Suamiku Si Mafia

Suamiku Si Mafia
episode 46


__ADS_3

Reyna sedang berada di kamar bersama Andra , Andra sedang memeluk Reyna yg tidur menghadap dirinya


" sayang , kalau seandainya aku pergi apa kamu akan menikah lagi ?" tanya Reyna tiba2


" kenapa kamu tanya gitu ?" kata Andra


" aku cuma tanya aja " kata Reyna


" nggak usah bertanya pertanyaan yg nggak berguna kayak gitu aku nggak suka " kata Andra sambil memejamkan matanya


" kamu marah ya " tanya Reyna lagi


" enggak " jawab Andra


" udah ya kamu nggak usah mikir yg aneh2 " kata Andra mengusap pipi Reyna


" cuma kamu satu2nya wanita yg ada di sini dan nggak akan pernah tergantikan " Andra menunjuk dadanya dengan jari Reyna


" aku sayang banget sama kamu kak " Reyna menyembunyikan wajahnya di dada Andra


" iya aku juga " kata Andra


" aduh sayang kenapa perut aku mulas ya " Reyna duduk dan memegang perutnya


" ada apa sayang , perutnya kenapa ?" Andra terbangun dari berbaringnya


" aduh kak perut aku sakit " Reyna merasa kesakitan


" ya udah ayo kita berangkat ke rumah sakit " Andra menggendong Reyna dan keluar dari kamar


" Tae.. Tae.. " teriak Andra


" ada apa ndra " Tae membuka pintu kamarnya


" cepat ikut gue ke rumah sakit , Reyna mengeluh bahwa perutnya sakit " kata Andra


" ok2 gue akan mengambil kunci mobil dan segera turun " kata Tae


Andra membawa Reyna keluar rumah menuju mobil


" kemana sih Tae ini kenapa lama banget " kata Andra


" Tae , ayo cepat " teriak Andra


" iya2 ini gue datang " Tae berlari menuju mobil.


Tae membuka pintu dan Andra masuk ke dalam mobil lalu di ikuti Tae yg menyetir , mobil pergi meninggalkan rumah menuju rumah sakit , setelah sampai Andra langsung turun dari mobil sambil menggendong Reyna yg pingsan .


" dokter tolong istri saya " andra masuk ke ruang UGD


" pak Andra " kata dokter wanita yg bertugas hari ini


" suster cepat siapkan kamar khusus untuk Bu Reyna " suruh dokter


" silahkan ke sini pak " suster mengantar Andra menuju kamar khusus , Andra menaruh Reyna di atas ranjang


" cepat periksa istri saya dok , dia tadi mengeluh bahwa perutnya sakit apa mungkin dia sudah mau lahiran ya dok " kata Andra


" maaf pak Andra tolong tunggu di luar sebentar , saya akan memeriksa ibu Reyna terlebih dahulu " tanpa basa basi Andra keluar dari ruangan Reyna


" gimana ndra " tanya Tae

__ADS_1


" Reyna sedang di periksa , tapi entah kenapa gue merasa cemas sekali " Andra duduk di samping Tae


" ndra , Reyna baik2 saja kan ?" tanya Joon yg baru saja datang dengan tergesa gesa


" tadi gue yg memberitahu dia " kata Tae pada Andra


" dia sedang di periksa di dalam " kata Andra


pintu terbuka dan dokter keluar dari ruangan Reyna


" dokter bagaimana keadaan istri saya " Andra menghampiri dokter


" pak Andra mari ikut keruangan saya ada sesuatu penting yg ingin saya bicarakan " kata dokter


Andra mengikuti dokter menuju ruangannya


" silahkan duduk pak " Andra duduk di kursi yg berada di depan meja dokter


" begini pak , apa bapak tidak tahu bahwa ada penyakit di dalam rahim istri bapak ?" tanya dokter


" penyakit ?, dia tidak pernah memberitahu apapun kepada saya dok " kata Andra


" sebenarnya istri bapak belum waktunya melahirkan tapi sepertinya keadaan tidak memungkinkan bila bayi itu tidak di keluarkan sekarang , karena penyakit itu sudah menyebar di dalam rahim"


" kasih yg terbaik buat istri dan anak saya dok " kata Andra yg matanya sudah sangat merah menahan air mata


" cara mengeluarkan bayinya agar selamat yaitu dengan cara rahim istri bapak harus di angkat " kata dokter


" tapi saya tidak bisa menjanjikan kalau istri bapak bisa selamat karena penyakit ini resikonya sangat besar buat ibu yg hamil " kata dokter


Andra keluar dari ruangan dokter dengan mata merah dan wajah yg sangat kusut , dia kembali duduk di dekat Tae


" ndra elo tidak apa2 kan , kenapa muka Lo kusut sekali " tanya Joon


" Reyna kenapa ?" Joon panik


" ada penyakit yg menggerogoti rahimnya , dan sekarang bayi gue harus lahir sebelum waktunya " Andra menahan tangis


" lalu bagaimana dengan Reyna ?" tanya Tae


" dia akan segera di operasi untuk mengambil bayi dan juga pengangkatan rahimnya , tapi dokter tidak bisa menjamin keselamatan Reyna Joon " Andra tidak bisa menahan tangisnya lagi



Tae mengusap pundak Andra untuk menguatkannya


" aku sudah memberitahumu resiko ini kan Rey tapi kenapa kamu keras kepala sekali " Joon berjalan mundur dia membenturkan badannya di dinding



" apa maksud dari ucapan Lo yg barusan itu Joon , apa sebelumnya Lo sudah mengetahui ini semua ?" tanya Andra


" ndra , elo jangan marah dulu.. sebenarnya.. " ucapan Tae belum selesai


" apa kalian berdua sudah mengetahui masalah ini ? , tapi kenapa kalian tidak ada yg memberitahu gue " Andra marah


" ndra , Reyna menyuruh kita berjanji untuk tidak memberitahu ini semua sama elo " kata Tae


" apa dengan janji itu bisa menggantikan nyawa Reyna " Andra marah dia mencengkeram kera baju Tae


" di sini nyawa anak dan istri gue yg jadi taruhannya Tae , Joon " kata Andra dengan wajah memerah menahan amarah

__ADS_1


" kalau seandainya gue tahu dari awal kalau dengan mempertahankan kehamilannya bisa beresiko buat nyawa dia gue nggak mau punya anak " Andra berteriak dia melepaskan kera baju Tae dan pergi dari sana


" ndra , elo mau kemana ?" tanya Joon


tetapi Andra tidak menghiraukannya dia tetap pergi dari sana tanpa menoleh


" tenang Joon biar gue ikutin dia , elo di sini jaga Reyna " Tae pergi mengikuti Andra


Andra berjalan menuju taman rumah sakit , dia duduk di salah satu bangku yg ada di sana


" gue nggak tahu harus bagaimana Tae " kata Andra yg tahu bahwa Tae mengikutinya


" elo tahu ndra apa alasan Reyna mempertahankan kehamilannya ?" Tae berjalan dan duduk di samping Andra


" apa ?"


" dia ingin kalau seandainya dia pergi anak kalian bisa gantiin dia buat jagain elo " kata Tae


" tapi gue nggak mau dia pergi Tae " kata Andra


" kita berdo'a saja supaya operasinya berjalan dengan lancar dan semoga Reyna dan anak elo juga selamat " Tae merangkul pundak Andra


" maafin gue ya , tadi gue marah sama elo " kata Andra


" nggak apa2 wajar kalau elo marah "


emosi Andra sudah mulai meredam


...****************...


operasi berjalan dengan lancar , anak Reyna dan Andra sudah lahir dengan selamat bayi mereka perempuan, sedangkan Reyna masih mengalami masa kritis dia masih koma , Andra setiap hari berada di rumah sakit untuk mengurus Reyna sedangkan bayinya sudah di bawa pulang dan di rawat oleh Jeny , sudah beberapa Minggu Reyna tidak sadarkan diri sekarang Jeny dan Joon sedang berada di rumah sakit untuk mengontrolkan kesehatan bayi Andra dan sekalian dia menjenguk Reyna .


" bagaimana keadaan Reyna ndra " tanya Jeny


" masih belum ada perkembangan " kata Andra


" mending Lo pulang dulu ndra biar gue dan Jeny yg gantiin jaga Reyna di sini " kata Joon


" nggak usah mending kalian pulang aja , boleh nggak gue gendong anak gue sebentar " Andra berdiri dari duduknya


" boleh dong , nih " Jeny memberikan bayinya pada Andra


" sayang lihat anak kita , dia cantik dan mirip sepertimu " kata Andra pada Reyna yg masih belum sadar


" tolong bangun ya , apa kamu nggak kasian sama aku dan bayi kita , aku dan dia masih butuh kamu sayang kamu bangun ya " Andra menangis


" ndra coba deh kamu taruh bayi kamu itu di sebelah Reyna siapa tahu dengan merasakan keberadaan bayinya dia bisa bangun " kata Jeny


Andra menaruh bayinya di samping Reyna , Jeny melihat Reyna mengeluarkan air mata


" Joon lihat , Reyna menangis " kata Jeny dan mereka semua menoleh ke arah Reyna dan benar ada air mata yg keluar dari pelupuk mata Reyna


" aku akan panggil dokter dulu ya sayang " Joon pergi memanggil dokter


" permisi , biar saya periksa Bu Reyna dulu ya " kata dokter yg datang bersama dengan Joon


" perkembangan bu Reyna sangat bagus dia sudah bisa merespon ucapan kalian , agar Bu Reyna bisa segera sadar dari koma nya kalian harus sering ajak dia mengobrol " kata dokter


" baiklah , Terima kasih dokter " kata Andra


dokter berpamitan dan keluar dari ruangan

__ADS_1


" ndra apa kamu tidak memberi nama untuk anakmu ?" tanya Jeny


" kalau Reyna sudah bangun aku akan mendiskusikan nama untuk anak kita " kata Andra


__ADS_2