
tok tok tok
joon mengetuk pintu kamar Andra
" ndra, gue pengen ngomong sama lo sebentar " teriak joon
" ndra, lo ada di dalem kan? "
Andra membuka pintu dengan wajah penuh dengan keringat dan nafas yg ngos2an
" elo kenapa ?" tanya joon heran
" enggak kenapa2, ngapain lo ke sini " tanya Andra dengan kesal
" eh jangan2 elo habis.. " joon tidak melanjutkan ucapannya dia menutup mulutnya lalu tertawa
" apaan sih lo " Andra memakai bajunya
" elo nggak bisa ngelak ya sama gue, lihat resleting celana lo aja belum lo benerin " joon tertawa
" sial " Andra membetulkan resleting nya yg masih terbuka
" udah, ngapain sih elo kesini "
" maaf ya gue ganggu olah raga sore elo, tapi gue ke sini mau bicara sama elo sama Reyna " kata joon
" ya udah elo tunggu di ruang tengah aja nanti gue sama Reyna nyusul kesana " kata Andra
" ya udah cepetan , jangan minta nambah lagi sama Reyna ndra nanti gue keburu tua nunggu lo " teriak joon sambil turun menuju ruang tengah
" sial, tuh anak matanya jeli banget sih " kata Andra sambil melihat resleting celananya
" ada apa kak joon tadi ke sini? " tanya Reyna
" dia nyuruh kita untuk ke ruang tengah, dia mau ngomong sesuatu sama kita " kata Andra
" y udah yuk turun " ajak Reyna
" kamu turun dulu aja aku mau mandi sebentar badan aku rasanya lengket banget kena keringat " kata Andra
" ya udah aku turun duluan ya " kata Reyna
" cium dulu " kata Andra , Reyna tersenyum lalu mencium bibir Andra
" ehem, sudah gue duga kalau kalian akan melanjutkan percintaan kalian " joon berdiri di depan pintu dengan tangan bersendakap dan menyender di dinding pintu
__ADS_1
" eh kak " Reyna langsung spontan mendorong Andra sampai jatuh terlentang di atas kasur
" kok aku di dorong si sayang " kata Andra
" bener2 ya lo joon merusak suasana tau nggak " Andra berdiri
" kalau gue nggak kembali ke sini pasti elo bakal minta lebih lagi kan sama Reyna " kata joon
" emangnya kenapa, istri2 gue ya suka2 gue la " kata Andra
" ya gue yg nungguin elo di bawah ke buru lumutan bego , udah ah ayo Rey kita turun duluan " joon menggandeng Reyna pergi dari kamar Andra
" kak Andra cepetan ya mandinya " teriak Reyna
skip ruang tengah
semua berkumpul di ruang tengah , disana sudah ada jeon, beserta anak dan istrinya yg sedang berkunjung ingin melihat Gea , sedangkan jeny di suruh joon untuk menjauh darinya karena dia masih marah dgn jeny, jadi jeny duduk menjauh dari joon
" hey Rey " jisoo menghampiri Reyna lalu mengambil Gea yg berada di gendongannya
" aduh ponakan tante tambah cantik aja ya " kata jisoo
" lihat deh Gea tambah besar kok tambah mirip sama kamu ya ndra, kulitnya putih banget lagi kayak mayat " kata jeon
" hus kamu itu ngawur banget sih ngomongnya " kata jisoo sambil memukul lengan jeon
" dia lagi ada masalah sama jeny " kata Tae melirik pada jeny
" masalah apa ? " tanya jisoo
" lo baca ini " Tae memberikan kertas yg tadi sempat di remas oleh joon , jisoo dan jeon membaca surat itu
" nggak ini nggak mungkin, ini pasti cuma salah paham, Gue sangat tau joon kalau jeny itu cuma cinta sama elo " kata jisoo
" tapi kalian udah lihat sendiri kan buktinya dan Gue juga nggak nyangka " joon melihat jeny yg duduk di sebrangnya
" kak joon itu semua cuma salah paham " kata Reyna
" salah paham bagaimana Rey jelas2 di surat itu menjelaskan kalau dia sangat mencintai Andra " kata joon dengan mata merah menahan air mata yg ingin keluar
" itu surat milik aku kak " kata Reyna
" kamu nggak usah belain dia Rey, jelas2 itu tulisan tangan jeny " kata joon
" aku bicara yg sesungguhnya kak, itu memang surat aku " kata Reyna
__ADS_1
" lalu kenapa ada di buku diary jeny dan kenapa pakek tulisan tangan jeny " tanya Tae
" waktu aku hamil Gea kalian semua tau kan kalau penyakit aku parah dan aku merasa mungkin waktuku tidak lama lagi mangkanya waktu malam aku diam2 menelvon kak jeny , aku menyuruhnya membuatkan surat untuk ku dan aku juga menyuruhnya untuk menyimpannya dan memberikan pada kak Andra sampai waktu itu tiba, yaitu waktu dimana aku tidak bisa lagi bertemu dengan kalian semua "Reyna menangis
" maafin aku kak, karena aku semua jadi menyalahkan kak jeny " Reyna menangis sambil merangkul jeny
" udah nggak apa2 Rey " jeny membalas pelukan Reyna dan mengusap punggung Reyna
" jadi, aku cuma salah paham " kata Tae
" kan aku sudah bilang Tae kalau lo itu cuma salah paham elo aja yg ngotot nggak percaya " kata Andra
" maafin aku ya sayang, aku salah paham sama kamu " joon menghampiri jeny dan berlutut di hadapan jeny yg sedang duduk
" hey apa yg kau lakukan, jangan seperti ini " jeny memegang pundak joon agar dia berdiri
" aku mohon maafin aku , aku sudah meragukan cintamu " joon mencium telapak tangan jeny
" udah nggak apa2 sayang , yg terpenting sekarang kamu sudah percaya lagi sama aku " kata jeny
joon langsung memeluk jeny sambil menciumi seluruh wajah istrinya itu
" sayang aku juga mau " jeon memanyunkan bibirnya
" apa sih jeon kayak anak kecil aja " kata jisoo
" aku mau kayak gitu " jeon mendekatkan wajahnya ke arah jisoo, jisoo tersenyum dia mengambil roti yg berada di depannya lalu memasukkannya ke dalam mulut jeon dan semua orang yg ada di sana pun tertawa
" tega kamu " jeon memalingkan wajahnya
" uluh uluh baby besar aku ngambek ya " kata jisoo
" tau ah " jeon masih memalingkan wajahnya
" aduuuh kak jeon kalau kayak gitu gemes ya jadi pengen nyubit " kata Reyna
" apaan sih lucu dari mananya coba, Gue tambah geli kalau lihat dia kayak gitu " kata Andra
" ihhh lo jeles ya " kata Tae
" siapa yg jeles " kata Andra mengelak
" kelihatan kali dari muka lo ndra kalau elo itu cemburu " kata jeon
" mending elo cepetan cari cewek untuk lo nikahin deh Tae, karena Gue kasian lihat elo disini jadi seperti obat nyamuk " kata joon
__ADS_1
" sial, ujung2nya Gue lagi yg kena " kata Tae