
Andra dan yg lain sangat panik karena Reyna tidak sadarkan diri , Andra berlari masuk ke dalam rumah sakit sambil menggendong Reyna
" dokter .. dokter .. tolong " Andra berteriak sambil berlari masuk ke dalam rumah sakit ,
suster yg melihat itu langsung mengambil brankar dan mendorongnya menuju Andra
" ayo cepat sus " Andra menaruh Reyna di atas brankar , suster itu mendorong Reyna masuk ke dalam ruang UGD
" bapak tunggu sini ya , karena dokter akan memeriksanya dulu " kata suster
" enggak , aku harus ikut masuk karena aku ingin menemani istriku " kata Andra menahan pintu yg akan di tutup oleh susternya
" tidak bisa pak , bapak harus tunggu di luar " kata suster itu
" ndra , udah biarin Reyna di rawat dulu ya " Joon menghampiri Andra untuk menenangkannya
Andra menuruti perintah Joon dia duduk d ruang tunggu bersama yg lain
" Joon , Reyna nggak bakal kenapa2 kan gue takut Joon " kata Andra menangis
" tenanglah ndra , Reyna itu kuat kok aku yakin dia pasti baik2 saja " kata Joon
" iya ndra aku yakin itu cuma kram perut biasa kok , kamu tenang ya nggak bakal terjadi apa2 sama Reyna dan anak kamu " kata Jeny menenangkan
" sungguh beruntung Reyna punya suami yg sangat sayang sama dia " kata pak Reyno dalam hati
Andra berdiri dari duduknya saat melihat suster keluar dari ruang UGD
" sus bagaimana keadaan istri saya " Andra menghampiri suster itu
" silahkan masuk , bapak bisa melihat keadaannya secara langsung " Andra yg mendengar omongan suster seperti itu langsung bergegas masuk kedalam ruangan
" bagaimana keadaan istri saya dok ?" tanya Andra
" istri bapak tidak apa2 itu hanya kontraksi biasa , mungkin tadi istri bapak syok maka dari itu terjadi kontraksi pada perutnya " kata dokter
" tapi kenapa istri saya belum sadar dok ?"
" sebentar lagi pasti istri bapak akan sadar , nanti kalau sudah sadar saya akan periksa lagi dan memastikan apa istri bapak bisa di bawa pulang atau harus di rawat inap " kata dokter
" iya , makasih dok "
dokter keluar dari ruangan , Andra duduk di kursi sebelah ranjang
" sayang sadar dong , jangan bikin aku panik " Andra menempelkan tangan Reyna ke pipinya
" aku udah sadar kok kak " Reyna tersenyum
" kamu udah sadar sayang , bagaimana perut kamu apa masih sakit ?" Andra memegang perut Reyna
" udah enggak kok kak "
__ADS_1
" kamu jangan banyak fikiran ya , aku takut kamu sama anak kita kenapa2 " kata Andra
Andra sudah bicara pada dokter dan Reyna sudah boleh pulang , sekarang Reyna dan yg lain naik mobil dan pulang ke rumah
" kamu jangan banyak fikiran ya nak , kasihan anak dalam kandungan kamu " kata pak Reyno
" iya yah " kata Reyna
" ndra , bolehkan ayah tinggal bersama kita sementara ini , nanti kalau aku udah nikah dan pindah ayah akan ikut bersama ku " kata Joon
" enggak , biarkan ayah ikut sama aku aja kak " kata Reyna
" tapi apa Andra nggak keberatan ?" tanya Joon
" aku nggak keberatan , aku terserah Reyna saja " kata Andra
" makasih ya nak kalian masih mau mengajak ayah untuk tinggal bersama kalian dan maafin ayahmu ini yg belum bisa membahagiakan kalian " pak Reyno meneteskan air mata karena terharu kedua anaknya berebut untuk mengajaknya tinggal bersama .
mereka sudah sampai di rumah , turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah
" kalian dari mana ?" tanya Tae
" kita dari Bandung menjemput ayah , emangnya ada apa ? " tanya Joon
" park tadi meneleponku dan memberitahu bahwa junghyo ingin bertemu dengan Andra " kata Andra
" emangnya ada apa ?" tanya Andra
" baiklah nanti aku akan menelpon park , sekarang aku mau membawa Reyna masuk ke kamar dulu " kata Andra
" oh ya Joon anterin ayah ke kamar biar dia bisa langsung istirahat " kata Andra lagi
" iya "
Andra mengajak Reyna pergi ke kamar untuk istirahat
" bentar , aku bersihin dulu kamar ya sayang " kata Andra
Andra masuk ke dalam kamar dan membersihkan tempat tidurnya
" udah sayang , ayo sini " Andra memanggil Reyna untuk naik ke atas ranjang ,
Reyna naik ke atas ranjang dan diikuti oleh Andra , Reyna duduk sambil bersandar di bantal sedangkan Andra tidur dengan mengusap perut Reyna
" sayang anaknya ayah , nggak boleh nakal ya kasihan mama " kata Andra sambil mengusap perut Reyna
" iya ayah aku nggak nakal kok" kata Reyna dengan menirukan suara anak kecil dan Andra tersenyum
" sayang , kamu mau anak laki2 atau perempuan ?" tanya Reyna
" kalau aku sih mau laki atau perempuan nggak apa2 yg penting mirip sama kamu " Andra mencubit pipi Reyna
__ADS_1
" kalau aku sih maunya perempuan soalnya nanti kalau ada apa2 biar dia bisa gantiin aku buat jaga kamu " kata Reyna
" kamu ngomongnya ada2 aja sih " kata Andra
" udah sekarang kamu istirahat ya " kata Andra lagi
" tapi aku lagi pengen makan ketoprak " kata Reyna
" ya udah kamu tunggu di sini biar aku suruh Tae beliin ketoprak buat kamu " kata Andra
" yg pedas ya kak ketopraknya " kata Reyna agak teriak karena Andra sudah berjalan keluar kamar
Andra keluar mencari Tae dan menemukan Tae sedang duduk di meja dapur
" Tae " panggil Andra
" ada apa ?" Tae menoleh
" tolong belikan ketoprak dong , Reyna pengen makan ketoprak " kata Andra
" elo yg suaminya kenapa ngomongnya ke gua " kata Tae
" ya karena gue males keluar mangkanya gue nyuruh elo " kata Andra
" yg pengen makan ketoprak kan anak elo kenapa harus gue yg beliin sih " Tae berdiri dan pergi meninggalkan dapur
" woy jangan lupa yg pedas ketopraknya " kata Andra
" kenapa gue nggak bisa nolak permintaan andra sih , ah sial " Tae keluar dari rumah menuju perempatan untuk beli ketoprak yg biasanya mangkal disana
selang beberapa menit Tae kembali dengan membawa 2 bungkus ketoprak , dia mengetuk pintu kamar Reyna dan keluarlah Andra membukakan pintu
" nih , yg pedas karetnya ada 2 " kata Tae
" elo beliin gue dua ?" tanya Andra
" enak aja yg satunya buat gue " kata Tae
" kirain elo beliin buat gue " kata Andra
" kalau elo mau ya beli aja sendiri , udah di beliin nggak terima kasih Lo" Tae ngomel karena tanpa berterima kasih tanpa apa Andra langsung menutup pintu kamarnya
" istrinya yg nyidam gue yg kesusahan , emang dasar ya teman nyusahin " Tae berjalan ke dapur sambil ngomel , dia menaruh ketopraknya di meja lalu dia menuju rak untuk mengambil piring
" gue juga sekalian ambilin "
" ya ampun ndra , semuanya aja elo nyuruh gue , nggak sekalian aja elo nyuruh gue buat nyuapain Reyna " kata Tae
" he ngomong apa Lo tadi " kata Andra
" aaaahhh Auh ah ndra , pusing gue mikirin elo nih ambil piring sama sendoknya dan jangan nyuruh2 gue lagi udah gue capek dan mau istirahat " Tae memberikan piring dan sendok pada Andra kemudian mengusir Andra untuk pergi dari dapur , setelah itu dia duduk dan menikmati ketopraknya dengan tenang
__ADS_1