Suamiku Si Mafia

Suamiku Si Mafia
episode 40


__ADS_3

Andra dan yg lain sangat panik karena Reyna tidak sadarkan diri , Andra berlari masuk ke dalam rumah sakit sambil menggendong Reyna


" dokter .. dokter .. tolong " Andra berteriak sambil berlari masuk ke dalam rumah sakit ,


suster yg melihat itu langsung mengambil brankar dan mendorongnya menuju Andra


" ayo cepat sus " Andra menaruh Reyna di atas brankar , suster itu mendorong Reyna masuk ke dalam ruang UGD


" bapak tunggu sini ya , karena dokter akan memeriksanya dulu " kata suster


" enggak , aku harus ikut masuk karena aku ingin menemani istriku " kata Andra menahan pintu yg akan di tutup oleh susternya


" tidak bisa pak , bapak harus tunggu di luar " kata suster itu


" ndra , udah biarin Reyna di rawat dulu ya " Joon menghampiri Andra untuk menenangkannya


Andra menuruti perintah Joon dia duduk d ruang tunggu bersama yg lain


" Joon , Reyna nggak bakal kenapa2 kan gue takut Joon " kata Andra menangis


" tenanglah ndra , Reyna itu kuat kok aku yakin dia pasti baik2 saja " kata Joon


" iya ndra aku yakin itu cuma kram perut biasa kok , kamu tenang ya nggak bakal terjadi apa2 sama Reyna dan anak kamu " kata Jeny menenangkan


" sungguh beruntung Reyna punya suami yg sangat sayang sama dia " kata pak Reyno dalam hati


Andra berdiri dari duduknya saat melihat suster keluar dari ruang UGD


" sus bagaimana keadaan istri saya " Andra menghampiri suster itu


" silahkan masuk , bapak bisa melihat keadaannya secara langsung " Andra yg mendengar omongan suster seperti itu langsung bergegas masuk kedalam ruangan


" bagaimana keadaan istri saya dok ?" tanya Andra


" istri bapak tidak apa2 itu hanya kontraksi biasa , mungkin tadi istri bapak syok maka dari itu terjadi kontraksi pada perutnya " kata dokter


" tapi kenapa istri saya belum sadar dok ?"


" sebentar lagi pasti istri bapak akan sadar , nanti kalau sudah sadar saya akan periksa lagi dan memastikan apa istri bapak bisa di bawa pulang atau harus di rawat inap " kata dokter


" iya , makasih dok "


dokter keluar dari ruangan , Andra duduk di kursi sebelah ranjang


" sayang sadar dong , jangan bikin aku panik " Andra menempelkan tangan Reyna ke pipinya


" aku udah sadar kok kak " Reyna tersenyum


" kamu udah sadar sayang , bagaimana perut kamu apa masih sakit ?" Andra memegang perut Reyna


" udah enggak kok kak "

__ADS_1


" kamu jangan banyak fikiran ya , aku takut kamu sama anak kita kenapa2 " kata Andra


Andra sudah bicara pada dokter dan Reyna sudah boleh pulang , sekarang Reyna dan yg lain naik mobil dan pulang ke rumah


" kamu jangan banyak fikiran ya nak , kasihan anak dalam kandungan kamu " kata pak Reyno


" iya yah " kata Reyna


" ndra , bolehkan ayah tinggal bersama kita sementara ini , nanti kalau aku udah nikah dan pindah ayah akan ikut bersama ku " kata Joon


" enggak , biarkan ayah ikut sama aku aja kak " kata Reyna


" tapi apa Andra nggak keberatan ?" tanya Joon


" aku nggak keberatan , aku terserah Reyna saja " kata Andra


" makasih ya nak kalian masih mau mengajak ayah untuk tinggal bersama kalian dan maafin ayahmu ini yg belum bisa membahagiakan kalian " pak Reyno meneteskan air mata karena terharu kedua anaknya berebut untuk mengajaknya tinggal bersama .


mereka sudah sampai di rumah , turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah


" kalian dari mana ?" tanya Tae


" kita dari Bandung menjemput ayah , emangnya ada apa ? " tanya Joon


" park tadi meneleponku dan memberitahu bahwa junghyo ingin bertemu dengan Andra " kata Andra


" emangnya ada apa ?" tanya Andra


" baiklah nanti aku akan menelpon park , sekarang aku mau membawa Reyna masuk ke kamar dulu " kata Andra


" oh ya Joon anterin ayah ke kamar biar dia bisa langsung istirahat " kata Andra lagi


" iya "


Andra mengajak Reyna pergi ke kamar untuk istirahat


" bentar , aku bersihin dulu kamar ya sayang " kata Andra


Andra masuk ke dalam kamar dan membersihkan tempat tidurnya


" udah sayang , ayo sini " Andra memanggil Reyna untuk naik ke atas ranjang ,


Reyna naik ke atas ranjang dan diikuti oleh Andra , Reyna duduk sambil bersandar di bantal sedangkan Andra tidur dengan mengusap perut Reyna


" sayang anaknya ayah , nggak boleh nakal ya kasihan mama " kata Andra sambil mengusap perut Reyna


" iya ayah aku nggak nakal kok" kata Reyna dengan menirukan suara anak kecil dan Andra tersenyum


" sayang , kamu mau anak laki2 atau perempuan ?" tanya Reyna


" kalau aku sih mau laki atau perempuan nggak apa2 yg penting mirip sama kamu " Andra mencubit pipi Reyna

__ADS_1


" kalau aku sih maunya perempuan soalnya nanti kalau ada apa2 biar dia bisa gantiin aku buat jaga kamu " kata Reyna


" kamu ngomongnya ada2 aja sih " kata Andra


" udah sekarang kamu istirahat ya " kata Andra lagi


" tapi aku lagi pengen makan ketoprak " kata Reyna


" ya udah kamu tunggu di sini biar aku suruh Tae beliin ketoprak buat kamu " kata Andra


" yg pedas ya kak ketopraknya " kata Reyna agak teriak karena Andra sudah berjalan keluar kamar


Andra keluar mencari Tae dan menemukan Tae sedang duduk di meja dapur


" Tae " panggil Andra


" ada apa ?" Tae menoleh


" tolong belikan ketoprak dong , Reyna pengen makan ketoprak " kata Andra


" elo yg suaminya kenapa ngomongnya ke gua " kata Tae


" ya karena gue males keluar mangkanya gue nyuruh elo " kata Andra


" yg pengen makan ketoprak kan anak elo kenapa harus gue yg beliin sih " Tae berdiri dan pergi meninggalkan dapur


" woy jangan lupa yg pedas ketopraknya " kata Andra


" kenapa gue nggak bisa nolak permintaan andra sih , ah sial " Tae keluar dari rumah menuju perempatan untuk beli ketoprak yg biasanya mangkal disana


selang beberapa menit Tae kembali dengan membawa 2 bungkus ketoprak , dia mengetuk pintu kamar Reyna dan keluarlah Andra membukakan pintu


" nih , yg pedas karetnya ada 2 " kata Tae


" elo beliin gue dua ?" tanya Andra


" enak aja yg satunya buat gue " kata Tae


" kirain elo beliin buat gue " kata Andra


" kalau elo mau ya beli aja sendiri , udah di beliin nggak terima kasih Lo" Tae ngomel karena tanpa berterima kasih tanpa apa Andra langsung menutup pintu kamarnya


" istrinya yg nyidam gue yg kesusahan , emang dasar ya teman nyusahin " Tae berjalan ke dapur sambil ngomel , dia menaruh ketopraknya di meja lalu dia menuju rak untuk mengambil piring


" gue juga sekalian ambilin "


" ya ampun ndra , semuanya aja elo nyuruh gue , nggak sekalian aja elo nyuruh gue buat nyuapain Reyna " kata Tae


" he ngomong apa Lo tadi " kata Andra


" aaaahhh Auh ah ndra , pusing gue mikirin elo nih ambil piring sama sendoknya dan jangan nyuruh2 gue lagi udah gue capek dan mau istirahat " Tae memberikan piring dan sendok pada Andra kemudian mengusir Andra untuk pergi dari dapur , setelah itu dia duduk dan menikmati ketopraknya dengan tenang

__ADS_1


__ADS_2