Suamiku Si Mafia

Suamiku Si Mafia
episode 36


__ADS_3

Andra dan Reyna sudah selesai dari bulan madu , mereka sudah berada di Paris selama 2 Minggu , hubungan mereka juga sudah selangkah lebih maju karena selama berada di sana Andra tidak pernah mau jauh dari Reyna apalagi kalau malam Andra selalu meminta hak nya pada Reyna tapi sekarang Andra dan Reyna sudah berada di bandara Jakarta , disana mereka sudah di jemput oleh Joon dan Jeny sedangkan yg lain menunggu mereka di rumah


" bagaimana kabar kamu ?" tanya Joon sambil merangkul adik tersayangnya


" aku baik , kakak bagaimana ?"


" aku sangat baik " kata Joon


" ini mau di sini terus apa pulang ?" kata Andra


" y pulang la ndra " kata Joon


" kalau mau pulang ya udah lepasin istri gue " Andra menarik Reyna dan menggandengnya berjalan meninggalkan Joon dan Jeny sedangkan Joon tertawa geli melihat tingkah Andra


" Andra kalau cemburu lucu ya " kata Jeny


" lucu dari mananya , lucuan juga aku " kata Joon


" hahaha kamu itu bisa aja , udah ayo " Jeny menggandeng Joon untuk menyusul Andra dan Reyna


mereka naik mobil dan pergi dari bandara menuju rumah , setelah sampai di pekarangan Joon memarkirkan mobilnya dan mereka turun , mereka masuk ke dalam rumah dan di sambut oleh yg lain termasuk Tae yg sangat antusias


" bagaimana , berhasil nggak bro cara gue " Tae menghampiri Andra dan berbisik di telinga Andra


" sudah aku duga kalau itu pasti kerjaan kalian " kata Andra


" hehehehe tapi sukses kan ?" Tae menaik turunkan alisnya


Andra tidak menghiraukan dia langsung duduk di sofa ruang tengah ,


Jeny dan jisoo duduk di sebelah kanan dan kiri Reyna


" bagaimana Rey bulan madunya , sukses ?" tanya jisoo


" pasti kak jisoo sama kak Jeny sengaja kan mengganti piyama ku dengan lingeria ?" tanya Reyna


" itu bukan ide aku Rey itu ide jisoo " kata Jeny menunjuk jisoo dan jisoo hanya tersenyum menunjukkan deretan giginya


" tapi berkat ide kakak itu aku jadi bisa lebih dekat lagi sih sama kak Andra " kata Reyna tersenyum malu


" berarti usaha kita berhasil dong yeeee " tanpa di sadari jisoo berteriak sampai orang2 yg berada di sana melihat ke arah mereka


" kak nggak usah teriak gitu , aku kan malu " kata Reyna


" maaf Rey aku terlalu senang " kata Jisoo


" kalian lagi ngomongin apa sih kok sampai teriak kayak gitu " kata jeon


" enggak kok sayang nggak ngomongin apa2 , oh ya aku punya kabar baik buat kalian semua " kata Jisoo


" kabar baik apa ?" tanya Jeny


" eemmmm aku lagi hamil " kata Jisoo


" apa " mereka bicara bersamaan


" beneran sayang kamu hamil " jeon mendekati jisoo dan jisoo mengangguk menjawab pertanyaan suaminya itu


" yeeeeah aku akan jadi ayah " reflek jeon teriak lalu dia menciumi seluruh wajah istrinya


" makasih ya sayang " kata jeon sambil merangkul istrinya


" aku juga punya kabar baik buat kalian " Joon berdiri dari duduknya dan semua orang menoleh kepadanya


" aku akan menikah dengan Jeny " kata Joon lagi


" apa , beneran Kak ?" kata Reyna


" iya Rey , aku sudah melamar Jeny dan dia menerimanya , sekarang aku sedang mempersiapkan acara untuk pernikahan kita " kata Joon


" kenapa sih kalian semua kalau mempersiapkan acara pernikahan selalu di sembunyikan dari aku " tiba2 Andra marah dia berdiri dari duduknya

__ADS_1


" bukan begitu ndra , aku hanya tidak mau merepotkan mu " kata joon


" apa pernah aku merasa di repotkan oleh kalian , emang kalian semua sudah tidak menganggapku " Andra marah dan pergi dari sana


" Joon apa Andra tidak setuju dengan pernikahan kita ?" tanya Jeny


" bukan begitu kak , kalian tetap harus melanjutkan pernikahan kalian jangan sampai gagal ya, soal kak Andra biar aku yg bicara dengan dia " Reyna menyusul Andra


" bagaimana ini joon " kata Jeny


" sudah kamu nggak usah khawatir semua akan baik2 saja " kata Joon


" kamu tenang ya Jen , Andra memang sifatnya keras tapi aku yakin kalau Reyna pasti bisa meluluhkannya " kata Jisoo


" Andra selalu seperti itu , dia selalu menginginkan yg terbaik buat kita " kata Jay


" kamu benar Jay " kata Tae


Reyna masuk ke dalam kamar dan mendapati Andra sedang berdiri di balkon sambil merokok


" kak Andra kenapa sih kak kok marah2 seperti itu " Reyna menghampiri


" emangnya salah ya kalau kak Joon mau menikah dengan kak jeny , apa kakak masih menyimpan rasa sama kak Jeny " kata Reyna lagi


" bukannya aku tidak setuju mereka menikah dan Masalah perasaanku dengan Jeny itu juga sudah tidak tersisa lagi " kata Andra


" lalu kak Andra marah karena masalh apa ?" tanya Reyna


" aku merasa bahwa teman2 ku sudah tidak membutuhkan aku Rey , aku tidak mau teman2ku menjauh dari aku , aku sudah menganggap mereka seperti saudaraku sendiri" Andra membuang putung rokonya


" dengan cara mereka menyiapkan pernikahan mereka sendiri dan tidak bicara padaku , aku merasa bahwa mereka sudah tidak membutuhkan aku sebagai teman atau saudara mereka lagi dan itu membuat aku sakit hati " kata Andra


" kak , mereka itu bukan tidak mau berteman dengan kakak lagi tapi mereka sudah tidak mau merepotkan kakak , karena menurut mereka selama ini mereka sudah sangat merepotkan Kakak " kata Reyna


" tapi aku tidak pernah merasa di repotkan Rey , mereka sudah seperti saudara buat aku " kata Andra


" tapi kakak juga harus mengerti bahwa mereka juga punya keputusannya sendiri kak , mereka cuma tidak mau merepotkan kakak , aku mohon Kakak mengerti ya " kata Reyna


" sudah sekarang kakak fokus ke hubungan kita aja ya , masalah hubungan mereka biar mereka sendiri yg mengatur bagaimana kedepannya " kata Reyna


" kak , apa kakak nggak laper ?" tanya Reyna


" enggak emangnya kenapa ?"


" aku laper banget kak , tadi kan cuma makan waktu berngkat dari bandara Paris aja " kata Reyna


" ya kamu makan sendiri aja , aku belum lapar " kata Andra


" temenin , ayo " Reyna menarik tangan Andra dan Andra tidak menolaknya dia mengikuti Reyna menuju dapur


" nggak ada makanan ya " Reyna membuka kulkas tapi tidak ada makanan apapun, disana hanya ada beberapa buah


" coba kamu tanya aja sama Jeny dia masak apa enggak tadi " kata Andra


Reyna berjalan menghampiri Jeny yg masih berada di ruang tengah sedangkan Andra menunggu di dapur


" kak Jen , Kakak tadi masak nggak ?" tanya Reyna


" masak Rey , emangnya kenapa kamu lapar ya"


" iya kak aku lapar banget "


" tadi makanannya aku taruh di tempat penghangat makanan rey , kamu ambil aja "


Reyna pergi dari sana dan kembali ke dapur dia langsung berjalan menghampiri benda yg di buat untuk menghangatkan makanan , Reyna membukanya dia melihat ada beberapa makanan yaitu capcay dan ayam bumbu kuning


" yaa kok makanannya ini " kata Reyna


" kenapa Rey ?" tanya Andra


" kak buatin aku nasi goreng aja ya , aku pingin banget makan nasi goreng " kata Reyna

__ADS_1


" enggak Rey aku nggak bisa masak " kata Andra


" ayolah kak masakin aku nasi goreng ya aku udah lapar banget ini " kata Reyna


" kamu itu ada2 aja deh , tapi nanti kalau nggak enak jangan marah Lo ya " kata Andra


" iya janji deh nggak marah "


" iya udah duduk di situ biar aku buatin nasi goreng "


Andra mulai menyiapkan bahan2 untuk membuat nasi goreng , sekarang dia sudah memulai membuat nasi gorengnya


" hemmm baunya harum banget kak , pasti enak deh nggak sabar aku pingin makan " kata Reyna


" iya ini sebentar lagi udah siap " kaya Andra


Andra menaruh nasi gorengnya di piring lalu memberikan pada Reyna


" aku makan di ruang tengah aja ya kak " kata Reyna


" terserah kamu aja " kata Andra


" ayo kak Andra ikut " Reyna dan Andra pergi menuju ruang tengah


" loh kamu nggak jadi makan makanan yg di penghangat Rey ?" tanya Jeny


" enggak kak aku lagi pingin makan nasi goreng , ini buatanya kak Andra Lo " kata Reyna


" apa , Andra masak ?" tanya Tae seperti tidak percaya


" iya ini kak Andra yg masak , iya kan kak " tanya Reyna dan Andra hanya mengangguk


" jujur Rey dari aku kenal Andra sampai sekarang baru kali ini aku melihat Andra masak" kata Tae


" kamu yakin kalau bakalan enak itu " kata Tae


" yakin " Reyna menyuapkan nasi goreng ke dalam mulutnya


" tuh kan enak " kata Reyna


" cobain deh kak " Andra yg penasaran akan rasa masakannya membuka mulut saat Reyna menyuapkan nasi goreng ke dalam mulutnya


" huek " Andra berlari ke belakang dan memuntahkan makanannya setelah itu kembali lagi ke ruang tengah dan langsung mengambil piring yg berisi nasi goreng


" jangan di makan , ini nggak enak " kata Andra


" apaan sih kak , itu makananku kembalikan " kata Reyna


" enggak Rey ini nggak enak , udah jangan di makan nanti aku beliin aja " kata Andra


" enggak mau aku maunya itu kembaliin kak " mata Reyna berkaca kaca


" tapi ini asin banget Rey , nanti perut kamu malah sakit "


" enggak aku nggak mau yg lain aku maunya itu " Reyna merengek


" emangnya kenapa sih ndra nasi gorengnya " tanya jisoo


" kamu rasain sendiri " Andra memberikan piring nasi goreng pada jisoo dan semua yg berada di sana juga mencicipinya dan rasanya sama sangat asin


" ini asin banget Lo Rey " kata Jisoo


" tapi aku suka kak itu enak " kata Reyna


" Rey enak dari mananya sih ini asin banget Lo , lidah kamu udah mati rasa ya sampai nggak bisa bedain mana yg enak dan mana yg asin " kata Tae


" enggak pokonya aku nggak mau yg lain , aku maunya makan nasi goreng itu " kata Reyna


" sini " Reyna menyaut piringnya dari tangan jisoo dan memakannya dengan lahap seperti tidak merasakan asin sedikitpun


" wah Reyna bener2 gila , saking cintanya sama Andra sampai masakannya asin pun tetap dia makan " kata Tae

__ADS_1


" husss jaga mulutmu " kata Joon


semua terheran2 melihat Reyna makan dengan lahap sedangkan yg lain melihat Reyna makan nasi goreng itu ikut nyengir2 sendiri seperti mereka yg merasakan asinnya


__ADS_2