
Andra dan yg lain sudah pulang dari kantor, Gea juga sudah mulai bisa tidur karena tadi dia sudah di periksa oleh park , tadi siang Tae mengirim pesan kepada Andra dan joon untuk menyuruh mereka berkumpul di ruang tengah setelah pulang dari kantor karena ada sesuatu yg penting yg ingin dia sampaikan, dan sekarang mereka semua sudah berkumpul di ruang tengah kecuali Reyna karena dia sedang menidurkan Gea
" Kenapa kamu suruh kita kumpul di sini Tae? " Tanya Andra
" Ada sesuatu yg ingin aku bicarakan sama kalian dan ini penting " Kata Tae
" Tentang apa? " Tanya joon
" Tentang istrimu, jeny " Tae menoleh ke arah joon
" Emangnya aku kenapa? " Kata jeny
" Mending sekarang kamu ngaku aja deh jen, aku sudah tau semuanya tentang kamu " Kata Tae
" Apa maksudmu Tae, aku tidak mengerti " Kata jeny
" Kamu nggak usah berlagak kayak nggak tahu gitu deh, apa aku aja yg bongkar semuanya " Kata Tae
" Tunggu2 ini maksudnya apa sih aku tidak mengerti " Kata joon
" Tae, aku kan sudah bilang sama kamu itu mungkin cuma perasaan kamu aja " Kata Andra
" Enggak ndra ini harus di selesaikan sekarang " Kata Tae
" Sudah jangan berbelit belit mending kamu bicara sekarang " Kata joon
" Nih kamu baca " Tae memberikan kertas pada joon , joon mengambil kertas itu dan membacanya
" Punya siapa ini? " Tanya joon pada Tae
" Punya istrimu , aku menemukannya di kamarmu saat aku berkunjung ke rumah mu untuk menemui Gea " Kata Tae
" Apa benar? Kalau di lihat2 sih ini memang tulisan tanganmu " Kata joon pada jeny
" Iya memang itu tulisan tanganku , tapi .. " Jeny belum melanjutkan ucapannya tapi sudah di potong oleh joon
" Cukup, aku sudah tahu " Joon meremas kertas itu lalu membuangnya
" Aku kecewa sama kamu " Joon berdiri dan pergi dari sana
__ADS_1
" Sayang tunggu, dengerin aku dulu " Jeny mengikuti joon , joon masuk ke kamar tamu dia menutup pintunya dengan keras lalu menguncinya dari dalam
" Sayang dengerin aku dulu dong " Teriak jeny dari balik pintu tapi joon tidak memperdulikannya
" Itu semua salah paham , kamu keluar dulu dong "
" Aku tidak mau dengar apa2 dari mulut kamu , biarin aku sendiri dulu " Teriak joon
" Tapi nanti kalau kamu sudah tenang tolonv temui aku ya , aku akan menjelaskan semuanya sama kamu " Jeny pergi dari kamar tamu , dia naik ke lantai atas menuju kamarnya dengan menangis
" kak jeny kenapa, kok nangis " Reyna keluar dari kamar setelah menidurkan Gea dia melihat jeny berjalan sambil menangis , karena khawatir Reyna menghampirinya
" joon salah paham sama aku Rey " jeny berbicara sambil menitikkan air matanya
" salah paham kenapa kak? " tanya Reyna dan jeny menjelaskan tentang Tae yg menemukan surat itu
" kak joon harus tau kalau itu semua cuma salah paham" kata Reyna
" percuma Rey dia nggak mau dengerin aku " kata jeny
" kakak tenang ya, biar nanti aku yg jelasin semuanya sama kak joon "
" makasih ya Rey " jeny merangkul Reyna
" kak, kak joon " Reyna mengetuk pintu agak lama tapi tidak ada satuan dari kakaknya
" kamu kenapa di situ? " tanya Andra yg lewat di depan kamar tamu
" aku mau coba jelasin ke kak joon kalau yg Tae bicarakan itu semua cuma salah paham " kata Reyna
" salah paham bagaimana maksud kamu "
" udah nanti sore kalau kak joon udah agak redam emosinya aku akan jelasin semuanya sama kalian termasuk Tae juga biar dia nggak curiga sama kak jeny terus "
" udah ah, yuk kita ke kamar aja " kata Andra menggandeng Reyna menuju kamarnya
mereka masuk ke dalam kamar
" sayang , apa panasnya Gea udah turun ?" Andra berdiri di samping box sambil memandangi putrinya yg sedang tidur nyenyak
__ADS_1
" udah agak turun sih " kata Reyna
" hemmm, bagus deh kasian kalau lihat dia rewel terus kayak tadi " Andra berjalan menuju ranjang dan merebahkan badannya
" aduuhh aku benar2 capek hari ini " Andra tidur terlentang
" aku buatin teh dulu ya kak "
" enggak usah sayang, pijitin aku aja ya "
Reyna mengangguk dan berjalan menghampiri Andra , Reyna naik ke atas ranjang dia duduk bersila di samping Andra yg tiduran
Reyna menyuruh Andra membuka bajunya karena dia mau pijitin punggung Andra pakai minyak pijit, tapi Andra malah menyuruh Reyna yg bukain bajunya dengan alasan dia mager dan Reyna menurutinya, setelah Andra membuka bajunya dia membalikkan badannya menjadi tengkurap dan dengan telaten Reyna memijat punggung suaminya itu
" enak banget sayang pijatan kamu " kata Andra sambil menoleh ke arah Reyna dan Reyna tersenyum
" kamu manis banget sih hari ini " kata Andra lagi
" hemmm berarti selama ini aku nggak manis gitu "
" ya bukan gitu sayang maksud aku tuh hari ini kamu kelihatan lebih manis dari biasanya "
" hemmm gombal " Reyna meledek
" aku tuh bukan gombal sayang aku tuh bicara apa adanya "
" masak sih " Reyna memiringkan wajahnya supaya bisa melihat wajah suaminya itu dengan jelas .
Andra membalikkan badannya lalu duduk menghadap Reyna
" kamu itu ya selalu buat aku gila " Andra mendekatkan wajahnya ke wajah Reyna dan Reyna memundurkan wajahnya
" kakak mau ngapain? " tiba2 Andra meniup wajah Reyna dan dengan spontan Reyna memejamkan matanya seperti mencari kesempatan Andra langsung mencium bibir Reyna , merasakan bahwa ada sesuatu yg menyentuh bibirnya Reyna membuka matanya dan dia melihat dengan dekat wajah suaminya itu dengan senyum nakalnya
" yuk, mumpung Gea lagi tidur " kata Andra tanpa menjauhkan wajahnya
" tapi ini kan masih sore kak " kata Reyna
" mau sore , siang ataupun malam aku nggak perduli " Andra berbicara tepat di telinga Reyna sampai Reyna bisa mendengar suara nafasnya , Andra melihat Reyna seperti bertanya " apa boleh " dan Reyna mengangguk sambil malu2 , sebelum Reyna berubah fikiran Andra langsung menciumi seluruh wajah istrinya dan berhenti tepat di bibir Reyna , dia mencium lembut bibir istrinya itu dan dengan satu tangan dia mulai membuka kancing baju milik Reyna , setelah baju Reyna terbuka semuanya Andra tersenyum
__ADS_1
" kenapa kak kok senyum2 ? " tanya Reyna
" enggak apa2, maaf ya Gea sayang kamu harus berbagi sama papa " kata Andra sambil melihat payudara istrinya dan dia mulai melancarkan aksinya, sepertinya ini adalah hari keberuntungan Andra karena Gea tidurnya nyenyak sekali sampai Andra sudah melakukan sampai 3 ronde dengan istrinya itu Gea masih juga belum bangun, entah sampai di situ aja atau Andra masih mau melanjutkan percintaanya itu biarkan hanya Andra dan istrinya saja yg tau