
hari ini Reyna sudah boleh pulang tapi dia belum boleh melakukan pekerjaan yg berat jadi untuk sementara waktu Jeny akan ikut pulang ke rumah Andra untuk membantu Reyna melakukan pekerjaan rumah dan juga mengasuh Gea .
" maaf ya kak aku jadi merepotkan kak Jeny lagi " Reyna duduk di kursi roda yg di dorong oleh Andra sedangkan Jeny berjalan di sampingnya
" udah lah Rey nggak usah sungkan kayak gitu , aku tidak keberatan kok bantuin kamu kan aku udah anggap kamu kayak adik aku sendiri Rey " Jeny tersenyum
" makasih ya Jen " kata Andra tanpa menoleh dan Jeny tersenyum sambil mengangguk
" kalian masuk dulu aja , aku mau menelpon Joon sebentar " kata Jeny
Andra dan Reyna masuk ke dalam rumah meninggalkan Jeny yg masih berdiri di halaman
" halo sayang " kata Joon dalam telepon
" sayang sementara kita tinggal di rumah Andra dulu nggak apa2kan , Reyna masih masa pemulihan jadi belum boleh bekerja terlalu keras jadi aku ingin membantunya sampai dia benar2 pulih " kata Jeny
" ah baiklah terimakasih sayang " jeny mematikan teleponnya
" ehem , aku harap kali ini niatmu benar2 ingin membantu Reyna dan bukan yg lain " kata Tae yg tiba2 muncul dari belakang Jeny
" apa maksudmu Tae ?" tanya Jeny
" meskipun kamu tidak aku kasih tahu sepertinya kamu mengerti maksud aku " kata Tae
" aku mohon kamu jangan berburuk sangka padaku ya Tae , aku benar2 hanya ingin membantu Reyna bukan ada maksud yg lain " kata Jeny marah
" semoga saja begitu " kata Tae
" aku bukanlah Jeny yg dulu , aku yg sekarang hanya mencintai suamiku yaitu Joon " Jeny pergi meninggalkan Tae
" lalu bagaimana dengan isi surat yg aku temukan waktu di rumah Jeny waktu itu " kata Tae
flasback on
tok tok tok
" kamu kesini , Joon sudah pergi ke kantor " kata Jeny
" oh aku hanya ingin melihat kondisi anaknya Andra " kata Tae
" masuklah dia sedang tidur di kamarku " kata Jeny
" ah baiklah , aku langsung kesana ya " Tae pergi menuju kamar Jeny , dia membuka pintu dan melihat si mungil sedang tidur dengan nyenyaknya
__ADS_1
" Hay sayang , ponakan om yg gemoy " Tae mencubit pipinya
karena terganggu akan kedatangan Tae akhirnya Gea terbangun
" oh aduh cantiknya om kebangun ya , maaf ya sayang " Tae menggendong Gea yg menangis
" Tae , kalau dia bangun kamu ambil botol susunya yg berada di penghangat yg ada di kamarku " kata Jeny teriak
Tae langsung menghampiri kotak penghangat yg di maksud Jeny , dia mengambil botol susu dan meminumkannya pada Gea
" oh haus ya sayang " Tae duduk di kursi meja rias milik Jeny dan dengan tidak sengaja dia menjatuhkan buku berwarna kuning yg bertuliskan my diary , Tae mengambil buku itu dan menaruhnya lagi di meja , Tae melihat ada kertas putih yg terjatuh dari buku diary itu , Tae mengambilnya dan tidak sengaja dia membaca tulisan yg bertuliskan untukmu yg ku cinta dan Tae membaca isinya
" aku sangat berterimakasih pada Tuhan karena telah menciptakan dirimu , meskipun mungkin nanti aku tidak bisa berada di sisimu tapi dengan melihatmu bahagia saja aku juga sudah ikut bahagia , tetaplah bahagia separuh jiwaku.
dari seseorang yg sangat mencintaimu dan untukmu orang yg sangat aku cintai Geynandra Adiwinata "
" apa maksud surat ini , apa jangan2 Jeny masih menyimpan rasa buat Andra " kata Tae
" ini tidak bisa di biarin "
" Tae , apa dia sudah tidur lagi " Jeny membuka pintu kamar dan dengan segera Tae mengembalikan surat itu ke dalam buku diary milik Jeny
" ah iya , ini dia " Tae memberikan Gea pada jeny
" ah iya , terimakasih karena sudah membantuku untuk menjaga dia " Jeny tersenyum
tanpa menjawab Tae langsung pergi meninggalkan rumah Jeny
flashback off
" Tae , ngapain kamu diam di sini sendiri " Andra menepuk pundak Tae yg masih melamun di halaman rumah
" eh enggak ndra , oh ya aku cuma mau beritahu kamu jangan terlalu percaya pada Jeny " kata Tae setengah berbisik
" ngomong apa sih kamu , aku percaya kok kalau dia sudah berubah " kata Andra
" ya aku kan cuma memberitahumu tentang apa yg aku tahu " kata Tae
" sudah ah jangan ngaco , ayo masuk " Andra mengajak Tae masuk ke dalam rumah
Andra dan Tae masuk ke dalam rumah dia melihat Jeny dan Reyna duduk di ruang televisi sedang mengajak bercanda Gea
" aduh ponakan Tante cantik ya kalau pakai pita ini , besok kalau Tante jalan2 ke mall Tante belikan lagi ya " kata Jeny
__ADS_1
" makasih ya Tante , bajunya bagus2 Gea suka " kata Reyna menirukan suara anak kecil
" iya sayang sama2 , do'akan semoga Tante bisa cepat dapat momongan yg cantiknya kayak Gea ya " kata Jeny
" iya kak aku do'akan semoga kak Jeny dan kak Joon segera di kasih keturunan " kata Reyna
" makasih ya Rey " Jeny merangkul Reyna
" kamu lihat Tae , kelihatan sekali kalau Jeny sayang banget sama Reyna apa kamu masih nggak percaya sama Jeny ?" tanya Andra pada Tae , mereka berdiri di depan pintu ruang televisi dan melihat semua kejadian tadi
" tapi ndra .." Tae belum melanjutkan ucapannya
" udah nggak usah berfikiran yg aneh2 , ayo " Andra pergi menghampiri mereka dan duduk di sebelah Reyna , Tae mengikuti dan duduk di kursi yg berhadapan dengan Jeny
" kalian tunggu disini ya , aku akan buatkan kalian minum " Jeny pergi meninggalkan mereka menuju dapur , selang beberapa menit dia kembali dengan membawa 2 cangkir teh dan 1 cangkir susu yg di taruh di atas nampan , dia mendekat ke Tae dan memberikan 1 teh , kemudian dia memberikan teh pada Andra dan dengan tidak sengaja kaki Jeny tersandung kaki meja dan teh nya menumpahi kemeja Andra
" eh maafkan aku " Jeny menaruh nampan , dia mengambil tisu yg ada di meja dan langsung membersihkan kemeja Andra yg terkena tumpahan teh , Andra dengan spontan langsung memegang tangan Jeny
" sudah tidak usah " Andra melepas tangan Jeny dan Jeny juga menarik tangannya
" maaf ndra aku benar2 tidak sengaja tadi kaki ku tersandung kaki meja " kata Jeny
" sudah tidak apa2 kak , aku tahu kalau kakak tidak sengaja " kata Reyna
" sini sayang lepasin saja ya kemejanya " kata Reyna
" tapi aku nggak pakai dalaman sayang " Andra berbisik
" kamu tunggu bentar ya , biar aku ambilin kamu baju ganti " kata Reyna
" enggak usah sayang biar aku ambil sendiri aja " kata Andra
" biar aku yg ambilin ya , kan itu semua gara2 aku " kata Jeny
" nggak usah biar aku ambil sendiri sekalian ganti di kamar aja " kata Andra
" ya sudah aku juga ikut ke kamar ya sayang , aku juga mau tidurin Gea " kata Reyna
" ya sudah , ayo " Andra menggandeng Reyna pergi ke kamar
" aku harus menyelidiki ini semua , aku masih tidak percaya dengan dia " kata Tae dalam hati
" aku juga tidak mau melihat Reyna terluka " kata Tae lagi
__ADS_1