Sumpah Serapah Mantan Kekasih

Sumpah Serapah Mantan Kekasih
bab 5


__ADS_3

"lalu  gimana sekolahmu hari ini zam, ini udah pukul 07.30 wib. kamu jadi telat gara-gara bantuin aku kan." Aku juga merasa kasian dengan Azzam karena membantuku, dia jadi telat ke sekolah.


"Udah Mel, gapapa lagian bolos sehari gak apa-apa lagi. Hehe.." jawabnya sambil tertawa kecil.


"Apa sih zam, malah mengambil kesempatan di dalam kesempitan." Sahutku sambil memandang kedua matanya.


Azzam ini siswa otomotif yang  memang sering membolos, dia juga suka touring keluar kota. Entah anak ini udah punya SIM atau belum, jika di lihat umurnya belum tapi tekadnya benar-benar besar.


"becanda kok Mel, dah yok aku anterin kamu pulang. Gak tega aku lihat kamu pulang sendiri, apalagi kakimu yang belum bisa buat jalan." Azzam memohon agar aku mau di antarnya pulang.


"Iya deh zam, btw makasih banget ini ya udah nolongin aku." Ucapku sambil tersenyum tipis.


Azzam mengantarku pulang, waktu menunjukan pukul 08.00 tak lama dia berada di rumahku dan segera melanjutkan perjalanan menuju sekolah. Meski sudah tau akan terlambat, Azzam tetap berangkat sekolah. semoga saja sampai ke sekolah dan tidak membolos.


Sambil memegang handphone aku memberi kabar kepada Bu Winda lewat pesan WhatsApp. Agar mengizinkanku tidak masuk hari ini karena insiden tadi pagi.


kemungkinan aku akan 2 hari di rumah karena kakiku yang terkilir ini lumayan sakit jika untuk berjalan.


aku berjalan menuju kamar, meluruskan kedua kakiku dan beristirahat. aku kembali melihat handphoneku.


"Mel kamu jatuh ya?? Kok bisa?? Gimana ceritanya??? Ada yang sakit Mel?? Aku tau dari Bu Winda tadi." isi pesan whatapp dari sahabatku, fia.


"Gapapa fi, cuma terkilir aja dikitt." aku menjawab pesannya.


"siapa yang nabrak kamu Mel, orangnya tanggung jawab gak?? Awas ya kalo orangnya kabur!!." Jawab fia si emosian. Memang dia paling khawatir jika terjadi sesuatu denganku.


"Tanggung jawab kok fi, udah kamu fokus belajar dulu.." jawabku menimpali pesan fia.


"Iya deh, gws ya bestiekuhhh.."  sahut fia.


"Maacieww bestiee" jawabku alay.


"tadi aku di tolongin Azzam fi, dia nyampe ke sekolah atau membolos hari ini?." aku bertanya tentang Azzam kepada fia.


"hmm gak tau Mel, belum kelihatan. coba nanti pas jam istirahat ya. aku lanjut bikin tugas dulu ni." jawab fia.


"iya fi semangatt.." jawabku.


pukul 12.15 wib.


"drtttttt" terdengar suara handphoneku bergetar.


fia memanggilku lewat panggilan WhatsApp.


(aku mengangkat panggilan WhatsApp dari fia.)

__ADS_1


"halo fiaa.." aku menjawab panggilan WhatsAppnya.


"aku lagi di taman nih Mel.. ada Azzam kok eh Mel tadi Azzam nyamperin aku." fia berbicara dengan bisik-bisik.


"ngomongin apa fi dia?." tanyaku heran.


"dia tadi nolongin kamu ya Mel, Azzam kok ternyata orangnya baik banget sih.. salut banget aku sama dia.." ucap fia memuji Azzam.


"syukurlah fi kalo Azzam nyampe ke sekolah, gak bolos lagi." aku menimpali.


"dia ngajak aku keluar besok sore Mel... mau kemana yaa dia ngajak aku." fia berbisik padaku.


"ya kamu gak tanya Azzam dulu tadi." aku kembali menimpali.


"ah keburu tadi dia sama anak-anak otomotif Mel, cuma bilang besok pulang sekolah ikut aku. gitu doang si. yaudah Mel gws ya aku lanjut dulu mau ke perpus pinjem buku hehe" fia menjawab dengan nada lirih.


"iya fia." sambil ku tutup panggilan WhatsAppnya.


Keesokan harinya, pukul 16.00


"Assalamualaikum..."


terdengar suara orang salam dari depan pintu.


"Waalaikumsalam... azzam, lho ada fia juga. Mari masuk" aku menjawab salam mereka berdua.


"mel ini aku sama fia bawain buah kesukaanmu. aku sebenarnya gak tau buah apa kesukaanmu, tapi untung ada fia ini jadi tau deh aku" ucap azzam sambil meletakan satu wadah buah berisi pear dan apel. Karena memang itu buah kesukaanku.


"Aduh kalian ini, tidak usah repot-repot. sudah di jenguk saja aku sudah merasa sangat di sayangi. Makasih ya." Aku merasa tidak enak dengan mereka.


Fia masih terlihat santai dan tersenyum padaku.


"gws ya Mel, biar bisa bareng-bareng lagi di sekolah. aku merasa sepi banget duduk bangku sendirian." ucap fia padaku.


"cepet sembuh ya Amel." ucap Azzam.


"makasih ya Azzam" ucapku.


Azzam ini siswa yang sempat ingin mendekatiku saat masa orientasi. Namun karena Anggie yang lebih berani menyapaku dahulu. Azzam merasa minder dan kini dia mulai berteman baik denganku setelah mengetahui bahwa Anggie lebih memilih nisa sebagai pacarnya.


kini aku, fia, dan Azzam berteman baik.


meskipun terkadang aku masih teringat sosok Anggie. sedangkan dialah yang memberi luka pertama padaku.


"gimana Mel besok udah bisa sekolah?" tanya Azzam menyadarkan lamunanku.

__ADS_1


"eh emm sepertinya bisa zam, ini udah mendingan banget kok." jawabku tebata-bata.


"aku jemput ya?" Azzam menawarkan dirinya padaku.


"lho gak usah zam, repot nanti kamu." dengan nada lirih aku menimpalinya.


"gapapa Mel, lagipula jarak rumah kita gak jauh kok. cuma 5 menit kan? tentu aku tidak merasa di repotkan." Azzam meyakinkanku.


"udah gapapa Mel, terima aja tawaran Azzam. kasian kaki kamu kalo di paksa naik motor sendiri." ucap fia sambil memandangku dan Azzam.


"baik, makasih ya zam." balasku.


harapku saat seperti ini Anggie lah yang perhatian padaku, "hmm yasudahlah lagipula aku masih punya dua teman baik saat ini." gumamku dalam hati.


pukul 17.30 wib


"eh, Mel kita pamit ya ini udah jam setengah enam. udah sore juga. jangan lupa besok pagi aku jemput ya." Azzam berdiri dari duduknya.


"iya Mel, udah sore nih kita mau pamit." ucap fia sambil menyusul berdiri.


"makasih ya. emm motorku masih di bengkel zam?." aku hampir lupa jika menitipkan motor di bengkel.


"masih Mel, kamu tenang aja. nanti malem aku sama temenku yang ambil." Azzam menepuk lirih pundakku.


"makasih ya zam." aku berterimakasih sekali lagi.


"yaudah aku sama fia balik dulu ya Mel." Azzam berjalan keluar rumah.


"pulang dulu ya Amel." sahut fia.


"btw, abis ini mau kemana zam?." terlihat fia memandangi Azzam sambil memakai helm.


"aku anter kamu pulang, udah sore." Azzam membalas sedikit cuek sambil mengambil helm di atas motornya.


pukul 17.40 wib


aku berjalan keluar rumah. kini mereka sudah berada di atas motor, bersiap untuk pulang.


"assalamualaikum Amel." ucap fia dan Azzam berpamitan kepadaku.


"walaikumsalam.. hati-hati dijalan ya." jawabku.


"bremmm"


Azzam menyalakan mesin motornya dan menarik gas.

__ADS_1


"dada.." fia melambaikan tangannya padaku.


"da.." kujawab lambaian tangannya.


__ADS_2