
" sayang , kamu udah suruh orang untuk ambil box bayi yg sudah di beli Reyna tadi kan? " kata Jeny
" iya tadi aku udah suruh anak buah ku untuk mengambilnya " kata Joon
" ya sudah kalau gitu , kita lanjut jalan2 ya " kata Jeny
" katanya tadi kaki kamu capek "
" iya tadi itu aku cuma bohong , kalau nggak gitu bisa2 Reyna sama jisoo minta aku buat nganterin dia muter2in mall ini lagi " Jeny memanyunkan bibirnya
Joon memegang tangan Jeny
" makasih ya sayang kamu udah sayang dan sabar sama adik aku "
" adik kamu kan adik aku juga sayang , jadi kamu nggak perlu kayak sungkan gitu ya sama aku " jeny mengusap2 pipi Joon
" kamu memang yg terbaik " Joon mengecup pipi Jeny sekilas
" sayang , malu tau ini kan tempat umum " muka Jeny merona
" emangnya kenapa , aku nggak peduli "
" ih kamu slalu gitu deh " jeny mencubit pinggang Joon
" Auh sakit sayang " joon memegang pinggangnya yg di cubit Jeny
" biarin " kata Jeny
" gimana lanjut jalan2 apa duduk di sini aja " kata Joon
" ya jalan2 dong , ayo " Jeny menggandeng Joon pergi dari sana
" sebenarnya tadi aku mau masuk ke toko yg ada di sana sayang tapi gara2 Reyna nggak ngijinin ya udah nggak jadi "
" ya udah sekarang kita kesana ya "
Jeny dan Joon masuk ke dalam toko pakaian , mereka membeli beberapa pakaian setelah membayar mereka keluar dari toko dan lanjut untuk jalan2
" hey sayang lihat kacamata ini , bagaimana menurutmu aku tampankan ?"
" hahahaha , iya sayang sangat tampan " Jeny mengacungkan jempolnya
" tapi kayaknya kamu makin tampan kalau pakai kacamata ini deh " Jeny mengambil kacamata berwarna hitam
__ADS_1
" coba kamu taruh itu dan pakai ini deh " Jeny memasangkan kacamata pada Joon
" tuh kan apa aku bilang , kamu makin tampan kalau pakai kacamata hitam ini " kata Jeny
" ya sudah kalau gitu aku ambil ini aja , karena ini pilihan istriku yg tercinta " Joon berbisik di telinga Jeny membuat Jantung Jeny seperti lari maraton , Joon pergi untuk membayar kacamata yg ingin di belinya
" ya ampun dia makin tampan aja kalau kayak gitu " Jeny melihat Joon yg sedang berdiri di depan meja kasir
" gimana aku nggak makin tergila gila coba " Jeny menutupi wajahnya sambil senyum2 sendiri
" sayang , kamu kenapa kok senyum2 sendiri , kamu nggak lagi kesurupan kan " kata Joon
" ish apaan sih , siapa juga yg kesurupan " Jeny kembali membuat mukanya sebiasa mungkin karena dia malu kalau sampai Joon tahu apa yg sedang dia fikirkan
" udah ayo lanjut jalan2 lagi " Jeny menggandeng Joon pergi dari sana
mereka sangat bersenang senang hari ini karena hari ini adalah waktu terluang yg mereka punya untuk bisa berduaan
...****************...
" apa harus ya Kakak pergi ke sana ?" tanya Reyna dengan suara terisak karena menangis
" ya sudah kamu bujuk Reyna aja dulu biar aku yg bicara sama park , pasti nanti dia mau mengerti " kata Tae
" ya sudah "
Tae meninggalkan Andra dan Reyna yg masih duduk di ruang tengah
" sayang , dengerin aku ya nanti kalau masalahnya selesai aku bakal langsung cepat pulang kok " kata Andra
" tapi itu tempatnya kan jauh kak , pasti nggak langsung pulang hari ini kan "
" iya emang nggak bisa dong sayang kalau langsung pulang hari ini , besok aku usahain bisa pulang ya " Andra mencoba membujuk Reyna
" terus nanti aku di rumah sama siapa ?"
" nanti biar aku telvon Jeny dan Joon atau kalau nggak jeon dan jisoo untuk menginap di sini , kan di rumah juga ada ayah sayang " kata Andra
" ya udah suruh kak Joon sama kak Jeny aja untuk menginap di sini " kata Reyna
" iya nanti aku akan menyuruh mereka untuk menginap disini , jadi sekarang aku udah boleh siap2kan untuk bisa berangkat sekarang "
" Hem " jawab Reyna
__ADS_1
" kok kayak nggak ikhlas gitu sih jawabnya "
" kakak siap2 sekarang atau aku nggak jadi ijinin Kakak untuk pergi " kata Reyna
mendengar ancaman Reyna, Andra segera berdiri dan pergi dari sana untuk bersiap2 , sebelum Andra pergi ke kamarnya untuk bersiap2 dia menemui Tae dulu untuk memberitahu bahwa Reyna sudah memberinya izin untuk pergi , sekarang mereka berdua sudah siap untuk berangkat , Joon dan jeny yg tadi sudah d telvon oleh Andra juga sudah datang karena meskipun sesibuk apapun Joon dan Jeny dia tetap akan datang kalau itu Reyna yg meminta
" kalian hati2 ya " kata Reyna
" iya kamu juga jaga diri ya sayang dan Joon aku titip Reyna ya " kata Andra
" iya udah kamu tenang aja , selama ada aku pasti akan aman " kata Joon
" kalian cuma berangkat berdua aja?" tanya Joon
" iya , soalnya Jay lagi fitting baju buat pernikahannya " kata Tae
" oh ya sudah kalian hati2 ya " kata Joon
" ya sudah sayang aku berangkat dulu ya " Andra memegang pipi Reyna dan menciumya
" sayang papa tinggal sebentar ya , kamu jangan nyusahin mama ya " Andra berlutut sambil bicara pada anaknya yg ada di dalam kandungan Reyna , kemudian dia mencium perut Reyna agak lama , Andra berdiri dari berlututnya dan kemudian menciumi istrinya beberapa kali seperti tidak rela meninggalkannya ,
Andra dan Tae masuk ke dalam mobil , mobil berjalan keluar dari pekarangan rumah dan menjauh Sampai tidak terlihat lagi dari pandangan mata mereka yg masih berdiri di halaman rumah
" ayo masuk Rey " ajak Jeny
" kamu udah makan belum , terus obatnya bagaimana apa udah di minum ?" tanya Joon
" udah kok kak , kakak tenang aja ya " kata Reyna sambil tersenyum
" kamu kalau ingin makan apa2 bilang sama kakak ya biar nanti kakak belikan " kata Joon
" iya kak , ya sudah aku istirahat dulu ya kak " Reyna pergi meninggalkan Joon dan Jeny yg masih berada di ruang tengah
" Reyna masih belum mau cerita sama Andra ya Joon ?" tanya Jeny
" aku juga tidak tahu , tapi yg jelas aku selalu berdo'a pada Tuhan supaya menjauhkan dia dari segala bahaya " kata Joon
" iya kita do'akan saja supaya semuanya lancar dan tidak akan terjadi apa2 nantinya pada Reyna " kata jeny
Reyna memasuki kamar dan duduk di atas ranjang dia menoleh ke arah meja di samping ranjangnya dia membuka laci meja dan mengambil botol yg berisi obat
" Hem , aku tahu meskipun aku meminumnya setiap hari dan setiap saat itu tidak akan mempengaruhi apapun "
" meskipun begitu , mama akan terus berusaha untuk bisa menjagamu sayang " Reyna mengelus perutnya setelah itu Reyna mengembalikan botol obat itu ke dalam laci dan menutupnya
__ADS_1