
jam menunjukkan tepat tengah malam , d depan vila tepatnya di markas tuan Sam , 3 orang beserta 10 anak buahnya sedang mengintip d balik semak semak .
" Jay apa kau mendengarku " kata Joon yg berbicara melalui cip yg terpasang di telinganya
" iya , aku mendengar mu , apa kalian bertiga juga bisa mendengar suara ku dgn jelas " ucap Jay
" iya " jawab Andra ,Joon , dan jeon bersama .
hari ini hanya mereka bertiga dan sepuluh anak buahnya yg akan menyerang markas Sam , sedangkan Jay berada d rumah untuk mengecek keadaan mereka melalui komputernya dan akan memberi arahan kepada mereka .
" baiklah ayo jalankan sesuai rencana , ingat jangan bunuh tuan Sam , kita akan bersenang senang dulu dengan dia " kata Andra
" Joon kau bawa empat anak buah dan kau juga jeon , aku hanya akan bawa mereka berdua saja " sambung Andra
" baiklah kalian berhati hatilah , aku akan jalan ke sebelah kiri "
" aku akan lurus saja " kata jeon
" baiklah ayo " ucap Andra
mereka semua sudah masuk ke markas tuan Sam dgn cara mereka sendiri2 karena penjagaan tidak terlalu ketat jadi mereka bisa masuk dgn mudah .
" bos kenapa sepi sekali , ini markas atau apa " kata salah satu anak buah Andra
" diam dan ikuti aku saja " kata Andra
" Jay kenapa ini sepi sekali sepertinya ada yg aneh , apa kau mendengarku? " tanya Andra kepada jay
" bos , aku tidak bisa mendengar ucapan mu dgn jelas " kata Jay kepada Andra
" Joon , jeon apa kau mendengarku " kata Jay
" kenapa mereka berdua tidak menyahut " sambung Jay.
di posisi Joon , mereka berlima sedang menyusuri lorong tiba tiba dari ruangan munculah beberapa penjaga mereka berkelahi dgn hebat , semua anak buah Joon terkapar tinggalah Joon sendiri yg menyerang, akhirnya Joon pun pingsan karena belakang kepalanya di pukul dgn balok .
begitu pula jeon , mereka juga kalah setelah berkelahi dgn beberapa penjaga , karena mereka kalah jumlah .
Joon dan jeon di bawa ke ruang penyekapan, sedangkan Andra masuk ke ruangan yg Andra kira adalah ruang kerja karena banyak rak2 buku dan meja kerja .
setelah Andra dan anak buahnya masuk tiba2 pintu ruangan tertutup dan terkunci dari luar .
ada suara orang bertepuk tangan d balik kursi kerja yg membelakangi mereka .
" akhirnya kalian sampai juga , sudah lama aku menunggu " kata Sam sambil memutar kursi menghadap Andra dan anak buahnya .
__ADS_1
anak buah Andra sudah siap untuk menyerang , tapi Andra mencegah mereka .
" kalian tenanglah biarlah aku yg mengurus dia " kata Andra kepada anak buahnya .
" sudah aku duga bahwa kau sudah mengetahui rencana kami datang kesini " kata Andra
" apa kau mau bekerja sama dengan ku tuan geynandra Adiwinata yg terhormat "
" jih jangan harap , karena aku tau kelicikanmu d dunia bisnis "
" oh baiklah jika seperti itu aku akan mengambil paksa club ternama mu itu "
" silahkan kalau anda bisa " jawab Andra menantang
" kalian , masuklah " kata Sam berteriak
setelah Sam berteriak pintu terbuka dan masuklah anak buah Sam menyerang Andra dan anak buahnya .
" dengarkan aku tuan geynandra yg terhormat , kedua sahabatmu itu sudah berada dalam sekapanku " kata Sam sambil berjalan menjauh. Andra tidak bisa mengatakan apa2 karena sekarang dia sedang berkelahi dgn beberapa anak buah Sam .
akhirnya semua anak buah Sam dan anak buah andra terkapar tinggalah Andra yg masih sadar .
" mangkanya aku tidak suka membawa anak buah , karena sangat menyusahkan aku " kata Andra
" hey , kalian bangunlah dasar tidak berguna " kata Andra membangunkan anak buahnya .
" itu mereka bos " kata anak buah Andra yg melihat Joon , jeon beserta anak buahnya yg di penjara dalam keadaan pingsan
" mereka payah sekali , ayo kita bantu mereka "
Andra berjalan menuju penjara dan membangunkan mereka sedangkan anak buah Andra sedang mencari keberadaan kuncinya .
..." apa kalian mencari ini ? " kata Sam yg berdiri di belakang Andra sambil membawa kunci penjara...
" dasar , cepat ambil kuncinya " suruh Andra kepada anak buahnya .
anak buah Andra menyerang Sam bergantian tetapi anak buah Andra kalah, akhirnya Andra sendiri yg melawan Sam.
Andra menang telak sedangkan Sam jatuh tersungkur dan kunci yg d pegangnya terjatuh, Andra segera mengambil kuncinya dan membuka penjara itu, tiba2 dari belakang Andra d tusuk oleh Sam tepat di pinggangnya , jadi tadi waktu Andra dan anak buahnya sedang fokus membuka pintu penjara Sam bangun dan mengeluarkan pisau dari belakang bajunya dan menusuk Andra tepat di pinggangnya .
" cepat kejar dia , biar aku yg mengurus Andra " perintah Joon kepada jeon dan anak buahnya agar mengejar Sam yg sudah kabur setelah menusuk Andra .
" kau bertahanlah " kata Joon sambil menyobek lengan bajunya dan di ikatkan di pinggang Andra yg tertusuk .
" ayo kita keluar , biar jeon yg mengurus Sam " ucap Joon lagi sambil memapah Andra keluar .
__ADS_1
" apa kalian baik2 saja , oh tidak aku terlambat " kata Jay yg datang dengan tergesa gesa dan wajah yg sangat khawatir , tadi jay mencoba menghubungi mereka dari cip karena tidak ada yg menyahut akhirnya Jay memutuskan untuk menyusul mereka ke markas Sam .
" ayo kalian masuklah ke mobil, aku akan membawa kalian ke rumah sakit " sambung Jay
sambil memapah Andra masuk ke dalam mobil dan pergi dari tempat itu.
di dalam perjalanan mereka sangat khawatir kepada Andra , karena Andra tidak sadarkan diri dan luka yg tertusuk terus mengeluarkan darah .
" kita bawa ke rumah saja , biar aku yg menelpon dokter park untuk memeriksanya di rumah " kata Joon
" baiklah " ucap jay
mereka telah sampai d depan rumah , mereka keluar dari mobil sambil memapah Andra yg sudah tidak sadarkan diri . sampai d depan pintu ternyata pintunya d kunci , Joon berteriak memanggil Reyna setelah beberapa saat pintu d buka Reyna terkejut dgn keadaan Andra yg terlihat mengenaskan , memar d sekujur tubuh dan luka tusukan di pinggangnya .
" di.. dia kenapa ? " tanya Reyna panik
" tidak apa2 ayoo bantu aku memapahnya ke kamar , biar Joon menelpon dokter park dulu " kata jay
Reyna dan Jay memapah Andra masuk ke kamar dan membaringkannya .
" tenanglah sebentar lagi dokter park akan datang untuk memeriksa dan mengobati lukanya " kata Jay menenangkan Reyna yg kelihatan khawatir
" aku tidak perduli mau dia kenapa2 kek, aku hanya ngeri saja melihat luka tusuk seperti itu "
elak Reyna
dokter park masuk ke kamar dan memeriksa Andra, selama dokter park memeriksa Andra mereka bertiga menunggu di luar .
setelah beberapa saat dokter park keluar dari kamar , mereka bertiga menghampiri dokter park dan menanyakan bagaimana keadaan Andra
" bagaimana dok keadaan Andra " kata jay
" tidak usah khawatir , lukanya sudah saya obati untuk beberapa waktu lukanya itu tidak boleh kena air dan juga perbannya harus sesering mungkin diganti dan obatnya sudah saya taruh di meja kamar " kata dokter park
" makasih dok , yasudah mari saya antar ke depan dok " kata Joon
setelah kepergian Joon dan dokter park.
" Reyna kamu yg harus mengurus Andra sampai dia benar2 sembuh " kata Jay
" kenapa harus aku , tidak.. tidak aku tidak mau berurusan dgn makhluk pucat dan dingin itu "
" dia itu suamimu Rey , jadi kamu yg harus merawatnya " kata Jay
" kenapa dia tidak mati saja sih, merepotkan saja " kata Reyna marah sambil berjalan menuju kamar Andra
__ADS_1
" hahahaha kalian berdua itu memang sangat serasi , sama2 bermulut pedas " Jay berbicara sendiri sambil berjalan masuk ke kamarnya .