Suamiku Si Mafia

Suamiku Si Mafia
episode 50


__ADS_3

" gimana , Gea udah tidur sayang? " Andra masuk ke dalam kamar


" Udah, ini baru aja dia tidur " Reyna berdiri di samping box


" Iya udah sini tidur pasti kamu capek habis seharian jagain Gea " Andra menyuruh Reyna untuk tidur di sampingnya dan Reyna menurutinya


" Enggak lah kak, masih capekan kakak yg seharian kerja " Kata Reyna


" Sayang " Panggil Andra


" Ada apa sih kak? " Reyna menghadap ke Andra lalu mengusap pipinya


" Makasih ya karena kamu sudah mau bertahan untuk aku dan Gea " Andra memeluk Reyna


" Udah ya kak jangan bahas masalah itu lagi, aku benar2 sangat beruntung punya suami seperti kak Andra " Reyna tersenyum


" Udah mending sekarang kakak tidur ya " Reyna mencium bibir Andra sekilas


" Lagi dong " Kata Andra


" Apanya? " Reyna mengangkat alisnya tidak mengerti


" Ini " Andra memegang bibirnya sambil tersenyum


" Eh sejak kapan kak Andra jadi nakal kayak gini " Reyna mengerutkan alisnya curiga


" Apa jangan2 selama aku koma kak Andra suka main perempuan ya " Kata Reyna sambil melotot


" Hemmm , Makan aja nggak sempat apalagi main perempuan " Kata Andra melengos


" Beneran? " Tanya Reyna


" Ya udah kalau nggak percaya " Andra tidur membelakangi Reyna


" Ya ampun sayang aku cuma bercanda jangan marah dong " Reyna merangkul Andra dari belakang


" Maaf ya " Kata Reyna lagi


Andra tidak menjawab semua ucapan Reyna, Andra menoleh ke arah Reyna dengan wajah dingin dan tanpa ekspresi, Reyna merasa kalau Andra benar2 marah kali ini karena terakhir kali Reyna melihat wajah ini waktu Andra marah saat ada laki2 yg dgn beraninya memegang pinggangnya


" Hahahahah " tawa Andra pecah saat melihat wajah Reyna yg ketakutan


" Kamu kenapa wajahnya pucat kayak gitu takut ya " Kata Andra meledek


" Isssshh kakak ah nggak lucu, aku kira kakak marah beneran tadi " Kata Reyna

__ADS_1


" Ngapain sih pasang wajah kayak gitu, serem tau " Kata Reyna lagi


" Ya nggak apa2 pengen aja " Kata Andra


" Kakak, udah mulai nyebelin ya " Reyna menggelitik perut Andra


" Eh eh, kamu ya " Andra membalas menggelitik Reyna


Mereka berdua tidak sadar bahwa suara mereka sangat keras sampai membangunkan Gea


" Eh anak mama kebangun ya " Reyna turun dari ranjang dan menghampiri Gea


" Anak mama kebangun gara2 suara papa ya " Reyna menggendong Gea


" Kok aku sih sayang " Kata Andra


" Ya emang kakak kan tadi suaranya yg paling keras " Reyna menaruh Gea di antara Andra dan dirinya


" Iya deh gara2 aku " Kata Andra mengalah


" Anak papa kebangun ya " Andra memiringkan badannya dan menyangga kepalanya menghadap Gea


" Anak papa gembul banget sih " Mencubit pipi Gea


" Eh gimana sih sayang kok di cubit, tuh kan dia nangis " Kata Reyna


" Kak maaf ya " Reyna melihat Andra dengan mata yg berkaca kaca


" Maaf untuk apa? " Tanya Andra


" Maaf karena aku sudah tidak bisa memberikan adik untuk Gea " Kata Reyna menundukkan wajahnya


" Kamu ngomong apa sih sayang , mempunyai kamu dan Gea aja aku udah bahagia banget " Kata Andra


" Sini " Andra menyuruh Reyna untuk mendekat lalu Reyna mendekat dan Andra memeluknya dari samping


" Kamu jangan pernah bahas itu lagi ya " Andra menciumi seluruh wajah istrinya itu


" Udah ya jangan sedih, mending sekarang kita tidur karena ini Gea juga udah tidur lagi " Andra menunjuk Gea dengan dagunya


" Ya udah sini biar aku pindahin dia ke box " Reyna mengambil Gea dari gendongan Andra lalu menaruhnya di box dan Reyna kembali tidur di samping Andra


...****************...


Reyna sudah terbangun dari jam 3 pagi tadi karena Gea sangat rewel

__ADS_1


" badan kamu kayaknya agak panas ya sayang " Kata Reyna yg berada di ruang tengah


" Aduh mangkanya kamu dari tadi rewel " Kata Reyna lagi


" Gea kenapa rey? " Tanya joon dari lantai atas


" Eh kak, maaf kakak kebangun karena suara tangisan Gea ya " Kata Reyna


" Enggak kok " Joon menuruni tangga menuju Reyna


" Kamu pasti capek ya, karena aku tadi denger Gea nangis dari jam 3 pagi " Kata joon


" Terus Andra kemana? "


" Dia masih tidur kak "


" Apa? Tidur, kok bisa2 nya sih anaknya rewel kayak gini dia malah tidur " Kata joon


"kak Andra baru aja tidur kok kak, dari tadi dia yg ngejagain Gea " Kata Reyna membela


" Sayang mending kamu gantiin jaga Gea deh, kasian Reyna pasti capek " Kata jeny yg baru turun dari lantai atas


" Ya udah sini biar kakak yg jagain Gea, mending kamu istirahat kan kamu belum boleh capek2 " Joon mengambil Gea dari gendongan Reyna lalu membawanya menuju halaman depan


" Aku ke dapur dulu ya rey mau buat sarapan " Kata jeny


" Biar aku bantu ya kak " Jeny dan Reyna pergi ke dapur


Setelah beberapa puluh menit sarapan sudah siap dan juga sudah tertata rapi di meja makan, Gea juga sudah di gendong lagi sama Reyna, semua sudah turun untuk makan


" Wah kayaknya enak2 nih makanannya " Kata tae


" Itu tadi kak jeny yg masak Tae, ya pasti enak lah " Kata Reyna


" Sayang kamu ambil sendiri ya makanannya, ini soalnya Gea masih rewel belum bisa di tinggal " Kata Reyna lagi


" Iya sayang , oh ya aku tadi juga sudah telvon dokter spesialis anak untuk memeriksa keadaan Gea " Kata Andra


" Sebentar lagi pasti nyampek , dan juga nanti setelah aku sarapan gantian biar aku yg jaga Gea terus kamu sarapan ya " Katanya lagi


" Sini ndra aku bantu ambilin nasi sama lauknya " Jeny mengambil piring Andra , dia menyendokkan nasi sama lauk ke dalam piring Andra lalu memberikannya lagi ke Andra dan jeny juga menuangkan minum untuk Andra


" Andra punya tangan sendiri kali, nggak usah ambil kesempatan deh " Kata Tae sambil melirik ke arah jeny


" Apa maksudmu Tae? " Tanya joon yg menyuapkan makanan ke dalam mulutnya

__ADS_1


" Bukan apa2 " Kata Tae lagi


Setelah selesai makan Andra langsung mengambil Gea dari gendongan Reyna dan gantian Reyna yg sarapan sambil di temani Andra di sampingnya


__ADS_2