
suatu pagi di bulan Juli 2017
"tututututuuuttt" pukul 05.00 terdengar bunyi alarm dari handphoneku.
"hoaammm..(menguap) berisik sekali. inikan udah mulai libur sekolah." tanganku meraih handphone yang berada tak jauh dari posisi tidurku. mataku masih setengah terbuka. kumatikan alarm yang membangunkan ku tadi.
hari ini hari Senin, hari pertama mulainya libur akhir semester sebelum aku benar-benar duduk di bangku kelas sebelas.
kulanjutkan tidurku hingga waktu menunjukkan pukul 09.00 wib.
"drrtttt drrtttt drrtttt." terdengar handphoneku bergetar berulang kali. "siapa sih pagi-pagi udah nelfon aja." gumamku sambil mengucek mata.
kulihat panggilan WhatsApp dari azzam, kuangkat panggilan WhatsAppnya .
"halo sayang?." ucapku dengan nada lesu.
"baru bangun?." Azzam bertanya padaku.
"iya nih, kan libur." jawabku singkat.
"yaudah mandi gih." ucap Azzam menyuruhku mandi.
"iya, nanti lagi ya." kumatikan panggilan WhatsAppnya dan berjalan menuju kamar mandi.
"hari ini beres-beres rumah aja dulu kali ya, libur gini malah bikin aku bingung mau apa." aku berkata sambil mengambil handuk untuk mandi.
di sore hari, Azzam tiba-tiba mengajakku keluar jalan-jalan.
"assalamualaikum." terdengar suara salam dari depan pintu.
aku yang sedang mencuci piring di dapur sontak kaget mendengarnya. "kok kayak suara Azzam sih." ucapku sambil mengerutkan dahi. kuhentikan pekerjaanku dan berjalan menuju pintu depan.
"walaikumsalam, lho kamu kok mau kesini gak bilang-bilang dulu." jawabku terkejut.
"kamu dari siang di chat gak di bales. yaudah aku kesini, jalan-jalan yok sayang." ajak Azzam.
"aku beres-beres rumah sejak tadi siang sayang, maaf ya. yaudah masuk dulu yuk. aku akan bersiap." kuajak Azzam masuk ke ruang tamu.
__ADS_1
"tunggu bentar ya sayang." ucapku sambil berjalan ke dapur. kuselesaikan cucian piringku dan aku bergegas ke kamar. bersiap-siap untuk jalan-jalan.
aku memakai celana legging berwarna hitam, Hoodie oversize berwarna maroon dan tak lupa tas selempang berwarna hitam elegan agar serasi dengan warna legging yang kupakai. tapi kali ini, aku mengikat rambut panjangku dan terlihatlah jelas pipiku yang chubby ini.
aku berjalan menuju ruang tamu. dimana Azzam menungguku.
"maaf ya sayang menunggu lama." ucapku kepada Azzam.
"cantik sekali sayangku." Azzam tersenyum memujiku.
pujian Azzam membuatku menjadi salah tingkah dan aku hanya menimpalinya dengan senyuman malu.
"yok jalan." Azzam berdiri dari duduknya.
seperti biasa, Azzam selalu memakaikan helmku. perlakuan sederhana dari Azzam inilah yang membuatku semakin nyaman berada di dekatnya.
"kita mau kemana nih sayang." tanyaku dijalan.
"ke pantai lihat sunset." ucap Azzam yang suaranya tidak terlalu jelas kudengar karena terbawa angin.
sore ini, kami tiba di sebuah pantai yang memiliki bukit di sisi kiri tepi pantainya. bukit ini memang sering dijadikan para anak muda untuk nongkrong sembari melihat sunset serta keindahan pantainya yang sangat indah.
aku dan Azzam berjalan menuju bukit. jaraknya tidak terlalu jauh, Namun bukit yang lumayan tinggi ini membuatku lelah saat berjalan.
"huft, lumayan lelah ya sayang." ucapku pada Azzam saat kami sudah sampai di atas bukit.
Azzam merogoh tasnya dan mengeluarkan sebuah kaleng berisi 300mililiter teh dengan rasa melati.
"di minum dulu sayang." Azzam memberikannya padaku yang terlihat sangat lelah ini. mungkin karena jarang sekali berolahraga, naik bukit yang tidak terlalu tinggi saja aku merasa sangat lelah.
kami duduk diantara banyaknya anak muda yang sedang berduaan ataupun yang sedang nongkrong dengan teman-temannya.
kusandarkan kepalaku di pundak Azzam. rasa lelah yang tadi kurasa saat mendaki bukit, kini hilang sudah. terbayarkan sudah dengan indahnya sunset dan gelombang laut yang menari-nari di sore hari ini.
kupejamkan mataku sebentar, menikmati hembusan angin segar sore ini.
"indah bukan sayang?." ucap Azzam yang menoleh kepadaku
__ADS_1
kubuka mataku dan kutatap matanya.
"indah sekali, makasih sayang sudah mengajakku kesini." ucapku sambil tersenyum kepada Azzam.
ini adalah bulan ke sembilan di hubunganku dan Azzam. tidak ada rintangan yang berarti selama kami menjalani hubungan. hanya saja sikap Azzam yang suka membolos membuatku takut jika nantinya Azzam tidak bisa naik kelas.
aku dan Azzam saling bertukar cerita di atas bukit ini. karena kutahu, suatu saat nanti ini akan menjadi kenangan untuk kita berdua.
mungkin memang benar adanya, cinta akan tumbuh seiring berjalannya waktu. seperti cintaku kepada Azzam.
"aku akan melakukan apapun agar kamu merasa nyaman denganku." ucap Azzam sambil merangkul pundakku.
"makasih ya sayang." jawabku.
aku yang dahulu sangat menyukai Anggie, nyatanya Anggie hanya membawa luka padaku. sementara Azzam, orang yang dahulu sering kuabaikan. kini menjadi orang yang selalu membuatku nyaman, selalu memberi perhatian padaku, dan selalu mengusahakan apapun agar aku selalu merasa senang.
tidak terasa, sunset yang indah kini sudah berganti menjadi malam yang dingin. aku dan Azzam memutuskan untuk turun dari bukit. kulihat tangannya menggenggam tanganku dengan erat. menunjukan betapa berartinya aku di hidupnya.
aku berjalan berdampingan dengan Azzam, sesekali Azzam membantuku turun karena jalan menuruni bukit yang lumayan terjal.
"pengen makan apa sayang?." Azzam bertanya padaku.
"aku ngikut kamu aja yang." jawabku sembari tersenyum.
Azzam mengajakku mampir di sebuah kafe yang tak jauh dari pantai. kami menikmati suasana malam disini, sangat sejuk dan sedikit dingin.
di perjalanan pulang, tak henti-hentinya aku memeluk Azzam di atas motor. kisah cintaku dan Azzam memang bisa dibilang romantis. Azzam adalah orang yang sangat memprioritaskan pasangannya.
"mau langsung pulang atau mau jalan-jalan dulu sayang?." Azzam bertanya padaku.
"jalan-jalan dulu boleh ya, yang?." ucapku sedikit keras, agar suaraku terdengar oleh Azzam yang sedang mengendarai motor.
aku dan Azzam berkeliling menikmati suarana kota di malam hari. rasanya sangat senang liburan tahun ini ditemani sang kekasih hati.
tetapi sisi lain, fia yang juga menyukai Azzam sejak lama. saat ini sedang berperang dengan pikirannya agar bisa melupakan Azzam. serta merelakan Azzam untuk sahabatnya sendiri, yaitu aku.
"siallll!!. kenapa harus Amel yang jadi kekasih Azzam. orang yang menjadi sahabatku." ucap fia di dalam kamarnya sambil membanting handphonenya ke atas meja.
__ADS_1
fia menampakkan wajah ceria saat di depanku. namun dari lubuk hati terdalamnya, fia belum bisa melupakan Azzam. "mau sampai kapan aku menyaksikan mereka bersama. mau sampai kapan?. mau sampai kapan aku memasang topeng di depan mereka. mau sampai kapan kututupi kesedihanku." gumam fia yang duduk di kursi tempat belajarnya sambil menatap langit-langit kamarnya yang sunyi.
"kenapa sih, Amel gak jadian aja dahulu sama Anggie. kenapa harus ada nisa. memang di sisi lain Amel kecewa dengan Anggie. tapi aku??. aku lebih kecewa melihat Amel menjadi kekasih Azzam." fia berucap dengan memejamkan matanya yang kini mengeluarkan air mata.