Sumpah Serapah Mantan Kekasih

Sumpah Serapah Mantan Kekasih
bab 33


__ADS_3

keesokan harinya.


Aku dan Fia sedang duduk di bangku kelas.


Bu asih selaku guru matematika sedang menjelaskan pelajaran di depan.


tiba-tiba fia membisikiku.


"pulang sekolah nonton yuk mel." ucap fia lirih.


"nonton dimana fi?." tanyaku.


"di kota Mel, ada film baru loh lagi banyak banget yang nonton." ucap fia sambil menunjukkan aplikasi pemesan tiket bioskop kepadaku.


"sedang apa kalian!." ucap Bu asih yang ternyata mendengar fia dan aku berbicara. sontak fia langsung menyembunyikan handphonenya.


Bu asih berjalan menghampiriku dan fia.


"sedang membicarakan apa kalian?." tanya Bu asih kepadaku dan fia.


"gak kok bu." ucap fia.


"berbicaranya atau ngobrolnya nanti setelah selesai pelajaran dari ibu." ucap Bu asih.


"iya, Bu." jawab aku dan fia.


tepat pukul 09.00 wib.


"kriiinggg..." suara tanda bel istirahat sudah berbunyi.


"gimana Mel. mau kan??? ayo dong???." ucap fia merayuku.


"boleh." ucapku seraya tersenyum.


"beneran nih, yeyyy nonton bareng. eh Mel, kamu berangkat sekolah gak bareng Azzam?. tadi pagi kulihat kamu bawa motor sendiri." tanya fia heran.


Azzam hari ini tidak masuk kelas karena luka di pipinya masih biru dan terasa sakit, namun orang tua Azzam surah memberikan keterangan kepada Bu Winda agar hari ini Azzam tidak masuk sekolah.


"emm azzam lagi sakit fi, jadi gak masuk sekolah." ucapku.


"sakit beneran Mel?. eh, emm maksudku sakit apa Mel?." tanya fia yang terlihat salah tingkah.


"tapi kamu jangan bilang siapa-siapa yah fi. kemarin aku dan Azzam di hadang sama Anggie di jalan." jawabku.


"kok bisa Mel??. lalu mereka berantem atau gimana?." tanya fia yang semakin penasaran.


"Anggie sama segerombolan teman-temannya fi, Anggie mukul Azzam. Azzam gak mungkin nglawan. jumlah mereka banyak fi. aku mencoba untuk melindungi Azzam. Anggie nampaknya tidak bisa memukul cewek fi. dia langsung pergi." ucapku kepada fia.


"maunya Anggie tu apa sih sebenarnya. udah di keluarin dari sekolah juga masih aja gak berubah. sebel banget deh sama Anggie!!." ucap fia mukanya terlihat sangat kesal kali ini.


"aku juga gak tau fi, aku kasihan sama azzam." ucapku lirih.


"sabar ya mel, terus Bu Winda tahu kalo Azzam di pukul Anggie?." tanya fia.

__ADS_1


"tahu fi, tapi Bu Winda sudah tidak bisa menghukum anggie. hanya memberikan izin kepada Azzam untuk istirahat dulu di rumah." ucapku kepada fia.


"semoga cepet sembuh ya Azzam." ucap fia.


"amiin fi." aku mengaminkan doa fia.


"kamu gak ajak Nisa juga fi buat ikut nonton?." tanyaku kepada fia.


"udah kuajak, tapi sore nanti dia ada acara Mel." jawab fia padaku.


"ohh,, yaudah nanti kita nonton sepulang sekolah." ucapku kepada fia.


akhirnya pembelajaran di sekolah hari ini selesai. aku dan fia bergegas menuju parkiran dan bersama menuju sebuah mall di kota.


kulihat Nisa juga nampak buru-buru keluar dari parkiran.


"buru-buru banget nis?." kusapa Nisa yang sedang menyalakan motornya.


"iya, aku habis ini ada acara. duluan ya fi, Mel." ucap Nisa seraya menarik gas motornya.


aku dan fia hanya saling pandang dan bingung melihat Nisa tidak seperti biasanya.


"ada acara penting apa si Nisa. sampe keburu-buru gitu." ucap fia sambil mengenakan helmnya.


"udahlah, mungkin acara penting keluarga. udah yok, pake motorku aja. motormu biar di parkiran. " ucapku seraya menyalakan mesin motor.


"yokk." fia menaiki jok belakang motorku.


setelah kurang lebih lima belas menit perjalanan, aku dan fia sampai di sebuah mall.


satu jam setengah film berlangsung. aku dan fia keluar dari gedung bioskop.


"jalan-jalan dulu gak si Mel." ucap fia padaku.


"yaudah, kita jalan-jalan dulu." ucapku.


aku dan fia berjalan mengelilingi mall, dan terhenti di sebuah coffeshop.


fia memesan kopi sementara aku menunggu di salah satu meja.


kulihat dua orang yang nampak tidak asing.


berjalan di depan coffe shop.


"bukannya itu Nisa.. dengan siapa itu." ucapku dalam hati.


"Mel!." ucapan fia mengagetkanku. fia memberikan satu minuman yang sudah di pesannya untukku.


"eh, makasih fi." aku menerima kopi yang di berikan fia.


"lihatin apa si. serius amat." ucap fia sembari duduk di depanku.


"tadi aku seperti melihat Nisa, tapi sama siapa ya." aku menyipitkan mata, dua orang tadi sudah tidak terlihat lagi kini.

__ADS_1


"mana mel??." fia penasaran dan kini matanya celingukkan mencari apa yang aku lihat.


"kita ikutin aja deh fi. kayaknya belum jauh." aku beranjak dari kursi dan mengajak fia untuk mengikuti arah Nisa jalan tadi.


"mungkin Nisa sama pacar barunya." jawab fia singkat.


"tapi aku nampak tidak asing fi." ucapku seraya menggandeng fia keluar dari coffe shop dan mengikuti arah Nisa berjalan tadi.


aku dan fia mengikuti arah Nisa berjalan, tak beberapa lama. terlihat sosok Nisa dan seorang lelaki yang sangat tidak asing.


"nah, itu fi. lihat!." ucapku lirih kepada fia.


"eh iya itu nisa. lhooo seperti kenal dengan cowonya deh.." terlihat fia mulai curiga.


"sudah kubilang tadi." ucapku singkat.


"whaaaaatttttt!!!, itu kan Anggie!." ucap fia terkejut.


Nisa dan Anggie yang mendengar suara keributan di belakang mereka, tiba-tiba menoleh bersamaan.


sontak aku dan fia lari terbirit-birit untuk bersembunyi.


"untung saja Anggie gak lihat kita." ucapku seraya mengelus dada yang merasa lega karena Anggie tidak melihat kami.


"Mel, kok bisa Nisa jalan sama Anggie?." tanya fia keheranan.


"aku juga gak tahu fi." jawabku.


aku dan fia keluar dari persembunyian dan mengikuti mereka berjalan lagi.


terlihat mereka memasuki sebuah resto yang menjual menu utama burger.


"mereka masuk ke resto Mel." ucap fia.


"yaudah deh, kita gak usah ikutin Nisa lagi. yang penting kita udah tau yang jalan sama Nisa itu Anggie. besok kita tanya ke Nisa apa bener dia balikan sama Anggie." ucapku kepada fia.


"iya sih, bahaya juga kalo Anggie lihat kita mata-matain mereka. Anggie kan psikopat!." ucap fia.


"nah tu tau kamu, pulang yuk." ucapku seraya mengajak fia untuk pulang.


akhirnya, aku dan fia memutuskan untuk pulang. tetapi, di dalam hatiku masih sangat penasaran. "bukannya Nisa tertekan selama berpacaran dengan Anggie. dan bukannya Nisa malah merasa lega saat putus dengan Anggie. tapi kok?, Mereke jalan berdua lagi?. apa yang membuat Nisa sedekat itu sama Anggie. Nisa , Nisa. aku masih penasaran dengan apa yang ada di fikiranmu." gumamku dalam hati.


"Mel!!." ucap fia.


"eh, eh iya fi ada apa." jawabku terkejut.


"ngelamun lagi. kamu mikirin apa sih, pasti masih kepo ya kenapa Nisa bisa jalan sama Anggie." ucap fia sembari tertawa kecil.


"apa sih fi." ucapku singkat.


"tahu masih penasaran, kenapa ngajak balik tadi. hmm, aku juga masih penasaran si sebenarnya." ucap fia yang terlihat masih sangat penasaran dengan Anggie dan Nisa.


"dahlah, kita tanya Nisa besok aja di kelas." jawabku singkat.

__ADS_1


aku dan fia kembali berjalan menuju parkir motor di mall ini. dan memutuskan untuk segera pulang.


__ADS_2