Suamiku Si Mafia

Suamiku Si Mafia
episode 48


__ADS_3

" besok kalau keadaan Bu Reyna sudah lebih membaik , besok bisa langsung pulang " kata dokter pada Andra


" iya , terimakasih dok " kata Andra


" iya sama2 pak Andra , jangan lupa obatnya ini di minum ya buk supaya bisa cepat vit tubuhnya " dokter tersenyum pada Reyna


" iya dok "


" ya sudah kalau begitu saya permisi ya pak , buk semoga cepat sembuh ya "


dokter keluar dari ruangan , Andra yg tadi berdiri langsung duduk di kursi biasanya yg ada di samping ranjang Reyna


" makasih ya sayang " Andra menggenggam tangan Reyna


" makasih untuk apa ?" tanya Reyna


" makasih karena kamu masih bertahan dan sudah kembali bersama kita " andra mencium tangan Reyna


" oh ya , anak kita mana ?" tanya Reyna


" selama kamu koma anak kita di urus sama Jeny dan joon " kata Andra


" sayang aku mau ketemu sama anak kita , aku mau lihat wajahnya " kata Reyna


" nih " Andra memberi sesuatu pada Reyna


" kenapa kamu ngasih aku cermin ?" tanya Reyna


" karena kalau kamu lihat kaca sama seperti kamu lihat wajah anak kita , dia sangat mirip dengan mu " kata Andra


" ah masak sih , aku jadi pengen cepat2 ketemu sama dia " Reyna tersenyum


" sebentar lagi pasti mereka akan datang , aku tadi sudah mengabari mereka "


setelah beberapa menit akhirnya yg di tunggu2 sampai juga yaitu anak mereka yg sedang di gendong sama Jeny , tidak hanya Jeny dan Joon yg datang tapi juga jeon , jisoo dan anak mereka jaehyun .


" ya ampun Rey , akhirnya kamu sudah sadar " jisoo menghampiri Reyna dan langsung memeluknya


" aku kangen banget sama kamu " kata Jisoo lagi


" aku juga kangen banget sama kak jisoo , Hae jaehyun aduuuuh ponakan Tante tambah ganteng ya " Reyna menyubit pipi jaehyun yg sedang tidur di gendongan ibunya


" akhirnya kamu sadar juga Rey , aku sangat khawatir dengan keadaanmu " Joon menghampiri adiknya dan langsung memeluknya


" papa bagaimana keadaanya kak ?" tanya Reyna


" kamu nggak usah khawatirin papa , selama kamu koma papa tinggal bersama kami dan Jeny sangat mengurus papa " kata Joon


" ah syukurlah , terimakasih ya kak Jeny aku sudah sangat merepotkan kakak " kata Reyna

__ADS_1


" kamu ngomong apa sih Rey , aku nggak merasa di repotin kok " kata Jeny


" kak boleh nggak aku gendong anak aku "


" boleh dong , nih " Jeny memberikan bayi yg berada di gendongannya ke pangkuan Reyna


" aduuuh anak mama cantik banget sih " kata Reyna


" iya , kayak kamu " kata Andra


" ehem kayaknya ada yg mulai bisa ngegombal nih " kata jeon


" iya ya jeon , perasaan kemarin2 kayak orang udah mau mati aja " kata Joon ikut meledek


" diam kalian " kata Andra


semua yg ada di sana tertawa mendengar ejekan mereka


" oh ya sayang , anak kita kamu kasih nama siapa ?" tanya Reyna


" aku belum kasih dia nama " kata Andra


" apa , kamu keterlaluan sekali sih masak udah satu bulan lebih dia lahir masih belum di kasih nama " kata Reyna


" aku pengennya kita kasih nama anak kita sama2 jadi aku nunggu kamu bangun baru aku akan kasih dia nama " kata Andra


" ya bukan begitu sayang , aduh aku salah lagi ya " Andra menggaruk tengkuknya yg tidak gatal


" udah Rey kamu jangan marahin Andra terus kamu nggak kasihan apa lihat badannya sampai kurus kayak gitu karena dia mikirin kamu terus " kata Joon


" heemmm maaf ya sayang bukan maksud aku buat marahin kamu kok , ya udah kalau gitu kita kasih nama sekarang buat anak kita ya " kata Reyna dan Andra tersenyum sambil mengangguk


" sebenarnya sih aku udah pilih nama buat anak kita tapi aku takut kamu nggak setuju mangkanya aku nunggu kamu " kata Andra


" siapa sayang namanya " tanya Reyna


" Geandra Putri Winata " kata Andra


" bagus sayang aku suka " kata Reyna


" beneran kamu suka "


" iya , bagaimana menurut kalian ?"


" bagus , sangat cocok namanya " kata Jeny


" ya sudah kalau begitu sekarang kita panggil dia Gea " kata Reyna


" aduuuh sekarang ponakan Tante sudah punya nama ya " kata Jeny sambil memegang pipi gembul Gea

__ADS_1


" makasih ya kak karena selama ini udah gantiin aku buat jagain Gea " Reyna memegang telapak tangan Jeny


" iya sama2 , aku udah anggap Gea seperti anak ku sendiri Rey " kata Jeny


" Hay Hay semua , aku datang " tiba2 pintu terbuka dan masuklah seorang laki2 tampan dengan membawa buket bunga di tangannya


" aduuuh sih hebo datang " kata Jisoo


" ini buat kamu " Tae memberikan buket bunga pada Reyna dan Reyna menerimanya dengan senyum yg mengembang


" waaaah makasih ya Tae " kata Reyna


" sama2 , wah ponakan om Tae juga ada di sini ya , ayo sini gendong " Tae mengambil Gea dari pangkuan Reyna


" hey hati2 , kalau sampai anak ku kenapa2 awas aja kamu " kata Andra


" iya iya ndra , sensi banget sih Lo sama gue , gue udah biasa kali jagain anak Lo kalau nggak percaya tanya tuh sama mama angkatnya " Tae menunjuk Jeny


" iya ndra biasanya kalau aku lagi sibuk2nya Tae selalu datang untuk membantu jagain Gea " kata Jeny


" bagus deh , Gea jadi punya baby sister gratisan " kata Andra


" apa siapa tadi namanya Gea , oh jadi ponakan om ini udah punya nama ya " kata Tae sambil menggoda Gea


" mangkanya cepat deh Lo nikah terus elo bikin anak sendiri yg banyak sana " kata Andra


" emangnya kalau nggak nikah nggak boleh ya punya anak " kata Tae


" elo gila apa , emang wanita mana yg mau nggak elo nikahi tapi elo ajakin bikin anak , dasar nggak waras " kata jeon


" ya siapa tau ada yg mau " kata Tae


" emang sih wajah Gea mirip denganku tapi lihat warna kulitnya sangat mirip papanya " kata Reyna


" iya Rey putih banget kayak mayat " kata Tae asal ngomong


" huussst Tae jaga mulutmu " kata Jeny


" emang sih selama satu bulan ini aku tidak memakai katanaku sama sekali , mungkin hari ini waktu yg tepat untuk memakainya " kata Andra


" hehehe ampun ndra gue bercanda , masak gitu aja elo marah sih "


" kayaknya kamu belum punya koleksi yg berhubungan dengan wajah deh ndra , bagaimana kalau kamu tambah koleksimu sekarang saja " kata jeon


" jeon Lo jangan mengompori Andra ya " kata Tae ketakutan tapi malah di sambut tawa oleh Andra dan yg lain.


" karena hari ini gue sangat bahagia jadi elo gue lepasin " kata Andra dengan senyum smirk.


mereka mengobrol dengan sesekali melempar candaan satu sama lain , tapi yg pasti hati Andra sangat bahagia karena dua belahan hatinya sudah berada di sisinya lagi

__ADS_1


__ADS_2