Suamiku Tajir & Arogan (Season 3)

Suamiku Tajir & Arogan (Season 3)
BAB 44


__ADS_3

Menarik kontrak kerjasama memang tidaklah mudah, apalagi pak Hardoyo terus terusan meminta maaf atas sikap kasarnya di bandara yang membuat Bastian membatalkan kontraknya. Pria tua itu terus memohon, karena harapan usahanya tinggal bersama PT. Sinar Abadi. Mendapatkan gangguan seperti itu, akhirnya Bastian meminta bantuan Rafael agar segera turun tangan. Bastian hanya ingin fokus untuk perjalanannya ke Inggris dan keberangkatan keluarga Kania ke Amerika.


Sudah satu bulan sejak kejadian di bandara, Janeta tak pernah menghubunginya. Wanita itu sepertinya sangat malu dengan Bastian. Bisnis keluarga Widjaja semakin lama semakin lancar saja, saham perusahaan terus meningkat. Bastian terus menjadi berita utama di media pemberitaan. Kebanggaan Rafael dan Delia atas pencapaian putra semata wayangnya semakin meningkat.


*****


2 Bulan kemudian...


Sudah waktunya liburan kenaikan dan kelulusan sekolah. Geisha, Mila dan Mili naik kelas XI, sedangkan Tobi lulus sekolah dengan nilai yang tinggi. Bastian menawarkan Tobi kuliah diluar negeri, namun dengan alasan tak ingin meninggalkan ibunya. Ia lebih memilih kuliah di Universitas Indonesia. Tempat Delia Laros kuliah dulu.


Keberangkatan keluarga Kania ke Amerika sudah tinggal menghitung jam. Mereka diantarkan oleh keluarga Widjaja karena Bastian juga sibuk mempersiapkan perjalanan bisnisnya sendiri.


"Ini pertama kalinya kita naik pesawat, Geisha sangat takut." ujarnya saat mereka menuju bandara Soekarno Hatta.


"Jangan takut Geisha, berdoalah sepanjang perjalanan. Tuhan selalu bersama kita." jawab Delia.


"Kau sangat norak." bentak Tobi.


"Jangan kasar pada adikmu Tobi." ujar Delia.


Tobi tertunduk. "Kak Tobi memang selalu jahat dengan Geisha mi." ujar Mila.


"Aku tidak begitu Mila." jawab Tobi. Mila dan Tobi memang kurang akur, beda dengan Mili.


"Kak Tobi itu bukan jahat tapi hanya ingin melindungi adiknya kak." ujar Mili pada Mila.


"Kau selalu membelanya. Padahal di sekolah saja, kak Tobi selalu mengusir pria yang mendekati kita." ujar Mila.


"Aku tak ingin kalian diganggu." jawab Tobi.


"Sudah sudah, kalian ini malah berdebat." ujar Rosa.


"Tobi benar, hanya ingin melindungi kalian sayang." ujar Delia lagi.


"Nah kalian ini, bukankah akan berpisah dengan Tobi. Mengapa malah tak akur. Nanti kalian akan merindukan Tobi loh. Mereka akan ke Amerika selama sebulan." ujar Rafael.


"Haaaah...lama sekali..." ujar Mila Mili bersamaan. "Lalu bagaimana kami disini?" tanya Mila.


Mereka semua tertawa. "Tadi berdebat, sekarang takut berpisah." goda Delia.


"Ciiih...bukan itu maksudku mi." jawab Mila.


"Kita juga akan berangkat ke Paris menemui kak Cristin." ujar Rafael tiba tiba karena kedua putrinya belum mengetahui rencana Rafael dan Delia.


"Papi ini, kan mami bilang surprise buat mereka." ujar Delia.

__ADS_1


Mila Mili masih melongo, mereka sangat terkejut karena rencana orangtuanya.


"Heiii...kalian kok bengong." ujar Geisha.


"Paris i'm coming." teriak Mila Mili kegirangan. Semuanya tertawa melihat tingkah gadis kembar itu.


Akhirnya mereka berpisah di bandara.


*****


Bastian sudah mengemas barangnya, ia akan berada di Inggris sangat lama sekitar 2 bulan. Karena pembangunan properti perusahaannya baru di mulai disana. Ia menghubungi Kania.


"Malam sayang." ujar Bastian.


"Pagi sayang." jawab Kania.


"Sudah mau tidur?" tanya Bastian.


"Menunggu telpon darimu." jawab Kania lagi.


"Benarkah? Tidak ada pria lain yang menghubungimu. Bukankah kau wanita cantik yang memiliki banyak penggemar." goda Bastian.


"Sejak kapan? Aku wanita lajang sampai atasanku yang mengubah statusku." ujar Kania sambil tertawa.


Bastian ikut tertawa. "Atasanmu sangat beruntung mendapatkan wanita sepertimu."


"Aku akan mematikan ponselku jika kau terus berkata seperti itu." bentak Bastian.


Beberapa menit mereka terdiam. "Sayang, apapun yang terjadi aku akan selalu mencintaimu. Jadi jangan pernah mengatakan hal seperti itu. Aku mencintaimu bukan hanya karena fisikmu." ujar Bastian.


"Maafkan aku Tian, terkadang aku tak percaya diri jika harus bersamamu. Kau pria sempurna, tapi aku hanya benalu dalam hidupmu." jawab Kania.


"Kania, kau sempurna dimataku. Jangan katakan sesuatu yang menyakitiku sayang, aku ingin kau melepas kepergianku ini dengan senyum dan tawamu. Agar aku bersemangat menjalankan bisnisku di Inggris." ujar Bastian.


"Maaf aku memang bodoh. Kau berhati hati disana. Jangan macam macam Tian, jangan mencium wanita bule." goda Kania.


"Jika mereka yang memberiku ciuman dengan sukarela bagaimana?" tanya Bastian.


"Ya sudah terima saja, tapi kau tidak akan mendapatkan ciumanku seumur hidupmu." jawab Kania kesal.


Bastian tertawa. "Itu sangat menakutkan sayang, ciumanmu itu obat utamaku. Jika kau menghukumku seperti itu, aku pasti sekarat." ujar Bastian.


Kania tertawa. "Terima kasih sayang kau sedang mengirim keluargaku kemari. Aku mencintaimu." ujar Kania.


"Aku juga mencintaimu sayang. Baiklah sudah waktunya aku ke bandara. Aku akan mengabarimu jika sudah sampai disana." jawab Bastian.

__ADS_1


"Be careful my honey." kata Kania.


"Good night." ujar Bastian lalu mematikan ponselnya.


Bastian menarik kopernya, ia menaiki taksi yang sudah dipesannya menuju bandara Soekarno Hatta.


*****


Kurang lebih 17 jam perjalanan dari Jakarta ke Inggris, hanya selisih satu jam menuju Amerika. Bastian sudah sampai di hotel yang akan ia tempati selama 2 bulan. Jam 2 dini hari Bastian sampai. Ia menghubungi Kania kembali karena di Amerika kemungkinan masih jam 9 malam.


"Sayang, aku sudah sampai. Waw ramai sekali." ujar Bastian.


"Syukurlah kau sudah sampai, bagaimana tidak ramai sayang, keluargaku sudah sampai. Dan mereka tak henti hentinya menangis." jawab Kania.


"Kau juga tak berhenti menangis. Suaramu sangat parau." ujar Bastian.


"Terima kasih sayang, aku sangat senang bisa bertemu mereka." jawab Kania.


"Kak Tian, kami disini." teriak Geisha dan Tobi. "Terima kasih telah mempertemukan kami kak." sambung Tobi, Kania menloadspeaker ponselnya.


"Nak Tian, terima kasih banyak. Tante sangat bahagia." ujar Rosa.


"Iya tante, Tobi dan Geisha. Selain menengok Kania, kalian bersenang senanglah disana. Dan beri semangat untuknya agar bisa segera berjalan." kata Bastian.


"Tentu saja kak. Kami akan membantu kak Kania." jawab Geisha.


"Anak pintar. Kalian beristirahatlah, kak Tian juga mau istirahat karena disini masih jam 2 dini hari." ujar Bastian.


"Kak Tian juga semangat di Inggris. Kami akan merindukan kak Tian." ujar Tobi.


"Baiklah. Kania aku akan memberimu kabar besok lagi ya. Bye semua." jawab Bastian.


"Bye kak Tian." ujar Tobi dan Geisha.


"Good night sayang." kata Kania.


Mereka mematikan ponselnya. Bastian menghela nafasnya lega, keluarga Kania sudah bertemu. Tinggal ia menyelesaikan pekerjaannya selama 2 bulan. Setelah itu ia langsung terbang ke Amerika untuk menjemput Kania dan nenek kakeknya, apapun yang akan terjadi, ia akan menerima Kania apa adanya. Bastian merebahkan dirinya dan memejamkan matanya. Karena besok adalah awal ia mengawasi pembangunan propertinya di Inggris.


*****


Menjelang 1 episode terakhir.


Author mohon maaf jika selama pembuatan karya "Suamiku Tajir & Arogan Season 3" ini, banyak kesamaan nama, atau lokasi yang kalian tidak sukai. Semuanya hanya fantasi Author dalam menuangkan pikiran ceritanya. Dan banyak yang menentang soal orang ketiga. Author saja tidak suka, jadi semuanya hanya selingan saja. Pelakor atau Pebinor tidak akan Author menangkan disetiap karya Author. Mereka harus pergi kelaut, hehe...


Happy Reading All...😘😘

__ADS_1


Terima kasih atas dukungan, like n komen kalian...🙏🙏🙏


__ADS_2