
sudah satu bulan lebih Reyna terbaring di rumah sakit masih belum ada perkembangan apa2 tentang kondisinya , Andra dengan setia menunggu Reyna setiap hari di rumah sakit , badannya mulai terlihat kurus dia seperti orang yg tidak punya semangat hidup , setiap hari teman2nya selalu datang bergantian untuk melihat kondisi Andra ,mereka selalu membawakan Andra makanan walaupun mereka tahu bahwa makanan itu tidak akan di sentuh oleh dia tapi mereka tetap datang untuk sekedar memberi semangat pada Andra dan selalu memberitahu bahwa anaknya masih membutuhkan dia .
masih seperti biasa Andra duduk di kursi yg ada di samping ranjang Reyna , dia selalu mengajak bicara istrinya itu ya meskipun dia tahu istrinya tidak akan menjawab ucapannya , tapi dia tetap mengajak Reyna bicara karena dia yakin kalau Reyna bisa mendengarnya
" sayang kapan kamu akan bangun , aku sudah sangat rindu dengan suara mu " Andra menenggelamkan wajahnya di punggung tangan Reyna
" aku tidak tahu apa yg harus aku lakukan jika tanpamu , dan anak kita masih butuh kamu , aku mohon segeralah bangun sayang "
Andra merasa bahwa tangan Reyna bergerak , Andra mengangkat wajahnya menghadap Reyna dia melihat Reyna seperti orang yg kehabisan nafas
" sayang , kamu kenapa ?" Andra berdiri dan memencet tombol di dinding yg ada di sebelahnya , beberapa detik kemudian dokter dan suster datang
" dokter cepat dok , kenapa dengan istri saya dok " Andra panik
" tolong pak Andra tunggu di luar sebentar ya " kata suster
Andra berjalan keluar dengan langkah gontai dia duduk di kursi yg berada di luar ruangan dia menundukkan wajahnya
" ndra , ada apa kok kamu ada di luar ?"
Andra mengangkat wajahnya dia melihat Joon dan Jeny berada di depannya dengan menggendong anaknya
" Reyna sedang di periksa " kata Andra
" dia tidak kenapa2 kan ?" tanya Joon panik
" aku juga belum tahu "
" udah Joon jangan bertanya terus kasian Andra , lihat wajahnya sangat tidak bertenaga seperti itu " Jeny memegang lengan joon
" ndra mending kamu sekarang makan dulu ya " Jeny duduk di kursi sebelah Andra sambil membuka kotak makan yg tadi dia bawa
" nggak usah Jen , aku nggak lapar "
" tapi kamu harus makan ndra , kalau kamu nanti sakit siapa yg akan menyemangati Reyna untuk segera bangun " kata Jeny
" baiklah aku akan makan tapi setelah aku mengetahui kondisi Reyna dulu " kata Andra
dokter keluar dari ruangan , Andra segera berdiri dan menghampiri
" dokter bagaimana istri saya ?"
" tenanglah pak , istri bapak mengalami perkembangan yg sangat baik , kita do'akan saja supaya istri bapak segera sadar " kata dokter
__ADS_1
" benarkah dok , apa saya sudah boleh melihatnya " kata Andra
" iya silahkan pak , saya permisi ya pak "
Andra langsung masuk ke dalam ruangan
" beruntung ya dok Bu Reyna dapat suami seperti pak Andra , sudah ganteng ,setia sayang pula sama istrinya " kata suster
" iya , saya juga mau satu yg seperti itu " kata dokter dengan senyum
" ini ndra , sekarang kamu makan ya! " Jeny memberikan kotak makanan
" Hem " Andra mengambil kotak makan itu dan duduk di sofa panjang yg biasa di gunakan Andra untuk tidur
Jeny duduk di kursi sebelah ranjang Reyna sambil menggendong bayinya sedangkan Joon duduk menemani Andra
" Rey , kamu lihat deh anak kamu cantik banget mirip sama kamu Rey apa kamu tidak ingin melihatnya Rey " Jeny mengusap tangan Reyna lembut
" aku rindu banget jalan2 bareng sama kamu dan jisoo kayak dulu Rey ya meskipun kalian berdua merepotkan ku tapi aku sangat rindu momen itu , cepat bangun ya Rey , oh ya jisoo juga titip pesan buat kamu maaf dia nggak bisa nengok kamu hari ini soalnya si jaehyun lagi rewel banget " Jeny mengajak Reyna bicara ya meskipun dia tau Reyna tidak akan menjawab ucapannya itu
" ndra mending kamu pulang dulu aja deh , kamu nggak pernah pulang sama sekali , lihat badanmu sampai kurus kayak gitu karena tidak pernah istirahat dan makan teratur " kata Joon
" bagaimana aku bisa istirahat dan makan teratur Joon , melihat kondisi Reyna seperti ini aku tidak tega untuk meninggalkannya walaupun sedetik " Andra selesai makan
" tetap aku nggak tega Joon kalau aku tidak melihat keadaanya dengan mataku sendiri " kata Andra
" Jen , sini aku ingin menggendong anakku " Andra menghampiri Jeny dan mengambil anaknya yg ada di dalam gendongan Jeny
" ndra ini udah satu bulan lebih dari hari kelahirannya , tapi kamu belum kasih dia nama " kata Jeny
" tunggu mama kamu bangun ya sayang baru kamu nanti papa kasih nama ya " Andra berbicara pada bayi yg ada di gendongannya
" senyummu membuat papa merindukan senyuman mama mu nak " Andra menetaskan air matanya , dia menciumi seluruh wajah anaknya
" ndra , Reyna menggerakkan tangannya " kata Jeny
" sayang , bangun sayang " Andra mendekat dan memegang tangan Reyna
" lihat mata Reyna terbuka dia sudah sadar , cepat sayang kamu panggil dokter " kata Joon
Jeny langsung memencet tombol yg ada di dinding , dokter datang bersama suster
" dokter , lihat istri saya membuka matanya apa dia sudah sadar ?" tanya Andra
__ADS_1
" bentar ya pak saya periksa dulu " dokter mendekat dan memeriksa Reyna
" Bu Reyna , apa Bu Reyna bisa mendengar saya " tanya dokter pada Reyna tapi Reyna tidak mengeluarkan satu kata pun
" jika ibu mendengar apa yg saya ucapkan tolong ibu berkedip dua kali " kata dokter lagi dan Reyna merespon dengan mengedipkan matanya dua kali
" bagus " kata dokter
" suster tolong suntikkan cairan ini pada infus Bu Reyna " perintah dokter
" bagaimana keadaan istri saya dok ?" tanya Andra
" ini sungguh di luar dugaan pak , tapi selamat ya pak Bu Reyna sudah tersadar dari koma nya " dokter tersenyum
" tapi kenapa dia seperti tidak mengenali kami dok " tanya Joon
" itu sudah biasa di alami orang setelah koma pak , nanti setelah di suntikkan cairan tadi Bu Reyna akan tertidur dan saya pastikan setelah bangun kondisi Bu Reyna akan pulih seperti dulu " kata dokter
" terima kasih dokter " kata Jeny
dokter dan suster pergi dari ruangan Reyna
...****************...
sudah dua jam lebih setelah cairan di suntikkan tadi tapi Reyna belum terbangun dari tidurnya , Andra masih setia menanti di sampingnya sedangkan Jeny dan Joon sudah pulang dari tadi karena hari sudah mulai petang , Andra yg menunggu Reyna terbangun pun sampai tertidur dengan kepalanya di taruh di atas ranjang sedangkan badannya duduk di kursi sebelah ranjang , mungkin dia sangat lelah hari ini , dia tertidur sampai menjelang pagi .
Andra terbangun dari tidurnya dia mengangkat kepalanya lalu menguap sambil memejamkan matanya dan setelah matanya terbuka dia kaget karena Reyna sudah tidak ada di tempat tidurnya
" Lo , Reyna kemana ?" Andra berdiri dari duduknya lalu berlari keluar , dia bertanya pada suster yg lewat di depannya kamarnya tapi suster itu tidak melihat Reyna kemana
" jangan2 .." belum sempat Andra meneruskan ucapannya dia merasa ada seseorang yg sedang memegang pundaknya dari belakang , Andra menoleh sambil menjerit
" aduh , kamu kenapa sih kok teriak kan sakit telinga aku "
" sayang , ini beneran kamu " Andra memegang tangan Reyna lalu memegang pipinya
" iya sayang ini aku " kata Reyna
" kamu dari mana sih aku khawatir , aku ngiranya kamu kenapa2 tau nggak " Andra memeluk Reyna , dia sangat bahagia saat ini karena Reyna sudah tersadar dari komanya
" ya ampun sayang kamu kelihatan kurus banget dan ini kenapa rambutnya di biarkan panjang kayak gini " kata Reyna
" udah jangan bahas itu dulu yg terpenting sekarang kamu harus di periksa dokter dulu dan aku akan menelpon yg lain untuk memberitahu bahwa kamu sudah sadar " kata Andra
__ADS_1
Andra menggendong Reyna untuk kembali ke atas ranjang dan memanggil dokter setelah itu dia keluar dan mengabari yg lain untuk memberitahu hari bahagia ini .