Sumpah Serapah Mantan Kekasih

Sumpah Serapah Mantan Kekasih
bab 12


__ADS_3

(tiba di rumahku)


"mau mampir dulu gak?." tanyaku kepada Azzam sambil turun dari motor.


"engga yang, udah sore juga ini." Azzam menimpali ajakanku.


"emm yaudah hati-hati ya pulangnya." ucapku sambil melepas helm di kepalaku.


"iya sayangku. aku pulang ya" ucap Azzam sembari mengelus pipi chubbyku.


"dadah..." aku melambaikan tanganku melihat Azzam yang sudah berjalan pulang dengan ekspresi datar.


aku berjalan kedalam rumah. di malam hari aku teringat dengan pertanyaan yang belum Azzam jawab. aku coba menghubunginya lewat pesan WhatsApp.


"lagi dimana?." aku bertanya kepada Azzam.


"aku lagi rebahan aja. ada apa?." Azzam berganti menanyaiku.


"hmm tadi kamu belum jawab pertanyaanku." aku membalas pertanyaannya.


"pertanyaan? pertanyaan yang mana?." Azzam seperti tidak ingat dengan pertanyaanku tadi sore.


"hmmm itu lho soal ciuman tadi." aku coba membuatnya mengingat.


"yang mana sayangku? kurang nikmat kah ciumanku tadi? hehehe." Azzam justru ngajak bercanda.


"ih bukan itu, itu kamu udah pernah ciuman sebelumnya. maksudku sebelum berciuman denganku." aku mencoba menjelaskan dengan bahasaku sendiri.


waktu menunjukkan pukul 21.30 Azzam tak kunjung membalas pesanku. "hmm gak di bales-bales. apa Azzam udah berangkat touring ya?. kalo memang benar, nekad banget si azzam." aku bergumam sendiri sambil menarik selimutku dan bersiap untuk tidur.


"tuittuitttuitttt" terdengar bunyi alarm ku di jam 05.00


"ah sudah pagi saja. mana hari ini upacara. hufff malas sekali aku rasanya." sambil mematikan alarm aku mengoceh sendiri di pagi ini.


kulihat ada pesan chat WhatsApp dari Azzam. "sayang, aku gak ikut touring kok, nanti aku jemput kamu ya. kita berangkat sekolah bareng." tulis Azzam.


aku mandi, sarapan, dan seperti biasa. aku menunggu Azzam menjemput di gazebo depan rumah.


"bremm" suara motor Azzam sudah terdengar.


(Azzam dan motornya berhenti tepat di depanku)


"pagi sayang!." Azzam menyapaku, lalu memakaikan helmku.

__ADS_1


"matamu merah sekali. kamu kenapa sayang?." aku memandangi matanya yang terlihat merah. terlihat seperti orang yang tidak tidur semalaman. "tapi mana mungkin Azzam tidak tidur semalam? Azzam tadi malam sudah tidak membalas pesanku sejak pukul 20.00 jika tidak tidur, lalu juga tidak ikut touring dengan teman-teman club motornya. lalu kemana Azzam?." aku bertanya-tanya di dalam hati.


"gapapa sayang tadi kena debu di jalan mungkin." Azzam memecah lamunanku.


"oh yaudah." aku menjawab Azzam.


aku segera naik ke motornya. "breeemmm" suara motor Azzam yang sedikit keras.


di perjalanan terdengar beberapa kali handphone Azzam berbunyi.


"handphonemu tuh bunyi terus yang, gak di angkat dulu." aku mencoba mengingatkan Azzam.


"gak, gapapa sayang." Azzam menghiraukan handphonenya yang dari tadi berbunyi.


"takutnya penting. coba di angkat dulu." aku mencoba membujuk Azzam agar mengangkat panggilan teleponnya.


"ah gausah yang, nanti kita bisa telat. lagian ini hari Senin. nanti kita malah kena hukuman kalo telat." Azzam masih menghiraukan panggilan teleponnya.


"yaudah deh." ucapku pasrah.


(sampai di sekolah)


"aku ke kelas dulu ya yang." aku berpamitan di depan gerbang sekolah. sementara Azzam bersiap menuntun motornya menuju parkiran yang berada di belakang. masih terdengar bunyi panggilan telepon dari handphone Azzam.


"iya sayang. hoaaahhh, yaudah aku angkat telfon bentar" Azzam menjawab dengan nada lesu dan sesekali dia menguap.


sementara aku meninggalkannya dan berjalan ke loby.


"azzam terlihat ngantuk banget. ini si fiks dia begadang gak tidur semalem. tapi ngapain dia? gak bales chatku juga. hmm awas kalo dia aneh-aneh." aku berkata lirih sambil berjalan menuju kelasku.


aku menuju kelas dengan wajah yang datar. di loby aku berpapasan dengan Nisa dan Anggie, sepertinya mereka dari taman. "ngapain pagi-pagi gini udah pacaran di taman." celetukku dalam hati.


sepertinya rasa cintaku kepada Anggie sudah luntur. saat berpapasanpun aku tidak lagi merasa sesak dan cemburu dengan Nisa. aku sudah mulai bisa menerima Azzam sebagai kekasihku dan mulai mencintainya dengan sepenuh hati.


"kriiingg" tanda upacara akan segera di mulai.


aku bergegas menuju lapangan. fia juga berjalan di belakangku. fia memang terlihat tidak membenciku. hanya saja, kami tidak sedekat dulu.


"Mel tunggu aku." suara fia terdengar dari belakangku."


aku mendengar suara fia, iya, tak lain itu suara fia.


"iya fi." aku berhenti berjalan. menunggu fia yang berada agak jauh di belakangku.

__ADS_1


(tiba-tiba fia menggandeng tanganku)


aku terkejut, mataku terbelalak memandang fia.


"yok!." fia mengajakku jalan.


"eh iya-iya." aku masih terkejut.


"tumben fia menggandengku dan menyapaku terlebih dahulu. mungkin dia sudah ikhlas jika Azzam benar-benar berjodoh denganku? atau sebenarnya fia sudah melupakan Azzam dan sudah punya yang baru. ah entahlah hubunganku dan Azzam juga sudah 8 bulan berjalan mungkin fia sudah merelakan." aku bertanya-tanya di dalam hati.


aku dan fia baris berdampingan, fia berada di sebelah kananku. kami bercanda sambil menunggu upacara benar-benar di mulai.


(upacara sedang berlangsung)


pandanganku terfokus kepada kelas Azzam. barisan kelasnya nampak jelas dari barisanku karena upacara di lapangan membentuk huruf L.


"Azzam kok gak kelihatan di barisan upacara ya?? hmm kemana ni anak. harus aku cari nih." tanyaku dalam hati.


"aku ke belakang bentar ya fi." aku berpamitan ke belakang kepada fia yang baris di sampingku.


"mau apa Mel?." fia bertanya padaku.


"ke toilet bentar." aku menjawab pertanyaan fia.


aku keluar barisan upacara, berjalan menuju kamar mandi siswa laki-laki. "tidak mungkin ada siswa di toilet saat upacara kecuali keadaan mendesak pengen buang air." aku berkata lirih. sambil kulihat sekeliling jalan menuju kamar mandi yang terlihat sepi, karena semua siswa sedang ikut upacara.


aku berjalan ke dalam kamar mandi siswa laki-laki. tak kutemui seorangpun. kamar mandi juga tidak ada yang terkunci. "kosong. dimana Azzam? mungkin di kelas. aku akan menyusulnya." aku bergumam di dalam hati sambil berjalan menuju kelas otomotif. aku berjalan melalui lorong di belakang kelas karena takut jika ada guru yang melihatku berjalan-jalan dan tidak mengikuti upacara.


(sudah sampai di depan kelas Azzam)


"kosong?. lalu dimana Azzam? apa dia membolos lagi. sudah benar tidak ikut touring tadi malem, eh sekarang malah bolos gak ikut upacara. hadeh.. dahlah aku kembali ke lapangan aja, kalo ketahuan aku disini malah di sangka yang tidak-tidak nanti"


aku berucap lirih sambil mengelus dadaku.


aku berjalan kembali menuju lapangan.


(sampai di lapangan)


"kamu ngapain Mel di toilet lama banget?." tanya fia heran.


"eeemm mules tadi fi." aku menjawab pertanyaan fia sambil tertawa kecil.


kami mengikuti upacara hingga selesai.

__ADS_1


__ADS_2