Suamiku Tajir & Arogan (Season 3)

Suamiku Tajir & Arogan (Season 3)
BAB 16


__ADS_3

10 menit kemudian, bel pintu gerbang berbunyi. Bastian segera membuka gerbangnya lewat remote dan mempersilahkan dokter Samson masuk.


"Pasien ada di kamar." ujar Bastian saat Samson sudah masuk ke rumahnya.


Samson segera menuju ke kamar dan menemukan wanita cantik yang sedang demam tinggi.


"Siapa ia dan apa yang terjadi?" tanya Samson sambil memeriksa keadaan Kania.


"Namanya Kania, ia sekertarisku. Ia terluka di kakinya maksudku terkilir. Sementara tinggal disini karena lukanya akibat ulahku. Sebelum tengah malam ia baik baik saja, tapi tiba tiba tubuhnya demam tinggi." ujar Bastian menjelaskan.


Samson melihat kakinya, ia membuka perbannya pelan pelan. Itu saja membuat Kania merintih kesakitan. Samson terkejut saat melihat kaki Kania. "Ya Tuhan pantas saja ia demam, kakinya sangat bengkak Tian. Mengapa bisa seperti ini? Kau bodoh sekali tidak memperhatikan kakinya." tanya Samson.


"Aku terlambat membawanya ke rumah sakit karena wanita ini tidak bilang kalau kakinya terkilir. Kania sekertaris penurut dok, ia berkali kali mengorbankan dirinya jika aku memberinya perintah." jawab Bastian.


Samson mengambil kompresan. Ia menempelkan ke kaki Kania. Dan menyuntikkan obat pada kakinya. Bastian sama sekali tak ingin melihat jarum. Ia memalingkan wajahnya. "Aku menyuntiknya Tian, bukan dirimu." ujar Samson sambil terkekeh. "Wajahmu sangat pucat berbeda saat kau menjadi Bastian Widjaja yang suka memberi perintah." sambungnya.


"Sialan jangan menghinaku dok, bagaimana keadaannya sekarang?" tanya Bastian.


"Aku sudah menyuntik kakinya dan menyuntikkan obat penurun panas. Itu obat terbaik buatnya. Jika ia beruntung 1 atau 2 jam lagi panasnya akan turun. Tapi jika tidak, segera bawa ia ke rumah sakit untuk di rawat, panasnya sangat tinggi Tian." jawab Samson. "Ini obat yang harus diminum jika ia terbangun. Dan kompres kakinya dengan air hangat Tian." ujar Samson lagi.


Bastian mengangguk. "Terima kasih, dokter Samson." jawab Bastian.


"Melihat dari wajah panikmu, ia bukan hanya sekertarismu kan? Ia sangat spesial untukmu." goda Samson.


"Kau selalu tahu tentang aku, apakah papi dan mami akan setuju jika aku bersamanya?" tanya Bastian.


"Orang tuamu sangat menyayangimu. Jika mereka tak setuju pun pada akhirnya akan merestuinya. Dan wanita itu sangat cantik Tian. Sangat serasi denganmu." jawab Samson.


"Bukan hanya cantik tapi ia juga sangat cerdas, kau kan tahu seleraku. Terima kasih dukunganmu dok." ujar Bastian sambil mengantar Samson keluar.

__ADS_1


"Jangan macam macam pada putri orang Tian. Dan segera bawa ke rumah sakit jika ia masih demam." pesan Samson.


"Aku bukan pria jahat yang memanfaatkan keadaan dok. Aku pria yang sangat bertanggung jawab." jawab Bastian.


Dokter Samson terkekeh, lalu meninggalkan rumah Bastian.


 *****


Bastian menghampiri Kania lagi. Ia memeriksa keningnya, panasnya sudah mulai turun. Perban kakinya dilepas agar ia bisa mengompresnya. Bastian sama sekali tidak bisa tidur, ia terus menatap wajah Kania. Ia sangat berharap wanita itu segera bangun. Ia sangat takut saat wanita itu demam tinggi tadi.


Ponselnya berbunyi. Mami calling...


Sialan dokter Samson tak bisa menjaga rahasia. gumamnya.


Bastian keluar kamar dan mengangkat ponselnya lalu menjauhkannya dari telinganya. Benar saja Delia mengomelinya.


"Kau pikir kami sudah mati, dokter Samson mengatakan kau sangat panik dan bingung mengurus Kania, mengapa kau tak menghubungi mami. Akhir akhir ini kau pintar menyembunyikan sesuatu dari kami Tian. Kau membawa Kania kesana dan Mami akan kesana juga sekarang." ujar Delia.


"Mami akan marah jika anak mami tidak bertanggungjawab. Mami tahu itu ulahmu. Kau terlalu kejam menjadi seorang pria. Jika kau menyukainya mengapa harus kejam padanya hanya untuk menutupi perasaanmu." Delia mengomel lagi.


"Jadi mami tahu jika Tian menyukainya, sejak kapan?" tanya Bastian lagi.


"Dasar pria bodoh, jika kau selalu seperti itu maka Kania akan kabur darimu. Mami ini ibumu Tian, mami akan tahu sikapmu pada wanita yang kau sukai. Caramu itu sangat menjengkelkan." jawab Delia.


"Ia takkan kabur mi, Tian baru saja jadian dengannya. Wanita ini menerima perasaan Tian. Tapi apa mami setuju dengan Kania. Ia bukan wanita kaya." ujar Bastian.


"Apa mami orang kaya saat papi menikahi mami?" tanya Kania. "Mami tahu Kania pasti sangat cocok denganmu, wanita itu cerdas dan satu hal yang paling mami suka, ia bisa mengendalikan sikap aroganmu." ujar Delia.


Bastian terkekeh. Ia mulai lega ternyata mami sangat setuju dengan hubungannya. Tentu saja papinya takkan menolak jika mami sudah bilang ya.

__ADS_1


"Tapi Tian tidak berpikir menikah mi, masih sangat jauh dari pikiran Tian." jawab Bastian sebelum Delia mengatakannya.


"Tidak, kau harus menikah jika sudah memutuskan berpacaran apalagi kau membuatnya tinggal bersamamu Tian." ujar Delia.


"Oh ayolah mi, ini bukan zaman mami. Tian tidak akan menghamilinya. Tian masih ingin melajang. Umur Tian baru 25 tahun." jawab Bastian.


"Jadi apa tujuanmu berpacaran? Bukankah Kania sudah berumur 24 tahun. Ia sudah cukup dewasa untuk menikah." kata Delia.


"Mami menyelidikinya sampai tahu umurnya, Tian akan menikahinya setelah kami saling memahami satu sama lain. Oh ayolah mi, jangan terlalu bawel." ujar Bastian.


"Mamimu memang sangat bawel Tian." ujar Rafael dibelakang Delia.


"Diamlah atau kau akan aku usir dari kamar ini." ujar Delia.


"Ini sudah hampir subuh sayang, jangan ganggu putramu. Ia sudah dewasa, ia bisa menangani masalahnya sendiri." ujar Rafael lagi.


Bastian terkekeh, untunglah ada papinya. Ia sangat tidak tahan jika maminya mulai mengomel.


"Baiklah sayang kabari mami kalau ada apa apa, jangan menutupi masalahmu sendiri." ujar Delia.


"Siap mami, dah." jawab Bastian sambil matikan ponselnya.


Bastian menghela nafasnya dan kembali ke kamarnya dan memeriksa keadaan Kania lagi. Dokter Samson benar benar memberikan suntikan yang bagus buat Kania. Wanita ini sudah tidak demam, dan bengkak di kakinya mulai mengempis. Bastian mengompresnya terus. Ia mulai menguap. Sudah jam 3 pagi, akhirnya ia tertidur sambil memegang kaki Kania.


 *****


Sampai disini dulu untuk hari ini. Ditunggu kelanjutannya ya guys...


Happy Reading All...😘😘😘

__ADS_1


See you next time...


__ADS_2