Suamiku Si Mafia

Suamiku Si Mafia
episode 38


__ADS_3

" Jen" panggil Andra


" ada apa ndra ?" Jeny yg sedang mencuci piring di dapur langsung menghampiri Andra


" aku mau minta tolong sesuatu sama kamu "


" tolong apa ?"


" aku akan membuat pesta kecil2an untuk merayakan atas kehamilannya Reyna dan hanya teman2 saja yg datang , nanti kamu coba masak makanan yg banyak dan yg enak2 ya ?"


" tenang saja nanti aku akan belanja , lalu akan mempersiapkan makanannya "


" baiklah " Andra pergi dari sana


Andra masuk ke dalam kamar dia melihat Reyna sedang memakan mangga muda yg tadi Andra petik dari halaman rumah


" aduh jangan di kupas pakek gigi dong sayang , aku ambilin pisau dulu ya " kata Andra


" enggak aku nggak mau sama pisau , udah biar aku buka pakai gigi aja kulitnya "


" emangnya gigi kamu nggak sakit apa ?"


" enggak " kata Reyna


" kak mangganya cobain deh sedikit aja " kata Reyna lagi


" apa , aku kamu suruh cobain mangga mentah kayak gitu , enggak ah "


" ayolah kak satu gigitan aja ya " bujuk Reyna


" enggak Rey , udah deh kamu nggak usah ngada2 " kata Andra


" tapi aku kan pengen lihat kak Andra cobain ini " Reyna sudah mau menangis karena permintaanya di tolak


" hey hey kok kamu mewek gitu sih " andra mengusap punggung Reyna


" ya kan ini kemauan anak kita kak , kalau kakak nggak mau nurutin ya udah biarin nanti kalau lahir anaknya ileran " ancam Reyna


" aduuuuh apa harus ya " tanya Andra frustasi dan Reyna menganggukkan kepalanya


" ya udah deh tapi satu gigitan aja ya "


" iya satu gigitan aja kok kak " Reyna menyodorkan mangganya ke mulut Andra , Andra menggigit mangga itu


" tuh udah kan " kata Andra dengan muka yg menunjukkan bahwa mangga itu rasanya memang sangat masam


Reyna tertawa melihat muka Andra yg menurutnya sangat lucu bila ekspresinya seperti itu


" kamu kok malah ketawa sih " kata Andra


" ya nggak apa2 , lucu aja lihat ekspresi kakak yg kayak gitu " kata Reyna

__ADS_1


tiba2 pintu kamar terbuka dari luar membuat Reyna dan Andra menoleh ke sumber suara , munculah makhluk yg tak di undang yaitu Tae dan jeon


" wah wah wah ternyata rencana kita benar2 berhasil Tae , lihat teman kita sebentar lagi akan jadi seorang ayah " kata jeon sambil masuk ke dalam kamar Andra


" selamat ya Rey , ndra aku benar2 nggak percaya akan mendapatkan kabar bagus secepat ini " kata Tae


" kalian itu kalau mau masak kamar orang ketuk pintu dulu , jangan asal nylonong aja "


" ya maaf ndra kita terlalu senang jadi lupa ketuk pintu dulu " kata jeon sambil menggaruk kepalanya yg tidak gatal


" ndra aku punya usul , bagaimana kalau nanti anak kamu lahir aku yg kasih dia nama " kata Tae bersemangat


" enggak , dia kan anakku kenapa kamu yg ngasih nama , anaknya jeon aja tuh nanti kamu kasih nama " kata Andra


" eh enggak , nanti kamu ngawur lagi ngasih namanya " kata jeon


" ah Kalian mah nggak asik , kasih sedikit kesempatan lah buat teman mu yg jomblo ini untuk kasih nama buat anak kalian " kata Tae


" enggak " jawab Andra dan jeon bersamaan


sedangkan Reyna hanya tertawa melihat tingkah ke 3 sahabat itu


" kak aku mau ketemu sama kak Joon " tiba2 Reyna membuka suara membuat 3 orang yg sedang berdebat soal memberikan nama itu langsung menoleh


" tapi Joon kan masih di kantor Rey , nanti sore juga dia akan pulang kok "


" tapi aku maunya ketemu kak Joon sekarang " kata Reyna


" udah ndra turutin aja sih , mungkin itu bawaan bayi nya " kata jeon


" Joon kamu bisa pulang sekarang nggak ?" kata Andra


" iya ini Reyna tiba2 mau ketemu sama kamu "


" ok aku tunggu "


Andra mematikan telponnya


" ayo kita ke ruang tengah aja sambil nunggu Joon pulang " kata Andra


semua turun ke bawah menuju ruang tengah tidak lupa Reyna tetap membawa mangganya , karena itu tidak bisa ketinggalan sekarang dari Reyna.


Jeny yg melihat semua sedang berkumpul di ruang tengah dia bergegas kembali ke dapur lalu mengambil cemilan dan membawanya menuju ruang tengah dan dia ikut bergabung bersama mereka


setelah menunggu beberapa lama , akhirnya Joon datang


" ada apa Rey kok kamu mau ketemu sama kakak ?" tanya Joon sambil duduk di sebelah Jeny


" kak tolong ambilin lakban dong " kata Reyna


" kamu nyuruh kakak pulang dari kantor cuma nyuruh ambilin lakban Rey ? " kata Joon

__ADS_1


" udah ambilin dulu lakbannya " kata Reyna dan Joon menurutinya


" nih , buat apa sih Rey ?" kata Joon


" aku pengen lihat kakak jabutin bulu kakinya kak Tae sama kak jeon pakai lakban ini " kata Reyna


" apa , cabutin bulu kaki Rey ?" kata Joon


" enggak2 jangan ngawur kamu Rey " kata jeon dan Tae bersamaan


" ayolah kak ini bawaan bayinya Lo " kata Reyna mewek


" bawaan bayi sih bawaan bayi tapi kenapa harus kaki kita sih yg di buat sasaran kan sakit kalau bulu kaki di cabut " kata Tae


" udah lah Tae , jeon mau aja ya , katanya kalau nggak di turutin nanti bayinya bisa ileran Lo " kata Andra


" ileran juga biarin deh ndra lagian yg ileran kan anak elo bukan anak gue " kata Tae


" kak Andra juga ikut di cabut Lo ya " kata Reyna


" apa ? aku juga sayang "


" iya kakak juga , ya mau ya " kata Reyna memohon


" wahahahhaha rasain Lo " kata Tae


" adik gue waktu di paris elo kasih makan apa sih ndra kok jadi sedeng kayak gini , masak iya nyidam pingin lihat orang cabutin bulu kaki ada2 aja sih " kata Joon sambil mengacak acak rambutnya frustasi


" kayaknya bukan makanannya Joon yg bermasalah , tapi kualitas dari spermanya Andra yg masuk ke Reyna yg bermasalah " tawa jeon


" sialan Lo " kata Andra mengumpat


" udah ayo cepetan , dari kak Tae dulu aja ya " kata Reyna


" aduh kenapa harus gue sih Rey , kalau nggak gara2 gue sayang sama elo nih ya nggak bakalan mau gue Rey " kata Andra


" he ngomong apaan Lo ,sekali lagi lo ngomong sayang2 sama istri gue hilang kepala Lo "


ancam Andra dan Tae cuma nyengir doang


Tae duduk di kursi yg Joon tempati sedangkan Joon berlutut di depan Tae dia sedang menempelkan lakban itu ke kaki Tae


" siap2 ya Tae gue itung sampai 3 lakbannya gue cabut , satu dua tiga "


" aaaaaaaaaahhhh " teriak Tae saat Joon mencabut lakbannya


" aduh aduh udah ya Rey , ini beneran sakit " kata Tae


" ayo ganti kak jeon " kata Reyna


begitulah seterusnya sampai ke giliran Andra , semua berteriak sangat keras saat lakbanyya di cabut dari kaki karena semua bulunya ikut ke kecabut

__ADS_1


" anak Lo bener2 ya ndra , masih di dalam perut aja udah nyiksa om om nya kayak gini apa lagi nanti kalau keluar pasti lebih para deh ndra" kata Tae


" udah mending gue sekarang pulang aja deh ndra , kaki gue udah bener2 sakit nanti kalau gue lama2 disini bisa2 ganti bulu hidung gue yg dicabut " kata jeon


__ADS_2