Sumpah Serapah Mantan Kekasih

Sumpah Serapah Mantan Kekasih
bab 2


__ADS_3

"Mel.." terdengar suara fia dari belakang memanggilku, aku menoleh dan menghentikan langkah kakiku menuju kelas. "ada apa bestieku yang cuantik ni" begitulah aku menjawab panggilan darinya. "anu.. buka Instagram sekarang" sambil mengerutkan wajah aku membuka Instagram. "sudah fi...lalu kenapa? apa yang ingin kau tunjukan?" sontak saja fia merebut handphoneku dan menulis di kolom pencarian akun. "apa fi? mau stalking mantan ya? akunmu di blok ya?" sambil tertawa aku meledeknya. "engga, kamu harus tau ini" sahutnya.


"Anggie.k234 akun Anggie kah fi?" aku mulai bertanya heran. dia diam saja sambil terus menunggu loading foto yang belum terlihat karena jaringan WiFi yang tidak stabil.


"loh fi, ini kan Anggie? siapa cewek yang berpose merangkul ini?" tanyaku.


"gak tau Mel, kelihatannya sangat akrab. apa jangan-jangan Anggie sudah punya pacar diluar sekolah ini" fia mulai khawatir denganku.


"ahh.. jangan berburuk sangka dulu, coba nanti aku tanya Anggie, siapa tau dia kerabat dekatnya." timpalku menenangkan fia. bukan tanpa sebab fia khawatir denganku, fia tidak ingin aku kecewa dengan cinta pertamaku yaitu Anggie.


seperti biasa, Anggie selalu saja menungguku di parkiran belakang. kami selalu pulang bersama meski rumah kami berjauhan jaraknya. sebelum pulang Anggie suka mengajakku membeli jajan di tengah kota, mengingat rumahku jauh dari Kota dan sulit menemukan jajanan seperti ini. "nggie.." suara kecilku memanggil dengan pelan. "iya Mel, kenapa?" sahut Anggie. "aku boleh nanya?" sahutku. "tentu boleh dong cantik." jawab Anggie seraya menggobal di depanku. "hmmm.. foto perempuan yang merangkulmu di Instagram itu siapa?" tanyaku.


"uhukk uhuk, apa Mel foto apa?" dia terkejut mendengar pertanyaanku. (sebenarnya Anggie sengaja memblokir Amel supaya tidak melihat postingan di instagramnya. Namun, Anggie tak tahu jika Amel mengetahui dari temannya.)


"hmm instagrammu tidak bisa di cari lewat akunku nggie, aku mengetahuinya juga dari temanku. aku hanya ingin tahu nggie, ada hubungan apa kamu dengan cewek itu?" tanyaku sambil memandang matanya. (kali ini Amel benar-benar ingin tahu siapa cewek yang berada di foto itu.)


"hmm nanti aku jelasinnya ya, sekarang udah sore. kita pulang saja." Anggie tak menjawab apapun perihal cewek itu. "iya deh nggie" aku mengiyakan ajakannya untuk pulang.


waktu menunjukan pukul 20.00 wib aku menghubunginya lewat pesan WhatsApp. "nggie..." begitu biasa aku memanggilnya. kami memang selalu bertukar cerita di jam 20.00 wib sebelum tidur. tapi sudah hampir pukul 21.00 wib tak ada jawaban apapun dari Anggie. "kenapa Anggie tidak membalas sama sekali pesanku malam ini, tidak seperti biasanya. ahh mungkin saja sedang sibuk" gumamku dengan nada lirih.

__ADS_1


alarm berbunyi pukul 05.00 wib, aku terbangun dari tidur pulasku. sebelum mandi aku mengecek handphoneku sebentar. benar saja Anggie tidak menjawab pesanku mesti terakhir onlinenya pukul 21.25 wib tadi malam. "mungkin saja Anggie ingin membalas, tapi aku udah tidur dan takut menggangguku." fikirku menenangkan.


pukul 06.30 wib segera ku selesaikan sarapanku dan bergegas menarik gas motor menuju sekolah. sampai di gerbang sekolah aku memperlambat motorku dan mematikan mesin (aturan sekolah untuk mencegah polusi) sembari berjalan dari parkir aku mengamati motor-motor yang terparkir rapi. "kok gak ada motornya Anggie" heranku.


hingga bel tanda masuk kelas berbunyi dan menyadarkanku dari lamunan. "eh sudah bel saja" sontak aku berlari menuju kelas.


tiga mata pelajaran pertama sudah selesai. "kriiiiinggg" bel tanda istirahatpun berbunyi. aku masih saja memikirkan kenapa Anggie tidak membalas pesanku dari semalam. kuamati sejak pagi juga dia tidak terlihat di kelasnya.


akhirnya kuberanikan diri untuk menelfon Anggie. "halo, iya Mel?" suara Anggie menjawab panggilan telfonku. "nggie kamu hari ini gak masuk sekolah?" tanyaku karna motornyapun tidak ada di parkiran. "iya Mel, aku kemarin jatuh dari motor." jawabnya.


"lhoo kamu kok gak ngabarin aku, semalam juga pesanku tidak kamu balas nggie lalu gimana keadaanmu sekarang?" tanyaku khawatir.


"iya gapapa nggie, God well soon ya biar bisa cepat sekolah lagi." ucapku memberi semangat.


"makasih Amel cantik" Anggie menimpali uacapanku.


kembali aku masuk kelas dan melanjutkan belajar. keesokan harinya, Minggu di bulan September 2016 aku memberanikan diri untuk menengok Anggie. tak lupa, kubawakan sedikit oleh-oleh untuknya. aku sengaja tak memberitahunya, ingin sekali melihat wajah manisnya yang terkejut karena kedatanganku.


20 menit perjalanan menuju rumahnya, tak terasa sudah sampai di depan gerbang rumah bernuansa kayu itu. Anggie tinggal bersama nenek dan kakeknya karena orang tuanya merantau. belum sampai jalanku di depan pintu, aku heran kenapa ada sendal yang mirip punyaku. tentu saja yang punya bukanlah anak kecil atau orang tua. "mungkin sepupunya sedang menengok." fikirku. "assalamua.." belum genap aku mengucap salam di depan pintu. betapa terkejutnya aku, melihat Anggie sedang di suapi oleh cewek yang beberapa waktu lalu sempat kutanyakan karena fotonya merangkul Anggie di Instagram pribadi Anggie. "nggie, siapa dia?" tanyaku yang masih berdiri di depan pintu. Anggie terkejut, "Mel, kamu kok gak bilang dulu mau kesini. hmm aku bisa jelasin." sahut Anggie.

__ADS_1


sambil meletakan oleh-oleh yang kubawa aku berpamitan "cepet sembuh ya Anggie aku pulang dulu." tanpa menoleh aku berlari menuju motor yang diparkir di depan tadi. sempat kulihat cewek yang bersama Anggie juga terlihat bingung. mungkin saja dia juga tidak tahu perihal hubunganku dengan Anggie.


aku bergegas pulang sambil menangis di jalan "bisa-bisanya cinta pertamaku malah membuat aku kecewa seperti ini.. ohh tuhan sesak sekali rasanya.." sampai di rumah aku mencoba untuk menenangkan diri. kulihat handphoneku, Anggie mencoba menghubungiku berkali-kali tapi rasa kecewaku membuat aku enggan menjawab panggilan telfonnya. kumatikan handphoneku dan membiarkan panggilan Anggie tak terjawab.


keesokan harinya, kulihat sudah ada motor Anggie di parkiran. "Anggie sudah berangkat? bukannya dia bilang akan istirahat 3 hari untuk pemulihan kakinya. kok motornya udah terparkir di sekolah. gimana caranya mengendarai motor sendiri bukannya sakit kakinya."


aku masih memikirkannya. tak lama upacara berlangsung. kulihat ada satu siswi yang tak asing tapi bukan siswi sekolah ini. di lihat dari bet yang di gunakan juga berbeda. aku hanya melihatnya dari belakang karena dia berada di barisan depan. entahlah, tak kupikir panjang mungkin saja siswi pindahan dari sekolah lain.


"Akhirnyaaaa selesai juga upacara, huff panas sekaliii... fii kantin yok!" aku mengajak fia pergi ke kantin. "ayok Mel." sahut fia. selang beberapa menit aku kembali ke kelas. betapa terkejutnya aku melihat wajah yang tak asing tadi duduk di salah satu bangku di kelas kami. "Mel.. murid baru itu kok kayak gak asing yaa kayak pernah lihat gitu tapi dimana." fia berbisik kepadaku. benar saja murid baru itu ternyata cewek yang kemarin kutemui sedang menyuapi Anggie saat aku datang. "ahh enggak fi kamu salah orang kali." aku berusaha agar fia tidak ingat dengan foto itu.


aku sendiri khawatir jika emosinya meledak di kelas karena mengetahui sahabatnya di kecewakan cinta pertamanya dan orang yang membuatnya kecewa berada di satu sekolah. tiba-tiba saja ibu guru wali kelas datang. "selamat pagi anak-anak" ibu guru menyapa kelas kami. "pagi juga Bu..." semua murid menimpali. "ibu mau memperkenalkan murid baru di kelas kita, pindahan dari SMK x. dia pindah dari sekolah lama karna dia sudah tidak mondok, jadi dulu dia mondok. Nisa perkenalan dulu yukk."


"ooo cewek itu namanya Nisa" gumamku dalam hati.


Nisa maju ke depan kelas dan memperkenalkan diri. ternyata dia siswi yang terlihat sangat kalem dan anggun. tentu saja rasa insecureku muncul. bukan tanpa alasan kalau Anggie tetap memilih nisa di banding aku. "hmm sabar sabar mel. gapapa gapapa gapapa." aku coba menenangkan diri.


sementara fia, yang duduk di sampingku masih saja mengangguku "Mel aku tu kayak pernah lihat tapi dimana gitu lho." aku mengelak kata-kata fia "ah mungkin saja hanya mirip fi, sudahlah."


jawabku. "Oke deh okee.." sahut fia masih penasaran.

__ADS_1


__ADS_2