
andra dan yg lain sudah sampai di Jakarta , Andra ,Reyna , Jay dan Tae turun duluan, Joon yg berada di kursi belakang sendiri dengan Jeny yg masih tertidur lelap di pangkuannya karena Joon tidak membolehkan Jeny untuk duduk , Joon menepuk nepuk pipi jeny tapi dia tidak terbangun terpaksa Joon mengangkat kepala Jeny agar dia bisa keluar dahulu lalu segera menggendong Jeny keluar dari mobil , mereka langsung masuk ke kamar mereka masing2 begitu juga Joon setelah menidurkan Jeny dia langsung kembali ke kamarnya.
hari sudah berganti Minggu sekarang waktunya jeon dan jisoo melangsungkan pernikahannya , mereka berdua sudah terlihat sangat siap dengan baju pengantin , semua kerabat dan teman dekat juga sudah datang termasuk kakak jisoo yaitu seokjin dan Irene istrinya , janji suci juga sudah di ucapkan sekarang mereka sudah resmi menjadi sepasang suami istri , kini sekarang jeon dan jisoo akan melempar bunga , semuanya bersemangat dan sudah bersiap2 untuk menangkap bunganya tapi lain dengan Joon dia di paksa Reyna untuk ikut tapi dia tidak mau katanya kalau memang sudah takdirnya menikah dengan waktu dekat ya sudah jika tidak ya sudah , akhirnya Reyna pergi dan bergabung bersama yg lain untuk ikut berebut bunga , tiba2 Andra datang dan langsung menarik Reyna
" mau ngapain kamu ?" tanya Andra
" pengen ikut kak " kata Reyna
" kamu kan udah nikah ngapain ikut berebut bunga , kamu pengen nikah lagi , iya ? "
" enggak gitu kak aku cuma .."
" udah sekarang kamu kembali duduk sana , nggak usah ikut2an berebut bunga " potong Andra
Reyna kembali duduk ke tempatnya lagi
" ya ampun ndra , cemburunya sampai gitu amat , sikapmu yg kayak gitu tuh yg bikin Reyna pengen nikah lagi " kata Tae dengan tertawa mengejek
" diam kamu " kata Andra dengan wajah dinginnya , Tae langsung menutup mulutnya dengan tanganya .
dengan hitungan ke 3 bunga di lempar oleh jeon dan jisoo semua yg berada di sana berteriak sambil berebut bunga itu , mereka semua menoleh dan melihat Joon yg menangkap bunga itu
" katanya tadi nggak mau ikutan , kenapa sekarang bunganya kamu tangkap " kata Tae
" nggak sengaja ke tangkap waktu aku mau lewat tadi " kata Joon
" huuuuu alasan aja kamu , padahal aku kan pengen banget dapat bunga itu " kata Tae
" emang kalau dapat mau kamu kasih ke siapa ? pacar aja nggak punya " kata park yg juga berada di sana , dan Tae pun cuma nyengir
" nih buat kamu " Joon memberikan bunga tadi pada Jeny , semua orang yg melihat itu langsung berteriak
" ambil , ambil ayooo ambil kak " Reyna ikutan teriak
Jeny dengan malu2 mengambil bunga itu
" makasih " katanya dengan tersenyum
" cie cieeee , udah cepat Joon tembak
aja " kata jeon
" belum waktunya " joon tersenyum dan pergi dari sana
" ya ampun ganteng banget dia kalau senyum kayak gitu " kata Jeny dalam hati
hari sudah mulai gelap sekarang waktunya tamu undangan datang , tamu yg datang mulai dari para pejabat dan pengusaha ternama termasuk juga perusahaan yg bekerjasama dengan Geyndra grup dan juga anak cabangnya , semua sibuk menyiapkan makanan untuk tamu termasuk Reyna dan Jeny karena mereka tidak mau sampai tamu kecewa dengan hidangan yg mereka sediakan .
" aku ke sana dulu untuk mengecek makanan yg ada di sebelah sana ya kak " kata Reyna pada Jeny
" iya " kata Jeny
Reyna pergi menuju meja , disana sudah ada beberapa hidangan makanan dan minuman
" kayaknya ini kurang lengkap deh makanannya , aku ambilin dulu aja deh " Reyna akan pergi ke dapur tiba2 ada seorang laki2 menabraknya
__ADS_1
" aduh " dahi Reyna membentur dada laki2 itu
" eh maaf , aku tidak sengaja menabrak anda " kata laki2 itu
" tidak apa2 , aku juga minta maaf karena tidak melihat ke depan " kata Reyna
Reyna mau pergi tapi kain bajunya malah nyangkut di kancing jas laki2 itu
" aduh maaf kain bajuku nyangkut " kata Reyna , laki2 itu tersenyum dan menarik pinggang Reyna mendekat padanya
" maaf ya , bentar aku akan mencoba melepaskannya " kata laki2 itu
" susah ya " kata Reyna
" bisakah kamu sedikit lebih mendekat lagi " Reyna melangkah maju lagi dan tanpa Reyna sadari salah satu tangan laki2 itu memegang pinggangnya ,
dari jauh ada seseorang yg melihatnya dengan wajah yg sangat marah saking marahnya sampai gelas yg ada di tangannya dia remas sampai pecah dan melukai tangannya .
setelah kain bajunya terlepas dari kancing jas laki2 tadi Reyna langsung pergi ke dapur untuk mengambil makanan , setelah selesai dia kembali ke meja yg tadi untuk menaruh makanan , Reyna menoleh ke sana kemari mencari seseorang tapi seseorang yg dia cari tidak terlihat , Reyna melihat Jay sedang duduk bersama rose dan dia menghampirinya
" kak Jay maaf ya aku ganggu , aku mau tanya apa kak Jay melihat kak Andra ada di mana ?" tanya Reyna
" tidak Rey aku tidak melihatnya , emangnya kenapa ?"
" enggak kenapa2 sih kak cuma dari tadi aku mencari kak Andra tapi tidak ketemu " kata Reyna
" coba kamu tanya Joon , siapa tau dia lihat Andra " kata jay
" ya sudah aku ke sana dulu ya " Reyna pergi menghampiri Joon yg sedang duduk bersama Jeny , seokjin dan Irene
" kak Joon apa kakak tahu kak Andra kemana ?" tanya Reyna
" kak Andra ini kemana sih , jangan bikin aku khawatir dong kak " kata Reyna gelisah
" udah kamu jangan khawatir biar aku yg cari Andra " Joon sudah berdiri dan mau pergi tiba2 hpnya berbunyi
" halo " kata Joon
" apa , baiklah aku akan kesana " lanjut Joon
" siapa kak ?" tanya Reyna
" telvon dari park katanya tadi dia sama Tae lihat Andra ada di gazebo di belakang hotel ini , kelihatanya dia lagi ada masalah " kata Joon
" emang Andra kenapa Joon ?" tanya seokjin
" seperti biasa jika ada masalah dia selalu menyendiri dan kata park tadi dia melihat ada darah dari telapak tangan Andra " kata Joon
" apa , darah ?" Reyna segera berlari menuju belakang hotel , Joon ikut berlari menyusul Reyna tapi di suruh Reyna untuk kembali dan di suruh untuk tidak mengikutinya tapi Joon sangat khawatir kalau sampai dia kenapa2 apa lagi Andra kalau marah itu sangat tidak bisa terkendali Joon takut kalau Andra sampai melukai Reyna , tapi Reyna meyakinkan Joon bahwa Andra tidak akan pernah bisa melukai dia karena Andra itu sangat mencintai dia , dengan terpaksa Joon menyetujui ucapan Reyna dia pura2 pergi dari sana tapi setelah Reyna kembali berjalan , Joon pelan2 mengikutinya
" maaf Rey aku nggak bisa membiarkan kamu sendiri , aku takut Andra akan melukai kamu " kata Joon
Reyna sampai di belakang hotel dia mencari keberadaan Andra dan dia melihat Andra sedang duduk di gazebo dgn tangan kiri yg memegang minuman , Reyna dengan pelan2 menghampiri Andra , sebenarnya dia juga agak takut menghampiri Andra jika Andra sedang marah
" kak " panggil Reyna
__ADS_1
Andra menoleh dengan wajah yg dingin tanpa ekspresi , melihatnya dengan wajah seperti itu saja hati Reyna sudah menciut karena takut
" ngapain kamu ke sini " kata Andra
" aku tadi mencari kakak tapi tidak ketemu , terus kata kak park dia melihat kakak ada di sini mangkanya aku nyusul ke sini " kata Reyna
" kakak kenapa ada di sini sendiri " tanya Reyna
tapi sepertinya Andra tidak ingin menjawab pertanyaan Reyna , Reyna yg ingat kata Joon bahwa ada darah di telapak tangan Andra dia langsung mendekat ke Andra dia meraih tangan Andra dan benar bahwa ada bekas darah ditangan itu dan dia juga melihat ada pecahan beling yg masih menancap di sana
" kok bisa di tangan kakak ada pecahan belingnya , emangnya kakak habis ngapain ?" tanya Reyna tapi Andra tetap diam dan dia menarik tangannya yg di pegang Reyna
Joon yg melihat dari kejauhan bahwa Andra tidak akan menyakiti Reyna pun pergi dari sana
" kak , kakak kenapa sih jawab dong kak "
karena merasa tidak di hiraukan oleh Andra , Reyna pun menangis
" aku nggak tahu kakak kenapa , tapi jika aku yg membuat kakak seperti ini tolong kakak jangan menyakiti diri kakak sendiri seperti ini " Reyna menangis
" biar aku ambil ya pecahan yg nancap di telapak tangan kakak " Reyna mencoba memegang tangan Andra dan Andra membiarkannya berarti Andra mau , Reyna pergi mengambil kotak p3k dia kembali dan berlutut di hadapan Andra, dia mencabut belingnya dari tangan andra dan menatap wajah Andra yg nampak biasa saja seperti tidak merasakan sakit , Reyna pelan2 membersihkan bekas darah yg masih ada lalu memperban lukanya
" siapa laki2 tadi " tanya Andra dengan suara yg masih dingin
" laki2 ? , laki2 yg mana ?" tanya Reyna
" laki2 yg dengan beraninya memegang pinggang mu " kata Andra dengan menggertakkan giginya marah
" kakak salah paham kak tadi itu .."
" salah paham katamu , aku melihatnya dengan mata kepala ku sendiri " Andra marah dan langsung berdiri dari duduknya , Reyna pun ikutan berdiri
" tapi kak dengerin aku dulu , kakak cuma salah paham " kata Reyna
" bicaralah aku akan mendengarmu " Andra membuang muka
" tadi aku tidak sengaja menabrak laki2 itu , lalu waktu aku mau pergi tiba2 kain bajuku nyangkut di kancing jas dia jadi aku mendekat untuk melepaskannya " kata Reyna
" tapi tidak dengan memegang pinggangmu juga kan " kata Andra
" iya maaf kak soal itu aku benar2 tidak sadar kalau tangan dia di pinggangku " kata Reyna
" maafin aku ya kak , aku benar2 tidak tau " Reyna mendekat , merangkul tangan Andra dan bersandar di bahu Andra
" kakak jangan marah ya , aku nggak mau bertengkar lagi sama kakak " Reyna menangis
Andra menoleh dan mengusap pipi Reyna , Reyna mengangkat kepalanya dia menghadapkan badannya menghadap andra dan langsung merangkul Andra
" jangan marah lagi ya kak , jangan pernah lagi nyakitin diri kakak sendiri seperti tadi , aku sayang kakak " kata Reyna sambil menangis
Andra mengangkat wajah Reyna jadi berdekatan dengan wajahnya
" maafin aku ya karena aku terlalu cemburu sama kamu , aku tidak bisa jika melihatmu bersama laki2 lain karena aku tidak mau kehilangan kamu " kata Andra
Andra memegang bibir Reyna dengan ibu jarinya
__ADS_1
" bolehkan ?" tanya Andra
Reyna menganggukkan kepalanya , pelan2 Andra mendekatkan bibirnya ke bibir Reyna , mereka berciuman sangat lama , memberikan kehangatan satu sama lain , menyalurkan rasa nyaman dan cinta yg sudah mulai bersatu