
Reyna sedang berada di kamar bersama Andra , Andra sedang memeluk Reyna yg tidur menghadap dirinya
" sayang , kalau seandainya aku pergi apa kamu akan menikah lagi ?" tanya Reyna tiba2
" kenapa kamu tanya gitu ?" kata Andra
" aku cuma tanya aja " kata Reyna
" nggak usah bertanya pertanyaan yg nggak berguna kayak gitu aku nggak suka " kata Andra sambil memejamkan matanya
" kamu marah ya " tanya Reyna lagi
" enggak " jawab Andra
" udah ya kamu nggak usah mikir yg aneh2 " kata Andra mengusap pipi Reyna
" cuma kamu satu2nya wanita yg ada di sini dan nggak akan pernah tergantikan " Andra menunjuk dadanya dengan jari Reyna
" aku sayang banget sama kamu kak " Reyna menyembunyikan wajahnya di dada Andra
" iya aku juga " kata Andra
" aduh sayang kenapa perut aku mulas ya " Reyna duduk dan memegang perutnya
" ada apa sayang , perutnya kenapa ?" Andra terbangun dari berbaringnya
" aduh kak perut aku sakit " Reyna merasa kesakitan
" ya udah ayo kita berangkat ke rumah sakit " Andra menggendong Reyna dan keluar dari kamar
" Tae.. Tae.. " teriak Andra
" ada apa ndra " Tae membuka pintu kamarnya
" cepat ikut gue ke rumah sakit , Reyna mengeluh bahwa perutnya sakit " kata Andra
" ok2 gue akan mengambil kunci mobil dan segera turun " kata Tae
Andra membawa Reyna keluar rumah menuju mobil
" kemana sih Tae ini kenapa lama banget " kata Andra
" Tae , ayo cepat " teriak Andra
" iya2 ini gue datang " Tae berlari menuju mobil.
Tae membuka pintu dan Andra masuk ke dalam mobil lalu di ikuti Tae yg menyetir , mobil pergi meninggalkan rumah menuju rumah sakit , setelah sampai Andra langsung turun dari mobil sambil menggendong Reyna yg pingsan .
" dokter tolong istri saya " andra masuk ke ruang UGD
" pak Andra " kata dokter wanita yg bertugas hari ini
" suster cepat siapkan kamar khusus untuk Bu Reyna " suruh dokter
" silahkan ke sini pak " suster mengantar Andra menuju kamar khusus , Andra menaruh Reyna di atas ranjang
" cepat periksa istri saya dok , dia tadi mengeluh bahwa perutnya sakit apa mungkin dia sudah mau lahiran ya dok " kata Andra
" maaf pak Andra tolong tunggu di luar sebentar , saya akan memeriksa ibu Reyna terlebih dahulu " tanpa basa basi Andra keluar dari ruangan Reyna
" gimana ndra " tanya Tae
__ADS_1
" Reyna sedang di periksa , tapi entah kenapa gue merasa cemas sekali " Andra duduk di samping Tae
" ndra , Reyna baik2 saja kan ?" tanya Joon yg baru saja datang dengan tergesa gesa
" tadi gue yg memberitahu dia " kata Tae pada Andra
" dia sedang di periksa di dalam " kata Andra
pintu terbuka dan dokter keluar dari ruangan Reyna
" dokter bagaimana keadaan istri saya " Andra menghampiri dokter
" pak Andra mari ikut keruangan saya ada sesuatu penting yg ingin saya bicarakan " kata dokter
Andra mengikuti dokter menuju ruangannya
" silahkan duduk pak " Andra duduk di kursi yg berada di depan meja dokter
" begini pak , apa bapak tidak tahu bahwa ada penyakit di dalam rahim istri bapak ?" tanya dokter
" penyakit ?, dia tidak pernah memberitahu apapun kepada saya dok " kata Andra
" sebenarnya istri bapak belum waktunya melahirkan tapi sepertinya keadaan tidak memungkinkan bila bayi itu tidak di keluarkan sekarang , karena penyakit itu sudah menyebar di dalam rahim"
" kasih yg terbaik buat istri dan anak saya dok " kata Andra yg matanya sudah sangat merah menahan air mata
" cara mengeluarkan bayinya agar selamat yaitu dengan cara rahim istri bapak harus di angkat " kata dokter
" tapi saya tidak bisa menjanjikan kalau istri bapak bisa selamat karena penyakit ini resikonya sangat besar buat ibu yg hamil " kata dokter
Andra keluar dari ruangan dokter dengan mata merah dan wajah yg sangat kusut , dia kembali duduk di dekat Tae
" ndra elo tidak apa2 kan , kenapa muka Lo kusut sekali " tanya Joon
" Reyna kenapa ?" Joon panik
" ada penyakit yg menggerogoti rahimnya , dan sekarang bayi gue harus lahir sebelum waktunya " Andra menahan tangis
" lalu bagaimana dengan Reyna ?" tanya Tae
" dia akan segera di operasi untuk mengambil bayi dan juga pengangkatan rahimnya , tapi dokter tidak bisa menjamin keselamatan Reyna Joon " Andra tidak bisa menahan tangisnya lagi
Tae mengusap pundak Andra untuk menguatkannya
" aku sudah memberitahumu resiko ini kan Rey tapi kenapa kamu keras kepala sekali " Joon berjalan mundur dia membenturkan badannya di dinding
" apa maksud dari ucapan Lo yg barusan itu Joon , apa sebelumnya Lo sudah mengetahui ini semua ?" tanya Andra
" ndra , elo jangan marah dulu.. sebenarnya.. " ucapan Tae belum selesai
" apa kalian berdua sudah mengetahui masalah ini ? , tapi kenapa kalian tidak ada yg memberitahu gue " Andra marah
" ndra , Reyna menyuruh kita berjanji untuk tidak memberitahu ini semua sama elo " kata Tae
" apa dengan janji itu bisa menggantikan nyawa Reyna " Andra marah dia mencengkeram kera baju Tae
" di sini nyawa anak dan istri gue yg jadi taruhannya Tae , Joon " kata Andra dengan wajah memerah menahan amarah
__ADS_1
" kalau seandainya gue tahu dari awal kalau dengan mempertahankan kehamilannya bisa beresiko buat nyawa dia gue nggak mau punya anak " Andra berteriak dia melepaskan kera baju Tae dan pergi dari sana
" ndra , elo mau kemana ?" tanya Joon
tetapi Andra tidak menghiraukannya dia tetap pergi dari sana tanpa menoleh
" tenang Joon biar gue ikutin dia , elo di sini jaga Reyna " Tae pergi mengikuti Andra
Andra berjalan menuju taman rumah sakit , dia duduk di salah satu bangku yg ada di sana
" gue nggak tahu harus bagaimana Tae " kata Andra yg tahu bahwa Tae mengikutinya
" elo tahu ndra apa alasan Reyna mempertahankan kehamilannya ?" Tae berjalan dan duduk di samping Andra
" apa ?"
" dia ingin kalau seandainya dia pergi anak kalian bisa gantiin dia buat jagain elo " kata Tae
" tapi gue nggak mau dia pergi Tae " kata Andra
" kita berdo'a saja supaya operasinya berjalan dengan lancar dan semoga Reyna dan anak elo juga selamat " Tae merangkul pundak Andra
" maafin gue ya , tadi gue marah sama elo " kata Andra
" nggak apa2 wajar kalau elo marah "
emosi Andra sudah mulai meredam
...****************...
operasi berjalan dengan lancar , anak Reyna dan Andra sudah lahir dengan selamat bayi mereka perempuan, sedangkan Reyna masih mengalami masa kritis dia masih koma , Andra setiap hari berada di rumah sakit untuk mengurus Reyna sedangkan bayinya sudah di bawa pulang dan di rawat oleh Jeny , sudah beberapa Minggu Reyna tidak sadarkan diri sekarang Jeny dan Joon sedang berada di rumah sakit untuk mengontrolkan kesehatan bayi Andra dan sekalian dia menjenguk Reyna .
" bagaimana keadaan Reyna ndra " tanya Jeny
" masih belum ada perkembangan " kata Andra
" mending Lo pulang dulu ndra biar gue dan Jeny yg gantiin jaga Reyna di sini " kata Joon
" nggak usah mending kalian pulang aja , boleh nggak gue gendong anak gue sebentar " Andra berdiri dari duduknya
" boleh dong , nih " Jeny memberikan bayinya pada Andra
" sayang lihat anak kita , dia cantik dan mirip sepertimu " kata Andra pada Reyna yg masih belum sadar
" tolong bangun ya , apa kamu nggak kasian sama aku dan bayi kita , aku dan dia masih butuh kamu sayang kamu bangun ya " Andra menangis
" ndra coba deh kamu taruh bayi kamu itu di sebelah Reyna siapa tahu dengan merasakan keberadaan bayinya dia bisa bangun " kata Jeny
Andra menaruh bayinya di samping Reyna , Jeny melihat Reyna mengeluarkan air mata
" Joon lihat , Reyna menangis " kata Jeny dan mereka semua menoleh ke arah Reyna dan benar ada air mata yg keluar dari pelupuk mata Reyna
" aku akan panggil dokter dulu ya sayang " Joon pergi memanggil dokter
" permisi , biar saya periksa Bu Reyna dulu ya " kata dokter yg datang bersama dengan Joon
" perkembangan bu Reyna sangat bagus dia sudah bisa merespon ucapan kalian , agar Bu Reyna bisa segera sadar dari koma nya kalian harus sering ajak dia mengobrol " kata dokter
" baiklah , Terima kasih dokter " kata Andra
dokter berpamitan dan keluar dari ruangan
__ADS_1
" ndra apa kamu tidak memberi nama untuk anakmu ?" tanya Jeny
" kalau Reyna sudah bangun aku akan mendiskusikan nama untuk anak kita " kata Andra