
setelah beberapa jam perjalanan Andra dan Tae sudah sampai tujuan yaitu rumah sakit tempat junghyo di rawat , setelah memarkirkan mobil mereka turun dan masuk ke dalam rumah sakit , pegawai di sana yg berpapasan dengan mereka menunduk tanda hormat karena pemilik rumah sakit yg datang berkunjung .
mereka masuk ke dalam ruangan
" akhirnya kalian datang juga " kata park yg duduk di kursi kebesarannya
" ayo duduk dulu " park menyuruh mereka duduk di kursi yg ada di depannya
" ada apa kok elo nyuruh gue ke sini , apa ada masalah di rumah sakit ?" tanya Andra
" enggak ada masalah apa2 kok cuman gue mau ngomong sesuatu aja sama elo " kata park
" hey park ternyata suster disini cantik2 ya , mangkanya elo nggak mau di pindah ke Jakarta " kata Tae
" itu elo tau " tawa park
" ndra gue juga mau elo kasih kerjaan di sini deh " kata Tae
" kalau elo mau kerja di sini terus perusahaan ayah elo gimana ?" tanya park
" itu mah gampang pokoknya Andra setuju dulu deh gue tinggal di sini , bagaimana ndra ?"
" emangnya elo punya kemampuan apa ?" tanya Andra
" nggak punya kemampuan apa2 sih ndra , gue kan nggak pernah masuk kuliah jurusan kedokteran ndra "
" ya sudah , bagaimana kalau elo di sini sebagai pasien di rumah sakit ini aja , kan sama2 tinggal di sini " kata Andra
" elo mau gue jadi pasien di sini ? gila ya lo ini kan rumah sakit jiwa la sedangkan gue masih waras ya nggak mau la "
" katanya tadi pokoknya elo tinggal di sini ya sudah jadi pasien aja , elo juga nggak ngerti masalah rumah sakit kan ?"
Tae sudah tidak menanggapi omongan Andra Karena kalau di teruskan dia akan tetap kalah berdebat sama Andra
" tujuan elo nyuruh gue ke sini untuk apa ?"
" mending kalian sekarang ikut gue dulu ada yg mau gue tunjukin sama kalian " park berdiri dari tempatnya dan keluar dari ruangan di ikuti oleh Andra dan Tae , mereka berjalan di lorong kamar khusus pasien , park mengetuk pintu yg bertuliskan nomor 25 , pintu terbuka dan terlihat wanita berkulit putih dengan rambut sebahu dia memakai pakaian pasien yg sedang berdiri sambil memegang gagang pintu
" masuklah " kata junghyo
park masuk terlebih dahulu baru di ikuti oleh Andra dan park , sebenarnya Andra sangat penasaran ada apa semua ini apa park menyuruh dia ke sini karena junghyo yg minta atau ada sesuatu yg memang penting tentang junghyo pikiran itu masih tanda tanya untuknya
__ADS_1
" silahkan duduklah " kata junghyo menyuruh mereka untuk duduk di sofa kunjung yg ada di sana dan mereka menurutinya
" sebenarnya ada apa ini park , cepat jelaskan " kata Andra dengan nada serius
" pertama tama aku akan memberitahu kalian kalau junghyo 100% sudah benar2 sembuh lalu yg ke dua .. " kata park menggantung
" cepat bilang park jangan bikin aku marah " kata Andra
" aku mau menikahi junghyo " kata park cepat
" apa ?" Tae teriak karena saking kagetnya
" iya ndra aku serius dengan junghyo dan aku ingin segera menikahinya " kata park
" aku ingin bicara empat mata dengan mu " Andra berdiri dan keluar dari ruangan di ikuti oleh park yg hatinya sekarang sedang ketar ketir takut kalau Andra tidak mengijinkan dia untuk menikah dengan junghyo , bagi dia Andra adalah ayah dan kakak yg harus dia hormati keputusannya karena dia tahu Andra juga mau yg terbaik untuknya , sedangkan di dalam ruangan Tae merasakan keringat dingin keluar dari tubuhnya , sekarang dia merasa takut karena di tinggal berdua saja bersama seorang mantan psikopat dia takut kalau sampai junghyo masih sama kayak yg dulu bisa2 habis nyawa dia
" elo nggak usah takut gue nggak akan ngapa2in elo kok " kata junghyo tersenyum
dia senyum kayak gitu kok gue ngeri ya ngelihatnya , kok bisanya2 sih park gila itu mau menikahi wanita psikopat kayak dia nanti kalau penyakit dia kambuh bisa2 di babat si park itu kata Tae dalam hati
" nggak usah ngomongin gue dalam hati , gue tau kok pasti elo nggak percaya kan kalau park mau menikahi gue " kata junghyo
" enggak siapa yg ngomongin elo , PD " kata Tae dan junghyo hanya melirik saja melihat Tae
" gue sadar kalau selama ini pemikiran gue tentang kalian itu salah , dulu gue pikir kalian yg menyebabkan kakak gue meninggal tapi ternyata kakak gue meninggal karena ke egoisannya sendiri " kata junghyo
" gue juga sudah sedikit demi sedikit ninggalin kebiasaan gue yg pengen banget lihat orang menderita dan juga melihat darah " kata junghyo
Tae di situ seperti jadi pendengar setia , dia hanya mendengarkan junghyo berbicara tanpa menyahutinya .
" park , apa lo sudah benar2 memikirkannya ?" tanya Andra , sekarang mereka berdua berada di lorong rumah sakit agak jauh dari kamar junghyo
" gue sudah benar2 memikirkannya dan gue sudah benar2 berniat untuk menikahinya " kata park
" gue bukannya tidak suka dengan junghyo tapi kita semua tau kan bagaimana dia di masa lalu, gue takut kalau dia nanti akan menyakiti elo "
" tenang saja , junghyo sudah benar2 sembuh ndra , yg elo takutkan itu tidak akan pernah terjadi "
" lalu lo nyuruh gue kesini hanya izin untuk itu ?" tanya Andra
" iya , itu karena gue merasa bahwa persetujuan lo itu penting bagi gue "
__ADS_1
" ya sudah kita kembali ke kamar junghyo saja , nanti gue akan bicara disana " Andra berjalan mendahului park untuk kembali ke kamar junghyo
Andra membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan di ikuti oleh park
untung Kalian udah datang , gue disini rasanya udah kayak kehabisan oksigen kata Tae dalam hati sambil mengusap dadanya lega
" Lo kenapa Tae , muka Lo kok kayak orang tertekan gitu " tanya park
" enggak gue nggak apa2 , cuma di sini udaranya panas aja " kata Tae nyengir
" ok gue di sini mau ngomong kalau apapun yg sudah kalian berdua putuskan gue setuju saja " kata Andra
" beneran ndra " tanya park
" iya , asal kalian berdua berjanji kalau kalian berdua tidak akan pernah saling menyakiti "
" iya ndra gue janji " kata park
" gue juga janji akan selalu belajar untuk menjadi yg lebih baik buat park dan mencoba untuk tidak akan menyakitinya " kata junghyo
" baiklah , kapan rencana Kalian untuk melangsungkan pernikahan ?". tanya Andra
" kalau bisa sih secepatnya " kata park
" elo kasih tau gue tepatnya kapan biar gue yg atur semua persiapannya " kata Andra
" tapi ndra gue nggak mau ngrepotin elo " kata park
" sudah tidak usah membantah " kata Andra
" ya sudah terserah elo aja " kata park
" wah park elo beneran mau nikah , ya tinggal gue dong yg masih sendiri " kata Tae
" salah sendiri siapa suruh elo nggak laku " kata Andra
" sialan gue laku ya , banyak kok cewek yg antri mau jadi pacar gue "
" hem tapi kenyataannya elo nggak pernah punya cewek " kata park
" ah sudah lah , ngomong sama kalian gue selalu nggak pernah menang " kata Tae
__ADS_1
setelah mengobrol agak lama Andra dan Tae pergi ke rumah seokjin untuk menginap di sana selama semalam karena besok pagi2 mereka harus kembali ke Jakarta , Reyna sudah berpuluh puluh kali menelpon Andra untuk mengingatkan bahwa besok dia harus segera pulang