeny yg masih berada di makam mamanya


" ma , ini Jeny calon istri Joon , Joon minta do'anya ya ma supaya acara pernikahan Joon berjalan dengan lancar dan do'akan juga supaya Joon nanti bisa jadi suami dan ayah yg baik buat keluarga Joon nanti " kata Joon pada pusara mamanya itu ya meskipun Joon tahu mamanya tidak akan pernah mendengar itu semua tapi Joon merasa lega bila bercerita di depan pusaranya


" do'akan Jeny juga ya ma , supaya Jeny bisa menjadi istri dan juga ibu yg baik buat Joon dan anak2 kita nanti " kata Jeny sambil tersenyum pada Joon


" makasih ya Jen " kata joon dan Jeny tersenyum


setelah selesai mengunjungi makam mamanya sekarang mereka naik mobil dan pergi menuju rumah ayahnya yang jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat mamanya di kuburkan


" Rey , biar nanti aku dulu aja yg turun ya , kalau kamu nanti udah dapat pesan dari aku baru kamu masuk ke dalam ya " kata Joon


" kenapa kita nggak bersama sama aja masuknya kak ?" tanya Reyna


" udah kamu turutin aja omongan kakak ya !"


" iya deh " kata Reyna


mereka sampai di rumah pak Reyno , sekarang Joon dan Jeny turun terlebih dahulu dari mobil , Joon menekan bel beberapa kali keluarlah wanita parubaya siapa lagi kalau bukan ibu tiri Reyna


" joonathan " kata Bu Rinawati


" iya , saya kesini karena mau bertemu sama ayah , karena ada sesuatu yg ingin saya bicarakan dengannya "


" kalau begitu masuklah dulu "


Joon dan Jeny masuk ke dalam rumah , mereka duduk di ruang tamu


Bu Rina pergi untuk memanggil pak Reyno , beberapa menit kemudian dia datang bersama pak Reyno yg duduk di kursi roda


" Joon " kata pak Reyno dengan suara yg tidak begitu jelas di dengar


" yah " Joon menghampiri pak Reyno dan menggantikan Bu Rina mendorong kursi rodanya menuju ruang tamu , setelah itu Joon duduk lagi ke tempat nya semula yaitu di sebelah Jeny


" yah , kenalin ini calon istri Joon " kata Joon menunjuk Jeny


Jeny berdiri menghampiri pak Reyno lalu dia mencium punggung tangannya


" nama saya Jeny om " kata Jeny tersenyum dan pak Reyno juga mengangguk sambil tersenyum


" Joon kesini cuma mau memberitahu kalau Joon akan menikah Minggu depan , aku harap ayah sama Mama Rina datang ya " kata Joon


" ya kita akan usahakan ya Joon , kamu tahu sendirikan ayah kamu tidak terlalu sehat bila di ajak ke luar kota " kata Bu Rina


" baiklah , oh ya kemana bayu ?" tanya Joon


" oh adik kamu ya , dia pasti lagi di kamarnya mama panggilin dulu ya " kata Bu Rina


Bu Rina pergi menemui bayi yg sedang santai menikmati kopi sambil bermain laptopnya


" bay , ayo keluar sebentar " kata mama Rina


" ngapain sih ma , ganggu aja " kata Bayu


" di bawah sana lagi ada Joon anak pertama dari ayah kamu , kamu harus bisa mengambil hati dia supaya perusahaanmu itu tidak di ambil ahli sama dia "


" apa , ngapain sih dia ke sini "

__ADS_1


" udah ayo sekarang kita turun dulu " ajak mama Rina


dengan terpaksa Bayu mengikuti kata mamanya dia turun ke bawah bersama mamanya


" Hay kak " kata Bayu menyapa tapi Joon cuma tersenyum


" oh ya , aku punya kejutan buat kalian semua , tapi ayah jangan kaget ya " kata Joon


" wah kejutan apa Joon " kata mama Rina bersemangat , mungkin di pikiran mama Rina Joon akan memberikan kejutan berupa hadiah yg sangat mahal harganya tapi pikiran tentang semua hadiah itu sirna saat mereka melihat wanita yg sangat mereka kenal masuk ke dalam rumah bersama laki2


" Reyna , tuan Andra " kata Bayu kaget


" kenapa mereka bisa ada di sini , bisa mati aku " kata bayu dalam hati


" Reyna " kata pak Reyno sambil meneteskan air matanya , dia tidak menyangka anak yg selama ini dia anggap sudah benar2 pergi meninggalkannya dari dunia ini tiba2 datang kembali di hadapannya dalam keadaan sehat


" ayah " Reyna berlari ke arah ayahnya dan merangkulnya


" Reyna sangat rindu sama ayah , ayah sakit apa kok duduk di kursi roda " Reyna membungkuk sambil merangkul ayahnya


" sayang sayang jangan membungkuk gini ya , nanti perut kamu sakit lagi lo " Andra menarik Reyna untuk berdiri


" ini benar2 kamu rey , bagaimana kamu bisa selamat dari kecelakaan itu nak dan bagaimana bisa kamu bertemu sama kakak kamu joon ?" kata pak Reyno


" bentar ya yah biar Reyna duduk dulu , nanti Joon yg akan ceritain ini semua ke ayah " kata Joon


sedangkan Bayu yg panik karena pasti sebentar lagi dia akan di usir dari rumah ini mencoba untuk kabur dari tempat itu


" mau kemana kamu bay ?" tanya Joon yg sempat melihat bahwa Bayu mau pergi dari sana


" emmmm aku mau ke kamar mandi dulu kak " kata Bayu mencari alasan


" udah kamu duduk disitu aja dulu , biar aku ceritain bagaimana kejadian sebernarnya yg menimpa Reyna " kata Joon dan bayu kembali lagi duduk ke tempatnya


" jadi gini yah , sebenarnya Reyna ini tidak pernah mengalami kecelakaan yg sebenarnya adalah Bayu telah menjual Reyna " kata Joon


" apa , di jual "kata pak Reyno


" apa benar itu Bayu ?" kata pak Reyno marah tapi Bayu tidak menjawab pertanyaan ayah tirinya itu


" tunggu yah , ayah sabar dulu ya jangan emosi itu tidak baik buat kesehatan ayah " kata Reyna


Joon mulai menceritakan semua kejadian dari awal dia bertemu sama Reyna dan sampai akhirnya dia tahu bahwa Reyna adalah adik kandungnya


" apa sebenarnya tujuan kamu menjual Reyna , ayah selama ini tidak pernah membeda bedakan antara kamu sama Reyna ,tapi kenapa kamu sangat jahat sama adik kamu Bayu " kata pak Reyno menangis


" aku takut kalau ayah akan memberikan semua harta ayah hanya sama Reyna karena Reyna anak kandung ayah sedangkan aku tidak " kata Bayu


" kenapa kamu berfikir seperti itu kak , aku tidak pernah menginginkan harta ayah sedikit pun " kata Reyna


" Halah jangan munafik kamu , mana ada sih orang di dunia ini yang nggak mau harta " kata Bayu


" hey , tutup ya mulut kamu jangan pernah membentak ataupun memarahi istri saya kalau tidak saya akan langsung merobek mulut kamu " kata Andra marah


" kak udah kak " Reyna mencoba menenangkan Andra kalau tidak bisa2 mulut bayu benar2 akan di sobek oleh Andra Karena ancaman Andra tidak pernah main2


" kalau kamu mau harta ayah saya kamu ambil semuanya karena saya dan Reyna tidak butuh itu semua , tapi satu hal lagi mulai hari ini ayah akan ikut bersama kita " kata Joon


" Hem baik deh kalau kalian memang tidak mau harta itu , kalau soal ayah bawa aja aku juga nggak peduli " kata Bayu


" dasar ya kamu memang laki2 nggak tahu malu " Andra sudah berdiri dan akan menghampiri Bayu untuk memberinya pelajaran tapi di cegat oleh Reyna dan tiba2 Reyna mengerang kesakitan karena dia merasakan keram pada perutnya


" sayang kamu kenapa " Andra panik karena Reyna memegang perutnya dengan suara merintih kesakitan


" kamu kenapa nak " pak Reyno juga panik melihat keadaan anaknya

__ADS_1


" Reyna lagi hamil om , mungkin perutnya lagi kontraksi , mending langsung kita bawa ke rumah sakit aja sebelum terjadi apa2 " kata Jeny


tanpa basa basi Andra langsung menggendong Reyna keluar dari rumah itu menuju mobil dan di susul oleh Jeny dan juga Joon yg mendorong pak Reyno di kursi rodanya , mereka masuk ke dalam mobil dan pergi dari sana , mereka mencari rumah sakit yg terdekat dari rumah


__ADS_2