
"Setelah kakakmu menikah, mami ingin kau juga mencari pasangan Cristin. Sampai kapan kau akan melajang dan sibuk dengan desain desainmu itu." ujar Delia kesal.
"Ya Tuhan mami, Cristin akan mencari pasangan tapi tentu saja nanti. Hari ini pernikahan kak Tian, jangan terus mengomel." jawab Cristina.
"Kau ini selalu saja membantah ucapanku." kata Delia kesal.
Cristina memeluk Delia dari belakang. "Maafkan putri mami yang nakal ini. Tapi Cristin benar benar belum memikirkan tentang pasangan."
Delia menghela nafasnya. "Terserahlah, kau melajang saja sampai tua nanti."
Cristina justru tertawa. "Papi...mami mendoakan Cristin melajang sampai tua." adunya pada Rafael.
Rafael tertawa. "Mami mu hanya khawatir sayang."
"Apa Cristin tidak cantik sampai mami khawatir kalau Cristin tidak laku." jawab Cristina.
Pernyataan Cristina itu akhirnya membuat Delia ikut tertawa. "Dasar gadis nakal, sudah sana temui pengantin wanita." perintahnya.
"Siap mami. Cristin akan lihat mempelai wanitanya apakah sudah siap." ujar Cristina seraya meninggalkan orangtuanya di dalam gereja.
*****
Kania terlihat sangat cantik dengan baju pengantin putihnya dengan jubah yang berjuntai panjang kebelakang, Tudung kepalanya sudah dipakai hingga menutupi wajahnya.
"Bravo...so beautiful..." ujar Cristina.
"Cristin." ujar Kania.
"Kak Tian pasti sangat terpesona dengan kak Kania. Ya Tuhan, benar benar seperti bidadari." kata Cristina.
"Kau berlebihan sayang, kau pun akan terlihat cantik jika menggunakan baju pengantin ini." jawab Kania.
"Tentu saja kak, tapi nanti setelah kalian punya anak baru Cristin memikirkannya." jawab Cristina.
"Itu sangat lama, kau tahu seperti apa mami Delia. Kak Kania selalu disuruh membujukmu agar segera mencari pasangan." ujar Kania.
Cristina terkekeh. "Mami selalu saja seperti itu. Hei kalian sedang apa disini, cepatlah ke dalam gereja. Biar kak Cristin yang membawa kak Kania ke Altar." ujar Cristina pada kedua adik Kania juga Mila Mili.
"Kami kan pengiring pengantin." jawab Mila.
"Iya kak Cristin tahu. Tunggulah di pintu kalau begitu. Disini terlalu pengap buat kak Kania." jawab Cristina.
"Baiklah..." ujar mereka meninggalkan Kania dan Cristina.
"Kau ini sangat galak dengan adik adikmu." ujar Kania.
__ADS_1
"Kak Kania belum tahu seberapa galaknya kak Tian padaku dulu." jawab Cristina.
"Benarkah? Kalau begitu biar kak Kania yang membalaskan dendam mu." kata Kania.
Keduanya tertawa bersamaan. Sudah waktunya Kania menuju altar. Kania dibawa Cristina ke gereja, disana ia disambut oleh Tobi sebagai pengantar pengantin.
Bastian terkejut melihat kedatangan Kania, ia tak bisa melepaskan pandangannya dari Kania. Ya Tuhan, sangat cantik. pikirnya.
Tobi menyerahkan Kania pada Bastian. Bastian menyambut tangan Kania. "Kau sangat cantik." bisik Bastian.
Kania hanya tersipu mendengarnya. Acara pemberkatan berlangsung dengan hikmat. Tangis haru terdengar di dalam gereja tersebut. Dan akhirnya Bastian mencium Kania setelah keduanya bersumpah dihadapan Tuhan untuk saling mencintai seumur hidup mereka.
Kedua mempelai di arak menuju hotel berbintang untuk acara resepsi. Ribuan tamu datang memberikan selamat kepada kedua mempelai.
"Aku ingat saat kita menikah dulu." ujar Delia.
"Apa kau menginginkan acara seperti ini lagi?" tanya Rafael.
Delia memukul lengannya. "Dasar pria bodoh, kita sudah tua Raf. Aku turut bahagia atas pernikahan anak kita. Dan kelak akan ada pernikahan pernikahan putri putri kita."
Rafael tertawa. "Aku hanya menggodamu sayang, tak perlu resepsi. Karena kita selalu melakukan malam yang panas seperti pertama kali menikah." goda Rafael.
"Rafael Widjaja yang mesum, aku akan menghukummu jika terus berkata seperti itu." ancam Delia.
Acara resepsi berlangsung hingga malam hari, kedua mempelai terlihat sangat lelah. Janeta benar benar hadir dengan pakaian tomboinya. Setelah kejadian hari itu, 2 hari kemudian Bastian memberikan proyek pembangunan perumahan di Australia pada keluarga Janeta.
Bastian menceritakan semuanya tentang Janeta pada Kania, dan untunglah Kania sama sekali tidak marah padanya. Ada satu kiriman papan bunga ucapan selamat yang besar yang menarik perhatian Bastian dan Kania dari wanita yang sempat mengganggu hubungan mereka yaitu Sahara. Wanita itu memang tinggal di Italia sekarang, tapi ia masih mengikuti kabar Bastian sampai mengirimkan ucapan ini pada mereka.
*****
Saat keduanya akan pulang, Bastian dan Kania saling pandang pandangan lalu tertawa saat membaca ucapan papan itu sebelum masuk ke mobilnya.
*HAPPY WEDDING BASTIAN & KANIA
WALAUPUN RASANYA SAKIT, TAPI AKU HARUS IKHLAS. AKU TUNGGU ANAK KALIAN LAHIR UNTUK DIJODOHKAN DENGAN ANAKKU KELAK.
FROM : SAHARA DI ITALIA*.
Itulah yang membuat mereka tertawa. Sahara bermaksud mengejar anak mereka kelak.
Bastian dan Kania akan berbulan madu ke Korea. Karena itu keinginan Kania yang sangat menyukai oppa oppa disana. Walaupun Bastian sempat menolak karena tak ingin Kania melirik oppa Korea, namun karena rayuannya akhirnya Bastian menyerah.
Besok pagi pagi sekali mereka akan berangkat dengan jet pribadi Rafael.
Keduanya akhirnya sudah sampai di rumah mereka. Rasa lelah menyelimuti keduanya. Kania merebahkan dirinya di ranjang.
__ADS_1
"Mandi lalu ganti pakaian." ujar Bastian.
"Aku sangat lelah sayang, bisakah aku tidur sebentar." jawab Kania.
"Tidak sayang, bersihkanlah tubuhmu dulu agar segar, besok pagi kita sudah berangkat." kata Bastian. "Apa aku yang akan membantumu mandi? Jika aku lakukan itu, maka malam pertama kita akan terjadi disini." goda Bastian.
Kania seketika bangkit dari ranjang. "Tidak, kita akan melakukannya disana."
Bastian menarik tubuh Kania hingga terjatuh diatas tubuhnya. "Tapi aku sudah tidak tahan." goda Bastian lagi.
"Baiklah lakukan, tapi setelah itu kau tidak akan bisa menyentuhku lagi. Aku akan membeli baju besi yang akan aku pasang kunci. Jadi kau tidak bisa melakukannya lagi." ujar Kania.
Bastian tertawa terbahak bahak, sampai ia menahan perutnya yang sakit karena tertawa. "Ya Tuhan Kania, kau bisa membuatku gila." ujarnya lalu menarik leher Kania dan menciumnya dengan lembut. "Mandilah sekarang sayang, aku akan menahannya sampai kita berangkat ke Korea."
Kania mengangguk dan mulai membuka gaun pengantinnya lalu masuk ke kamar mandi.
*****
Setengah jam kemudian, Kania baru keluar dari kamar mandi. Ia butuh waktu lama untuk membersihkan sisa make up nya. Tapi ia terpaku saat melihat suaminya sudah terlelap. Pria itu menyuruhnya mandi tapi ia sendiri malah tertidur pulas.
"Sayang, bangunlah. Setidaknya ganti bajumu." ujar Kania sambil menggoyangkan tubuhnya.
"Eeeeehhh..." lenguh Bastian.
"Hei...bangun...Aku tak mau tidur dengan pria yang bau keringat." ujar Kania lagi.
"Aku masih wangi sayang, aku tak mau bangun." gumam Bastian.
"Baiklah...aku tidur di kamar bawah saja." ancam Kania.
"Jangan..." teriak Bastian seketika bangun.
Kania tertawa melihatnya. "Ya Tuhan, aku hanya bercanda sayang, tapi cepat mandi. Agar besok kita kembali segar lagi saat berangkat."
Bastian mengangguk. "Aku akan mandi dengan cepat, kau tidak boleh meninggalkan kamar ini."
"Iya sayang, sudah sana." jawab Kania sambil mendorong suaminya.
Bastian masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
*****
Satu Part lagi buat kalian saat keduanya berbulan madu. Part selanjutnya akan ada adegan 17+ tahun keatas. Jadi lebih bijak dalam membaca ya para readerku sayang...
Happy Reading All...😘😘
__ADS_1